SELAMAT DATANG...

Blog ini saya gunakan sebagai Media Komunikasi dan Informasi dan sekaligus menjadi wadah untuk menuangkan inspirasi-inspirasi yang ada.
Sebagai perkenalan pertama, yang perlu diketahui saya seorang Peneliti Komunikasi Politik pada

Puslitbang Penyelenggaraan Pos dan Informatika Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.
Jl. Medan Merdeka Barat No. 9 Jakarta Pusat 10110 Lt. 4 Gedung Belakang





Selasa, 01 April 2008

LAPORAN HASIL KERJA PROGRAM / KEGIATAN DAN MITRA KERJA DINAS KOMINFO SE – PROVINSI SULAWESI UTARA

Rapat Koordinasi ( Rakor ) se-jajaran Dinas Komunikasi & Informatika Provinsi Sulawesi Utara dilangsungkan pada tanggal 26 Maret 2008, hari Rabu dari pukul 10.00 – 15.00 WITA. Pesertanya adalah Kadis Kominfo Prov. Sulut Drs. A.J Tumengkol, Wakadis Kominfo Prov. Sulut Arnold Pangkey, S.H, 5 orang Kabid dan para Eselon IV Dinas Kominfo Se – Provinsi Sulawesi Utara, para Kadis Kominfo Kab / Kota , para mitra kerja diantaranya : PWI Sulut, RRI, TVRI, BPPI Wilayah VIII Manado Depkominfo, utusan dari TNI-AU, utusan TNI – AL, utusan TNI – AD, utusan Polri ( Polda sulut ), Balmon Kelas 2 Manado, dan unsur Pers kurang lebih 60 – 70 orang.
Pembukaan dan kata sambutan sekaligus mengawali pertemuan rapat koordinasi tersebut dilakukan oleh Kadis Kominfo Prov. Sulut Drs. A.J Tumengkol, intisari kutipan yang paling urgent menurut penulis adalah :
1. udah sampai sejauh manakah kontribusi kita sejak menjabat sebagai Pimpinan (KADIS) ?Adakah peningkatan kualitas atau kuantitas dalam Bidang Komunikasi dan Informatika ? serta apa yang sudah saya perbuat ?
2. Hal apa saja yang bisa dilaksanakan didaerah baik secara parsial atau comprehensive lakukan saja.
Misalnya :
- Pertunjukan Rakyat
- Media Tradisional
- Konferensi Pers Secara Rutin
- Dialog Interaktif
- Pembentukan KIM
- Komunikasi Sambung Rasa
- Kelompok Tani / Nelayan
- Dan Lain – lain.
3. Pembahasan Program / Kegiatan ini penting dalam Tahun 2008 yang nanti akan dipersentasikan oleh masing – masing Kepala Bidang saya, boleh kita sharing dan tukar – menukar informasi.
4. Selanjutnya presentasi makalah dari masing – masing Kepala Bidang, antara lain :
a. Kepala Bidang Humas dan HAL (Hubungan Antar Lembaga ).
b. Kepala Bidang Pengembangan Komunikasi .
c. Kepala Bidang Pembinaan / Pengawasan dan Kegiatan.
d. Kepala Bidang Pos dan Telekomunikasi.
e. Kepala Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Telematika.

Acara selanjutnya dari sekertariat WOC (World Ocean Conference) Tahun 2009 Dr. Deisy Mantiri, DEA yang menyatakan gagasan pencetusan WOC 2009 oleh Gubernur Sulut Bpk Drs. Sinyo H. Sarundajang, yang diutarakan pada tanggal 12 – 13 Desember 2005 saat perjalanan Manado – Miangas.
Kenapa Provinsi Sulawesi Utara layak dijual karena :
1. Dari 92 pulau terluas yang ada diseluruh wilayah Indonesia, pulau terluas tersebut ada di Sulawesi Utara.
2. Ada juga Gunung Api bawah laut yang ada di Kab. Sitaro .
3. Adanya fosil – fosil hidup ( peninggalan sejarah ) di Kab / Kota, mau pun di Manado sendiri.
4. Berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu kota DAVAO Philipina Selatan .

Kemudian Ibu Dr. Deisy Mantini, DEA katakan selanjutnya laut dan hutan sebagai sebuah ekosistem perlu dijaga keseimbangannya, kecintaan terhadap lingkungan perlu di Blow – Up jadi jangan nanti ketika berlangsungnya acara kita Blow – Up masalah illegal logging, illegal fishing, serta demo – demo / unjuk rasa yang bisa merugikan nama daaerah dimata Internasional. Ketika ada tamu kita mesti saling membantu jangan mengekspose hal-hal yang dapat merusak citra menjelang dan saat berlangsungnya WOC tersebut.
Yang diharapkan dalam WOC 2009 adalah sebagai berikut :
A. Jaga Keamanan dan Ketertiban
B. Kebersihan Lingkungan
C. Tingkatkan SDM
D. Image (citra) perlu dipelihara
E. Perlu sosialisasi yang berkesinambungan

Istilah MICE :
- Meeting
- Incentive
- Convention
- Exhibition

- MULOK : Muatan Lokal
- CTI (Coral Triangle Intiative) Side Event, WOC 2009 and CTI Summit.
- Side Event
1. Simposium Ilmiah dari organisasi lingkungan dan kelautan dunia di Kaiwatu.
2. Pameran IPTEK dan Industri
3. Penetapan Taman Laut Bunaken sebagai warisan Dunia oleh UNESCO.
- http://www.sulut.go.id/
- WOC Tahun 2009 hendaknya jadi tuan rumah dinegeri sendiri.
- Sekertariat WOC 2009 ada membagikan CD bagi Kadis Kominfo Kab/Kota dan mitra kerja dalam rangka turut menyukseskan acara yang berskala internasional tersebut tanggal 11-15 Mei 2009.

­Masukan – Masukan :
- Materi WOC 2009 hendaknya dimasukkan dalam kurikulum sekolah – sekolah (Kadis Infokom Kab. Sitaro)
- WOC 2009 berkaitan dan berdekatan dengan Pemilu 2009, apakah tidak menggangu ? (Kadis Infokom Manado)
- Pmbangunan Media Center, hendaknya Dinas Kominfo Kab/Kota mengaktifkan fungsional Pranata Dinas seperti Jupen zamannya Deppen dulu ! (Wakadis Kominfo Sulut)
- Dasar Hukum WOC 2009 Keputusan Presiden sementara MKPD 2010 PERDA, apakah korelasinya ? dan WOC 2009 bisa bersinergi dengan BPPI Wilayah VIII Manado DepKominfo karena ada penelitian Tahun 2008 yang berhubungan langsung dengan WOC 2009.
- Kepres No. 23 Tahun 2007 Tanggal 15 November 2007 tentang WOC Tahun 2009.

Joke Ala Drs A.J Tumengkol :

- Ada lagi yang hadir disini pakai pangkatlah atau ada bintang – bintang segala, mungkin dulunya orang Perhubungan kali !!!
- Protokol sebaiknya gak usahlah dibacakan titel atau gelar malu kita sudah tidak zamannya lagi, banyak disini yang sudah bergelar M.SI dan Doktor kalau Drs. atau S.H tidak berarti atau nyandak ada gunanya.
- Mana bagian kepegwaian itu ?
Tolong bacakan absentnya sebab ada tanda tangan gak ada orangnya, jumlahnya tidak sesuai dengan yang hadir, setor muka lalu hilang begitu saja.
- Ayo silahkan kalau mau merokok, setelah agak siang yang bersangkutan berceloteh lagi “ cepat itu so lapar torang ini “..
- Hadirin yang hadir banyak yang tersenyum bahkan tertawa, itulah adanya plus minus torang pe pimpinan (Bos).

Baca selengkapnya...

Rabu, 26 Maret 2008

MENYIKAPI MARAKNYA SITUS PORNO DI INTERNET, SIAPAKAH YANG DIRUGIKAN ...?

Roy Suryo; seorang pakar telematika di Indonesia menyebut satu angka fantastis mengenai jumlah situs porno buatan asli orang Indonesia. Dari sekitar 24,5 juta situs dengan admin orang Indonesia, lebih dari satu jutanya adalah SITUS PORNO. Hal ini diungkapkan Roy yang ditemui setelah usai Konfrensi Pers Pengesahan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Hotel Sultan, Jakarta (Manado Post/25-03-2008, Hal. 1).
Sudah sedemikian luar biasanya pertumbuhan situs porno di internet serta banyaknya orang-orang Indonesia yang mengakses internet tersebut baik besar/kecil, tua/muda, berpendidikan atau tidak, miskin/kaya dan seterusnya. Bahkan realitanya sekarang selain di warnet, ada indikasi beberapa lembaga atau institusi atau sekolah yang menyalahgunakannya untuk membuka situs porno tanpa dapat diketahui serta belum ada tindakan dari pimpinan lembaga yang bersangkutan.
Kita semua khawatir dan bertanya, mau dikemanakan nanti moral anak bangsa ini kedepan ? kalau tidak ada gerakan preventif dari pihak-pihak yang berkompeten. Para orang tua murid pun menjadi resah akan ekses negatif dari peredaran situs porno tersebut.
Pemerintah pun tidak tinggal diam menanggapi keluh kesah publik/masyarakat akibatnya dan penggunaan situs porno. Pemerintah pusat maupun daerah, melalui Departemen Komunikasi dan Informatika yang dipimpin oleh Muhammad Nuh angkat bicara dengan menyatakan departemennya nanti akan memblokir situs-situs berkonten negatif, diantaranya situs porno. “Kami telah mengikat komitmen dengan APJI dan KPI untuk memblokir situs-situs negatif itu”. (http://balitbang.depkominfo.go.id 26/03/2008)
Selama ini memang substansi internet hanya dibatasi dengan kode etik saja, kini pemerintah akan mengambil langkah tegas kemungkinan besar sekitar April-Mei 2008 situs porno sudah diblokir semuanya.Malahan dengan tegas Ibu Loly Amalia Direktur Sistem Informasi perangkat lunak Depkominfo akan segera membentuk Tim Khusus untuk mengawasi dan menindak lanjuti pengaduan dari masyarakat.
Memang jika dianalisis sangat sulit memblokir situs porno jika pakai hosting diluar negeri, mungkin kalau pakai situs dalam negeri masih bisa dilacak. Walaupun sudah ada UU ITE tapi sulit menjeratnya sebab ancaman pidana memerlukan bukti-bukti autentik sementara hal tersebut sulit didapatkan. Jalur akses bisa darimana saja dalam atau luar negeri, bahkan di milis-milis ada yang menyatakan bahwa akan mencoba mendatangkan akses dari luar negeri.
Warnet-warnet bisa terkena dampaknya karena kalau ada fasilitas untuk bisa mengakses pornografi atau orang-orang mendownload dan menyebarkan kepada publik dapat dijerat dengan UU ITE, tapi kalau lembaga/institusi/sekolah bagaimana...? inilah yang menjadi persoalan kita semua.
Sudah tepat langkah yang diambil Depkominfo dalam hal ini, demi menyelamatkan generasi penerus bangsa ini, sebab pemerintah berkehendak bukan hanya situs porno saja yang akan diblokir melainkan semua jenis situs yang berkonten negatif.
Tapi yang pasti internet sebagai media baru telah membuka ruang publik untuk mendorong terciptanya demokratisasi diabad modern ini sudah barang tentu dengan plus minusnya dan hal ini tidak bisa dibendung lagi kedatangannya. Tinggal bagaimana cara kita ( pemerintah, orang tua, dan lembaga-lembaga pendidikan) mendidik serta mengarahkan anak-anak ke jalan yang benar melalui keteladanannya, budi pekerti dan moral yang baik, sehingga apapun yang masuk dapat difilter secara objektif, agar masa depan anak bangsa ini dapat terjamin eksistensinya.
Yang terakhir adalah tentang fungsi media yang salah satu berbunyi melakukan edukasi, THE OWNER ( pemilik & pemimpin redaksi )diharapkan dapat mengaplikasikan dengan tidak mendiseminasikan informasi yang dapat merusak mental generasi penerus, atau dengan sengaja mengkomersialisasikan situs porno atau konten negatif lainnya.
Marilah kita sama-sama berjuang ikut membantu bangsa ini; yang sudah barang tentu sesuai dengan talenta kita masing-masing. Misalnya media memberikan fungsi edukasi bagi masyarakat, pemerintah sebagai pelaksana regulasi atau regulator, tokoh masyarakat/tokoh agama mengajak masyarakat secara persuasif menjauhi situs porno, orang tua mengawasi anak-anaknya, lembaga-lembaga pendidikan menjadi contoh bagi komunitas disekitarnya.

Baca selengkapnya...

Minggu, 23 Maret 2008

( PERISTIWA DIBALIK BERITA )AKTIVITAS TEMU ILMIAH PENELITI DAN RAKORNAS DEP. KOMINFO SERTA SEMINAR IIWAS & MMOM

PERIODE 22 NOVEMBER 2007 S/D 5 DESEMBER 2007
Oleh Ramon Kaban

Sejak tanggal 22 November 2007 penulis sudah berangkat ke Jakarta dari Manado untuk mengikuti temu ilmiah di Puncak Bogor selama 2 hari yang membuahkan hasil yakni saudari Juditha Crhistiany Judita S.Sos menjadi juara 2 atau juara 3 atau juara bersama dengan mas Agung Harimurti M.Kom dari BPPI Wilayah IV Jokjakarta dalam presentasi karya ilmiah dari 13 orang peserta dari 8 Balai dan 4 Pusbang 1 Sekertariat di lingkungan Badan Litbang SDM Dep. Kominfo.

Semua hasil penelitian disajikan oleh para peneliti hanya 2 orang calon peneliti yang tampil yaitu dari Manado serta Yogyakarta, yang secara kebetulan dapat nilai sama dan masuk 3 besar ( THE BEST THREE).. Perlu diketahui bahwa Juara I adalah sdr.Drs.Baso Saleh dari BPPI Wilayah VII Makassar seorang peneliti yang sudah malang- melintang di dunia penelitian, sementara itu sdri Judita & sdr. Agung adalah masih sebagai calon peneliti, pegawai baru ( angkatan 2006) tapi boleh disejajarkan dengan para peneliti senior yang ada sekarang. Jujur penulis katakan mereka berdua boleh dibilang sebagai kader masa depan di DEPKOMINFO.

Khusus kepada sdri. Judita penulis bisa sedikit berkomentar ketika Desember 2006 ia ditunjuk mengikuti diklat calon peneliti dengan 3 orang rekannya di LIPI dan meraih predikat 12 besar peserta terbaik. Selanjutnya ditunjuk mewakili BPPI Manado dengan pak Samad Lasape ,BA seorang peneliti senior menghadiri Temu Ilmiah Tingkat nasional Badan Litbang SDM Dep. Kominfo sudah melalui seleksi yang ketat.

Pertama sekali adalah seleksi orang diantara peneliti dan calon peneliti yang ada, seleksi kedua adalah hasil penelitian mana yang akan dipersentasikan dari beberapa penelitian yang sudah selesai, seleksi ketiga adalah pematangan yaitu dipersentasikan secara internal di BPPI Manado yang terakhir adalah seleksi pantuhir atau penentuan akhir secara pribadi dengan penulis sebagai atasan langsung tentang hal-hal yang prinsip dalam dunia penelitian serta strategi apa yang digunakan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari floor dan seterusnya.

Kesan penulis tentang acara Temu Ilmiah seperti ini cukup menarik & bermanfaat bagi kalangan peneliti serta harus punya kontribusi bagi lembaga, Pesan penulis jadikanlah ajang Temu Ilmiah ini sebagai ajang kompetisi yang sehat dan dinamis sekaligus mencari bibit unggul/kaderisasi bagi masa depan Kominfo itu sendiri.

Kemudian mengikuti acara RAKORNAS KOMINFO Tgl 26 – 27 Nocember 2007 di hotel MENARA PENINSULA JAKARTA yang secara kebetulan pula Kepala BPPI WILAYAH VIII MANADO dipercayakan sebagai juru bicara KOMISI IV yang membidangi SDM Komunikasi Dan Informatika yang dikomandani oleh Bpk. Ketua Aizirman Djusan, Wakil Ketua Bpk. Henry Subiyakto, Sekertaris Ibu Sri Wuryatmi.

Penulis sebenarnya tidak menawarkan diri untuk jadi spokesman, karena ditunjuk oleh pak Henry dan Bu Sri mau tidak mau hanya bisa mengatakan SIAP. Banyak yang lebih pantas & mampu dari saya antara lain para Direktur di jajaran kominfo atau Para Kadis Kominfo Provinsi seperti pak Tumengkol dari Sulut atau pak Fred dari Provinsi Papua.

Acara tersebut dibuka oleh bapak M. Nuh (Menkominfo ) dihadiri lebih kurang oleh dua ratusan lebih para pejabat Eseloi, II,III dan Ka.UPT yang ada di daerah-daerah. Kemudian ditutup oleh bapak Sekjen Aswin Sasongko atas nama Menteri. Selanjutnya acara penyerahan mobil dinas operasional kepada perwakilan dari Sumut, Jateng, Papua di halaman kantor Kominfo Jln.Merdeka Barat Jakarta.
Acara Selanjutnya adalah mengikuti seminar IIWAS dan MOMM (Information Intregation And Web – Based Aplications and Services & Advance In Mobile Computing And Multimedia) di Hotel SANTIKA JAKARTA dari tanggal 3 – 5 Desember 2007 adalah event International di bidang ICT diikuti oleh berbagai negara dari segenap penjuru dunia. Penulis hanya sebagai partisipan saja. Demikian ketatnya schedule persidangan mengakibatkan banyak peserta dalam negeri kewalahan, belum lagi persoalan bahasa dan substansi ICT literatenya.
.
Seminar IIWAS and MOMM 2007 pembukaannya dilaksanakan di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta oleh bpk. Kepala Badan Litbang SDM kominfo. Selesai acara pembukaan dilanjutkan dengan sidang komisi dengan penyaji para profesor bidang ICT dari mancanegara setelah penyaji pertama mempresentasikan makalah yaitu Prof. Dr. Chang. Saya jadi berfikir apa seminar itu cocok untuk penulis ?

Bahasanya sangat tematis, sangat ilmiah, sangat akademis serta terlalu filosofis bagi kalangan birokrat. Para audience juga mayoritas pakar ICT, Kandidat Doctor, Kandidat Master, Para Guru Besar / Senior Lecture dan Civitas Academica UIN / Jakarta.

Ada sebuah peristiwa lucu, unik dan menarik ketika Dr. Ismail K. Ibrahim Ketua Panitia / Steering Comitte menuduh Sdr. Drs. Parulian Sitompul dan bapak Drs. Tatang Supriatna utusan dari BPPI Depkominfo dituduh mau menculik (kidnapping) salah seorang narasumber yaitu Prof. Dr. Gabriel Kotsis padahal yang sesungguhnya hanya salah pengertian saja atau miss communication saja.

Menyetir kata – kata Dr. Ismail di depan sekumpulan teman-teman dari BPPI : “anda ingin menghancurkan conference, katanya lagi akan saya laporkan kepada Menkominfo”. Pak Tatang dan Sdr. Parulian Sitompul tidak gentar sama sekali dengan mengatakan silahkan saja, wong kami tidak bersalah kok takut kata mereka berdua.
Kejadian sebenarnya menurut versi penulis yaitu ketika session Prof.Dr. Gabriel akan dimulai yang bersangkutan meluncur ke luar kompleks UIN dengan pak Parulian dan pak Tatang dan teman lain. Entah siapa yang mengomandoi mereka pun berangkat keluar.

Yang pasti pak Parulian mau mengantar pak Tatang ke Hotel karena sakit, Mereka tidak tahu sama sekali Prof.Gabriel sebagai pembicara atau menganggap hanya sebagai peserta biasa saja walau mereka barengan satu mobil. Entah siapa yang memberi informasi kepada Dr. Ismail memanggil dan langsung marah-marah tanpa tahu sebab musababnya. Inilah yang dinamakan bak kata pepatah “ orang yang makan nangka kita yang kena getahnya “.

Salut dan Puji saya haturkan pada Pak Sunaryo kepala MMTC Yogyakarta yang mencoba menjadi mediator , sementara pihak UIN diam seribu bahasa, Panitia dari Kominfo juga tidak cepat turun tangan, Peserta dari Kominfo sendiri sepertinya diterlantarkan, buktinya ada yang tidak dapat Id card lah, ada yang tidak dapat tas lah, ada yang tidak dapat jadwal acara dan hampir semua tidak dapat Booklet lah dan lain-lain. persis seperti anak ayam kehilangan induk, Mestinya event yang berskala international seharusnya didukung kepanitian yang profesional juga.

Baca selengkapnya...

Bagaimana penilaian Anda terhadap tulisan-tulisan saya ini ?

Terjemahkan tulisan ini dalam Bahasa Inggris (In English)