By Ramon Kaban, Kabid Evaluasi & pelaporan Puslitbang PPI, Litbang SDM
Acara FGD kali ini adalah dalam rangka penyusunan RPM tentang SPAM yang diselenggarakan oleh Direktorat Keamanan Informasi, Ditjen Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya masing-masing. Opening Ceremony dilakukan oleh DR. Ir. Cahyana Ahmadjayadi, MH Staf Ahli bidang Politik dan Keamanan, hadir sesuai dengan daftar undangan 9 orang Narasumber peserta FGD 23 orang yang terdiri dari pejabat setingkat eselon II Ditjen Aptika, Badan Litbang SDM, Inspektur III Itjen, Kadis Kominfo Jabar, Direktur Bandung Technopark), Peneliti Kominfo, Praktisi IT, akademisi (ITB), IDSIRTII, PT Pos, Telkom.
Sekilas informasi dapat dijelaskan bahwa Spam atau bisa juga disebut Junk Mail adalah penyalahgunaan sistem pesan elektronik ( termasuk media penyiaran dan system pengiriman digital) untuk mengirim berita iklan dan keperluan lainnya secara massal. Umumnya, spam menampilkan berita secara bertubi-tubi tanpa diminta dan seringkali tidak dikehendaki oleh penerimanya. Pada akhirnya spam dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna situs web. Biasanya orang yang menciptakan spam elektronik disebut spammers.
Bentuk Spam yang dikenal secara umum meliputi : spam surat elektronik, spam pesan instan, spam Usenet Newsgroup, spam mesin pencari informasi web, spam blog, spam wiki, spam iklan baris daring, spam jejaring social, spam telepon genggam, spam bentuk non komersial dan sebagainya. Spam dikirimkan oleh pengiklan dengan biaya operasional yang sangat rendah, karena spam tidak memerlukan senarai (mailing list) untuk mencapai para pelanggan-pelanggan yang diinginkan.
Karena hambatan masuk yang rendah, maka banyak spammers yang muncul dan jumlah pesan yang tidak diminta menjadi sangat tinggi. Akibatnya banyak pihak yang dirugikan. Selain pengguna internet itu sendiri, ISP ( penyelenggra jasa internet atu internet service provider), dan masyarakat umum juga merasa tidak nyaman. Spam sering mengganggu dan terkadang menipu penerimanya.
Bambang Heru sebagai Direktur Keamanan Informasi Ditjen Aptika Kominfo mengawali dengan mengatakan bahwa FGD tentang SPAM ini sangat mendesak dilakukan dengan titik utama yakni belum effektifnya para pelanggan pra bayar, apa diperlukan proses validasi ? karena harus ada yang namanya identitas sementara KTP, sementara keberadaannya belum dipercaya benar keabsahannya.
Sementara itu pak Cahyana mengatakan pada tahun 2011 adalah tahun serangan cyber (The Cyber Attack), ada juga istilah KTA atau kredit tanpa angsuran spam itu adalah unwanted message bukan short message. Tambahnya lagi ada enam siklus cyber sekarang yaitu: cyberspace, cyber attack, cyber security, cyber crime, cyberlaw dan kembali kepada cyberspace inilah yang dikatakan simbiose mutualistis.
- Rancangan Peraturan masih digodok.
- FGD selanjutnya undang operator, akademisi serta pakar hukum.
- Penting dibentuk satu direkotrat website khusus anti Spam dan Spyware.
- Pemerintah sebagai regulator dan policy maker atau pembuat kebijakan.
- Belum ada iklan di radio atau televise yang bicara tentang SPAM.
- Regulasi Spam harus mempertimbangkan factor Yuridis, Sosiologis dan Filosofis.
- Bangsa Indonesia adalah konsumen spam dan gadget tak pernah jadi produsen.
- Uji Publik, Mekanisme Pemantauan dan Diklat bidang Information Society.
Budi Rahardjo (pakar IT ITB)
- Perlu dipelajari dulu folosofi Spam.
- Perlu atau tidak diatur tentang spam ?. menurut saya kalau menguntungkan tidak perlu diatur.
- Kalau mau diatur, ya ngaturnya mesti hati-hati, lebih banyak ruginya kalau tidak ditata.
- Yang paling banyak complain adalah Telkom.
- Bisnis___>bukan pendapatan tapi jumlah pelanggan.
Azhar Hasyim ( Direktur E-bussiness)
- Penomoran pra bayar yang tidak terregistrasi.
- Kesadaran para opereter mau tidak ikuti peraturan menteri.
- Atau mau atau tidak ?. ngapain ikuti peraturan menteri.
- Keinginan Spam diblokir.
Udi Rusadi (Peneliti)
- Perlu kajian mendalam apa manfaat dan mudaratnya ?.
- Perlu kampanye juga karena kalau ada orang bertanya boleh nggak mengadukan ke Kominfo?.
- Kerjasama dengan peneliti dan perguruan tinggi.
- Urgensi edukasi pada pemerintah, ISP, aktivis internet, blogger dst serta mandatory
Telkom
- Spam sama dengan virus.
- Tiga aspek utama: host sewer, network, client.
- Banyak terjadi hampir permasalahan kedua spam email dan website.
- Spam sms belum tersentuh karena validasi data masih kurang dan pengaduan resmi juga belum pernah ada.
- User internal Telkom, eksternal adalah diluar Telkom.
Arifianto (Peneliti)
- FGD adalah sebuah metode penelitian dan sekaligus jugapengumpulan data.
- Merumuskan dan identifikasi masalah kemudian ditindaklanjuti oleh team perumus.
- Tim perumus mesti kerja keras, jadikan saja 3 topik utama sesuai dengan undangan.
Didin (IDSIRTII)
- Draft Permen nomor….. tahun 2007.
- Yang penting peraturannya segera keluar.
- Spam dengan Virus satu paket istilah populernya 11.12.
Hogan Kusnadi (Praktisi IT)
- Spam melalui computer, internet dan mobil provider.
- Bisa juga sebagai batu loncatan saja, bila dilakukan oleh dunia hacker biasanya lebih berbahaya seperti zombie dan sebagainya.
- Proteksi wujud awareness, regulasi sebagai enforcement.
- Origin sebagian besar dari luar.
- Sekarang spam local berkembang pesat.
- Mobil belum ada anti spam andal mobil provider problemnya di registrasi.
- Sms mama minta pulsa, papa minta pulsa, KTA contoh-contoh nyata.
- Data bisa dicuri oleh hacker, Sony dalam sehari 20x di hack.
- E_htp organisasi crime internasional dapat dicuri juga.
- Perlu in parallel karena kalau sudah hilang nggak bisa kembali lagi.
PT POS INDONESIA
- Dampak sosial sms spam.
- Apalagi jika terima di luar negeri, bagimana ceritanya?.
- Tau nggak kita jika mengurangi pulsa handphone anda, serta berapa kurangnya kita nggak pernah tahu.
Firman (Dit. Keamanan Informasi)
- User, Provider dan regulator.
- Tiga pilar mesti duduk kembali berdiskusi perlu tidaknya aturan? tambah pakar.
-
Hasim (Dit.Keamanan Informasi)
- Masalah regulasi lapak atau pelanggan belum ada sanksi atau hukuman.
- Yang menyerang semua dari yang pra bayar.
- Indonesia bukan origin spam tapi penerima spam.
Analisis saya sebagai peserta FGD adalah seperti kita ketahui bersama forum FGD adalah sekumpulan para pakar yang kompeten pada bidang ilmunya masing-masing atau pengetahuannya masing-masing. Moderator bertugas hanya mengatur lalu lintas pembicaraan serta meluruskan jalannya diskusi jika sudah melenceng dari topik pembahasan dan tidak boleh menyimpulkan pembicaraan dari peserta atau narasumber.
Observasi setelah melihat langsung dan terlibat terhadap jalannya diskusi pada FGD tersebut urgensinya adalah sebuah momen yang tepat dalam mengantisipasi perkembangan tehnologi IT berikut dampak yang ditimbulkan, kementerian Kominfo sebagai lembaga pemerintah yang bertanggungjawab sebagai regulator harus berbuat agar dampak negative yang muncul dapat diminimalisir secara maksimal.
Narasumber dan peserta semua mesti diberikan kesempatan berbicara, masing-masing sudah membawa bahan untuk didiskusikan tidak ada yang datang tanpa bahan atau materi bahasan.
Namun apa yang terjadi dalam forum FGD tersebut ada individu yang selalu mendominasi pembicaraan, tidak jelas siapa moderator yang ada hanyalah juru bantah, tidak semua peserta dapat menyampaikan buah pikirannya dan minimnya waktu diskusi sehingga kurang effektif dan kurang fokus juga.
Saya sudah menyampaikan secara lisan kepada panitia ditanggapi dengan positif kemudian untuk diindahkan pada masa mendatang. Demikian laporan singkat ini semoga bermanfaat bagi kita semua.
Kamis, 21 Juli 2011
Notulen FGD (Focus Group Discussion)Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang SPAM Htl Grand Aquila Bandung, Senin, 27 Juni 2011
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
06.16
0
komentar
Label: Analisis Aktual
Selasa, 10 Mei 2011
LAPORAN TUGAS MONITORING PENELITIAN MANDIRI PERORANGAN
PUSLITBANG PENYELENGGARAAN POS & INFORMATIKA ( PUSLITBANG PPI )
BADAN LITBANG SDM, DI KOTA MEDAN, PROVINSI SUMATERA UTARA, 2-4 MeI 2011
OLEH : RAMON KABAN ( Kabid Evaluasi & Laporan Puslitbang PPI )
Sebelum melakukan tugas monitoring sehari sebelumnya yaitu hari Jumat, tanggal 29 April 2011 di ruang kerja Kapuslitbang Penyelenggaraan Pos & Informatika, Badan Litbang SDM ibu Dra. Siti Meiningsih, M.SC. dilaksanakan persentasi 4 (empat) buah judul penelitian mandiri atas nama : Anton Susanto ( Calon Peneliti ), Wahyuningsih ( Struktural ), Arum Maharani ( Calon Peneliti ) dan Atjih (Peneliti) dengan menghadirkan seorang Narasumber yang kompeten serta kredibel dibidangnya yakni seorang Peneliti Senior LIPI bapak Kusbiantono. Hadir pada pertemuan tersebut seluruh pejabat Struktural, para Peneliti serta sebagian besar staff yang ada pada Puslitbang PPI.
Setelah selesai persentasi penelitian mandiri perorangan dilanjutkan dengan tanya-jawab tentang item-item kuesioner yang telah dipersentasikan. Memang kali ini hanya membahas atau focus pada item-item kuesioner saja, menurut informasi dari salah seorang staf bahwa TOR atau proposal sudah dibahas sebelumnya termasuk wilayah penelitian serta komposisi personilnya. Anehnya pak Kusbiantono karena baru pertama sekali hadir harus memperkenalkan diri, termasuk saya sendiri yang baru mula pertama juga bertugas langsung dikasih kepercayaan memimpin rapat sebab bu Mei tugas ke Semarang dan pak Sudji ada tugas lain dari pimpinan yang sedang diembannya.
Ada pun jumlah kuesioner keseluruhan berjumlah 60 buah yang setiap penelitian mandiri perorangan ada sebanyak 20 buah kuesioner. Ketiga (3) buah judul penelitian tersebut adalah :
1. Pemanfaatan Internet Sehat. 2. Kajian Tentang Pemanfaatan Layanan Transaksi Keuangan Pada PT Pos Indonesia Oleh Masyarakat. 3. Analisis Penerimaan Masyarakat Lokal terhadap Layanan Internet Pada Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK).
Kebetulan saya mendapat tugas monitoring ke kota Medan dengan didampingi oleh seorang peneliti senior bapak Drs. Paraden Sidauruk, M.Si dan bapak Jhon Sinaga salah seorang staf pada Puslitbang PPI sebagai tenaga pengumpul data. Ini merupakan sebuah penghargaan buat pak Jhon Sinaga yang katanya bulan depan sudah memasuki usia pensiun, juga buat saya serta pak Paraden Sidauruk yang bisa pulang ke kampung halaman tercinta.. yah… hitung-hitung sambil menjenguk orang tua yang sedang sakit di Medan.
Karena sekarang telah diterapkannya anggaran berbasis kinerja dan telah at cost maka kami bertiga naik pesawat Garuda, setiba di bandara Polonia, Medan kami langsung meluncur ke BBPPKI Medan (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi & Informatika Medan) dalam rangka berkoordinasi serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada bapak Drs. Waladdin Siagian selaku pimpinan serta para struktural yang hadir.
Kehadiran kami bertiga dari Puslitbang PPI direspon sangatlah positif oleh temen-temen UPT di daerah walau mereka juga sedang persiapan rapat panitia BImtek yang segera akan diadakan. Ketika pimpinan sudah merestui dan memberi dukungan, para pengumpul data berkumpul di ruang Kabag Tata Usaha bapak Zulfa Basir Lubis.
Hari pertama para pengumpul data dari Jakarta didampingi tiga orang personil Balai Besar Medan yaitu : 1. Sdr. Yusrizal, S. Kom ( Calon Peneliti ) 2. Sdr. Mutaqien, S. ST ( Calon Peneliti ) dan Sdr. Pontas Simbolon ( Litkayasa ) , pak Zulfa dan saya sendiri yang memantau jalannya coaching yang dilakukan oleh pak Paraden Sidauruk dan pak Jhon Sinaga semuanya sudah sesuai dengan SOP atau standar Operasional Prosedure yang ada.
Saya melihat dan mendengar sendiri bahwa item kuesioner tidak begitu mengganggu temen-temen yang mau terjun ke lapangan, yang krusial cuma penentuan lokasi pengedaran kuesioner dan siapa-siapa yang bertugas kelak. Karena dari perbincangan yang hangat/actual adalah pada topic penelitian mandiri perorangan yang berjudul Kajian Tentang Pemanfaatan Layanan Transaksi Keuangan pada PT. Pos Indonesia Oleh Masyarakat yang menyita cukup banyak waktu.
Sulitnya mencari responden merupakan factor dominan sehingga para personil yang akan terjun mulai sore hari mengadakan rapat lagi bagaimana menyiasati agar kuesioner tidak ada yang tidak diisi oleh responden, sudah barang tentu melalui pengarahan para pengumpul data pada saat coaching berlangsung. Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah 2 (dua) penelitian menggunakan skala Likert dengan alternative jawaban ganjil, namun ketiga judul penelitian semuanya menggunakan metodologi Kuantitatif.
Hari kedua tugas monitoring adalah mengecek laporan dari para pengumpul data, sementara para petugas lapangan selalu dipantau keberadaannya oleh pak Paraden dan pak Jhon Sinaga manakala ada kesulitan di lokasi penelitian. Tugas yang dilakukan pak Jhon Sinaga dan pak Paraden Sidauruk menjadikan tugas saya pula untuk memonitor segala aktivitas yang dijalankan oleh mereka apakah sudah sesuai dengan prosedure. Para personil BBPPKI Medan kelihatannya sudah cukup profesional dalam menjalankan tugasnya karena tidak ada keluhan atau pertanyaan atau pernyataan terkait dengan kuesioner tersebut.
Hari ketiga saya selaku petugas monitoring siap-siap akan pulang ke Jakarta, artinya sebelumnya melakukan pengecekan terakhir kepada pengumpul data apakah semua kuesioner sudah terisi semua dengan baik, apakah built hotel sudah didapat, apakah SPPD sudah ditanda tangani dan di stempel, apakah airport tax sudah diperoleh serta mengecek kondisi terakhir kesehatan tim. Memang intinya waktu monitoring katanya hanya paling lama 3 hari, sementara tim ( petugas pengumpul data ) boleh sampai 5 hari.
Demikianlah laporan singkat kegiatan petugas monitoring ini telah dibuat dan disusun sedemikian rupa untuk pertanggung-jawaban secara akademis atau ilmiah serta administrative kepada pimpinan yang menugaskan, sekaligus buat bahan bagi para peneliti manakala dibutuhkan oleh mereka sebagai data sekunder mau pun data tertier. Sehingga diharapkan nanti agar hasil penelitian ini semakin berkualitas serta dapat dimanfaatkan oleh para stakeholder ( user ) yang ada relevansinya dengan tugas, pokok serta fungsi instansi masing-masing.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
21.08
0
komentar
Label: Laporan
Minggu, 17 April 2011
MASA JABATAN KEPALA BPPKI BANDUNG 24 DESEMBER 2008 s/d 15 APRIL 2011
I. Yang sedang S3
1. Drs. Ramon Kaban M. Si : di Pascasarjana UNPAD Bandung (Swadana 2006-2011)
II. Yang sudah selesai S2:
1. Suprapti Dwi Takariani : di Pascasarjana Tahun 2009 UNPAD Bandung (Beasiswa)
2. Kastawa : di Pascasarjana Tahun 2010 UNPAD Bandung (Beasiswa)
3. Noneng Sumiaty : di Pascasarjana Tahun 2010 UNPAD Bandung (Beasiswa)
4. Didit Praditya : di Pascasarjana Tahun 2011 ITB Bandung (Beasiswa)
III. Yang belum selesai S2:
1. Vita Putri Utami : di Pascasarjana UNPAD (Belum selesai)
IV. Yang sudah selesai S1:
1. Riguna Afazar : di FMIPA UNPAD Bandung (swadana)
V. Yang sedang proses S1:
1. Widhi Budhiarta : di UNIKOM Bandung (swadana).
2. Dani Wahyudi : di UNIKOM Bandung (swadana).
3. Ricki Wayuardiyono : di UNIKOM Bandung (swadana).
VI. Prestasi Orang:
1. Badar Agung Nugroho Juara III Temu Ilmiah Peneliti I di Jakarta 2010
2. Badar Agung Nugroho Juara III Temu Ilmiah Peneliti II di Bandung 2010
3. Dida Dirgahayu Juara II Kompetensi Peneliti Maret 2011; Puslitbang Aptika dan IKP di Bogor tahun 2011.
VII. Prestasi Lembaga:
1. Jurnal Observasi Status Akreditasi nilai C oleh LIPI Tahun 2010
VIII. Tahun 2010-2011 dapat dua Proyek Penelitian dari Kementerian RISTEK dengan judul:
1. PENGEMBANGAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIC CENTER (KIP CENTER) DI PROVINSI LAMPUNG DAN BANTEN.
2. PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM ORGANISASI STUDI KASUS DI INSTANSI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN BANTEN.
IX. Perpustakaan BPPKI Bandung sedang dalam proses digitalisasi dengan sistem Software Senayan.
X. Pengusulan pegawai:
• Pengusulan Tenaga Honorer jadi CPNS:
1. One Indraretnani, S. Sos.
2. Agung Satrio, SH.
3. Ian Wahdian
4. Adang Rahayu
• Sedang diusulkan jadi CPNS 1 Orang:
1. Asep Sukmana
XI. KP.T.A. 2009:
1. Reguler : 1 (Drs. Maman Nurzaman)
2. Fungsional : 7 orang
1) Drs. Ramon M. Si
2) Drs Mulyono Yalia
3) Dra. Risa Sunarsi
4) Drs. Syarif Budi Rianto
5) Noneng, SH.,
6) Suprapti, SH., M. Si
7) Theresia Nenny B
3. Pengangkatan
Jabfung : 1 orang (Syaidah, S. Sos)
XII. T.A. 2010:
1. Reguler : 3 orang
1) Widhi B
2) Dani Wahyudi
3) Drs. Karsita (BUP)
2. Fungsional : 1 orang (Nety S., SH)
3. Satyalancana Karya Satya
X Tahun : 1 Orang
XX Tahun : 15 Orang
XIII. T.A. 2011
TMT 1 April 2011 :
1. Dida Dirgahayu, S. Sos
2. Lambertus
3. Johnson. P. SH. HK
Kesan dan pesan:
• Kepentingan keduniawian secara pribadi/personal saya tidak punya masalah dengan siapa pun di Kantor BPPKI Bandung.
• Jabatan boleh berganti tapi persahabatan mesti jalan terus dimana saja dan kapan saja.
• Kenapa saya minta maaf secara khusus karena kita sering berkomunikasi, bersentuhan dan bertutur kata yang telah menyinggung hati nurani bapak-bapak/ibu-ibu dalam konteks kedinasan atau non kedinasan.
• Marilah bapak-bapak dan ibu-ibu semua kita tingkatkan profesionalisme dan prestasi masing-masing, kita bukan mengabdi kepada orang tetapi kepada lembaga/organisasi.
Orang Bandung sedang sembahyang
Hari Jum’at di tengah hari
Pergilah kasih pergilah sayang
Jauh dimata tapi dekat dihati
Batu cincin batu mulia
Batu diletak diatas meja
Tambah tahun tambah usia
Hendaklah tambah kreatifitas kerja
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
18.35
0
komentar
Label: Laporan