Tindak lanjut kegiatan-kegiatan yang sudah dirintis sebelumnya oleh ibu SIKIB (periode 2004-2009).
Thema: OVOP: Masuk kategori Indonesia pintar.
SIKIB: Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu.
Tujuan: Pengolahan Industri Skala Mikro agar bernilai jual global dan ramah lingkungan.
Turut hadir:
1.Bu Menko Perekonomian (Ketua I).
2.Deputy Menko Perekonomian.
3.BU Menristek.
4.Bu Menkominfo (Humas).
5.BU Menakertrans.
6.BU Wakil Menteri Perdagangan.
7.Bu Wakil Menteri Hukum dan Ham.
8.Bu Kepala BPPT.
9.Sekjen SIKIB. (Bu Anton Priantomo).
10.Sekertaris Ibu Any Yudhoyono.
11.Bupati Bandung. (H Obar Sobarna).
12.Unsur Muspida Kabupaten Bandung.
Sikib terdiri dari 5 pilar:
1.Indonesia Pintar.
2.Indonesia Hijau.
3.Indonesia Sehat.
4.Indonesia Peduli.
5.Indonesia Kreatif.
RILIS BERITA
PELATIHAN ONE VILLAGE ONE PRODUCT(OVOP)
untuk PENGEMBANGAN KOMUNITAS TERINTEGRASI:
“MEMBANGKITKAN USAHA MIKRO BERDAYASAING GLOBAL & BERDAYATAHAN TINGGI”
1.SIKIB sebagai sebuah perkumpulan para penggiat pemberdayaan masyarakat memiliki visi “Mewujudkan tatanan kehidupan dan penghidupan masyarakat yang cerdas, sehat dan sejahtera”. Dengan lima pilar programnya, ialah indonesia pintar; Indonesia hijau; Indonesia Sehat; Indonesia peduli dan Indonesia Kreatif, SIKIB juga berupaya mendorong dan turut berpartisipasi aktif-bersama berbagai elemen/penggiat pemberdayaan masyarakat di berbagai penjuru tanah air-agar pencapaian target MDG's di Indonesia optimal, sehingga dapat lebih meningkatkan harumnya nama bangsa dan negara dalam pencaturan global.
2.Sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat, SIKIB-di bawah koordinator ketua 1, Ibu Okke Hatta Rajasa-mendorong digunakannya metode OVOP(one village one product) dalam mengembangkan kapasitas komunitas secara terintegrasi, menimbang bahwa metode tersebut terbukti efektif di berbagai daerah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Beberapa prinsip OVOP antara lain:
a)Local yet global
Mengembangkan produk yang memiliki daya saing dan diterima di pasar global, dimana produk tersebut mencerminkan kebanggaan pada budaya lokal.
b)Self reliance & creativity
Merealisasikan produk melalui upaya mandiri dalam mengoptimalisasi potensi-SDM & SDA-di daerah masing-masing.
c)Human resource development
Mendorong masyarakat untuk bangkit dengan cara menstimulasi kreatifitas.
Prinsip-prinsip tersebut dipandang SIKIB sebagai konsep yang tepat untuk dapat melahirkan produk yang kompetitif dan industri skala mikro yang memiliki daya tahan serta endurance tinggi karena mengakar di masyarakat. Di samping itu, SIKIB juga menghasung agar produk-produk yang dihasilkan berbasis pada proses produksi yang ramah lingkungan(zero waste).
3.Sebagai rintisan implementasi metode di atas, SIKIB memilih 3 titik Rumah Pintar(Rumpin)-Rumpin Papakmanggu-Gambung; Bandung, Rumpin Pacitan, Rumpin Cikeas-dengan fokus pada pengembangan tahap lanjut dari Sentra Kriya di setiap Rumah Pintar tersebut.
Di Rumpin Papakmanggu-Gambung dikembangkan usaha mikro dari produk berbasis agroindustri, Rumpin Cikeas mengembangkan usaha jamur dan Rumpin Pacitan mengembangkan usaha mikro batik yang menggunakan pewarna alam dan proses produksi yang ramah lingkungan.
4.Peserta pelatihan ini sebanyak 30 orang yang merupakan perwakilan dari setiap Rumpin di atas, masing-masing sebanyak 10 orang.
5.Pelatihan ini di terselenggara dengan kerjasama antara SIKIB, APO dan Satoe Indonesia sebagai event organizer.
Rabu, 17 Februari 2010
TEROBOSAN ANGGOTA SIKIB (SOLIDARITAS ISTRI KABINET INDONESIA BERSATU) di Gambung Ciwidey, Bandung, 15 Februari 2010
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
01.57
0
komentar
Label: Laporan
Selasa, 12 Januari 2010
BUNGA-BUNGA LAPORAN DARI AULA BARAT
Lihat bu Betty biasanya yang jalan ke depan sambil memasukkan jari tangannya ke saku (kantong) celana minimal pejabat eselon II ? Kata saya dengan memperhatikan orang yang jalan ke depan dengan seksama.
Bu Betty diam terkesima nggak berani jawab, tapi mungkin dari bahasa tubuhnya nggak setuju kalau pun ibu tanya saya pasti akan jawab makanya perlu penelitian, Bu Betty dan Bu Harti Tertawa terkekeh-kekeh masak peneliti miskin ide sih ha....ha...ha.....
Lihat Bu Betty yang di depan kita kok cowok-cowoknya banyak yang Botak-Botak ada 4 feet, ada 8 feet dan seterusnya.
Bu Betty tersenyum simpul dan merasa geli sambil mengatakan: “Bapak ini bisa saja”.
Ada Pejabat yang duduk di belakang kami mungkin kerja di Pengadilan atau sejenisnya cerita soal pengadilan atau sejenisnya cerita soal pak Habibie, Mafia Hukum, dan uang ratusan juta, P2I dan sebagainya.
Saya membisikkan sesuatu sama Bu Betty dan Bu Harti saya berkata: “waktu saya di Medan dulu ada beberapa teman datang saat Tahun Baru. Ceritanya tinggi sekali, minta rokok langsung habis, minum bir minta tambah terus, objek ratusan juta, giliran mau pulang minta ongkos sama saya”. Langsung Bu Betty dan Bu Harti tertawa terkekeh-kekeh. Awalnya kita berfikir dan merasa bahwa teman tersebut orang terpandang (koceknya tebal), tapi ternyata bokek alias kanker. Kalau sedah begitu namanya kan tidak sesuai perkataan dengan kenyataan he..he...he...he.....
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
16.50
1 komentar
Label: Joke
Senin, 11 Januari 2010
Penyerahan DOKUMEN DIPA APBN di Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2010, Bandung, 7 Januari 2010
Menurut informasi lisan dari Kasubbag Tata Usaha BPPKI Bandung Dra, Betty Djuliati baru kali ini dilakukan penyerahan DIPA dari APBN secara kolektif dilakukan di Aula Barat kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat oleh Bapak Ahmad Heryawan Gubernyr Jawa Barat. Ada sekitar 1166 DIPA APBN se Jawa Barat dengan nilai 25 triliun 485 milyard 375 juta sementara untuk DIPA se Jawa Barat ada 902 dokumen DIPA sebelum DIPA cukup diberikan di Kanwil Anggaran, dan itu pun yang ambil DIPAnya cukup bendaharawan saja.
Secara simbolik tapi berurutan Gubernur Provinsi Jawa Barat menyerahkan Dokumen DIPA APBN kepada : Kodam III Siliwangi, Polda Jawa Barat, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, ITB, UNPAD, Kanwil Depag, Kanwil Pajak, Kadis Pendidikan, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan, Kadis Kesehatan, Sekertaris Badan Geologi dan Kepala BPMTD. Untuk pemberian ringkasan DIPA dari APBN untuk Kabupaten/Kota Se Jawa Barat, diberikan kepada 26 Bupati/Walikota Se Jawa Barat. Yaitu: Walikota Bogor, Walikota Depok, Bupati Bogor, Bupati Cianjur, Walikota Bekasi, Bupati Bekasi, Wakil Bupati Kerawang, Wakil Wali Kota Cirebon, Wakil Bupati Kuningan, Bupati Majalengka, Wakil Walikota Bandung, Wakil Walikota Cimahi, Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat, Bupati Garut, Bupati Ciamis dan Wakil Bupati Tasikmalaya.
Gubernur Jawa Barat dalam kata sambutannya mengatakan agar DIPA segera diserahkan kepada yang berhak menerimanya. Pada awal tahun anggaran 2010 dengan mengacu kepada output, outcome, impact, transparant, akuntabel, bonafit, orientasi hasil dan prestasi kerja.
Karena anggaran APBN Tahun 2010 naik 1,5 Trilliun dari Tahun 2009, maka perlu peningkatan di bidang:
1.20% untuk pendidikan.
2.Infrastruktur.
3.Kesehatan.
4.Lingkungan Hidup, Ekonomi.
5.TPP atau sejenisnya.
6.Effisiensi Perjalanan Dinas.
Sementara upaya-upaya yang harus dilakukan adalah:
1.Mengamankan APBN dari kebocoran.
2. Pelaksanaan awal tahun anggaran 2010.
3.Revisi jika benar-benar diperlukan.
4.KPA menunjuk pejabat pengelola Keuangan Anggaran (kompetensi, keahlian).
5.Perjalanan dinas yang urgen saja.
6.Anggaran berbasis kinerja.
Thema topik tahun 2010 adalah pemulihan keamanan nasional dan pemulihan kesejahteraan rakyat. Sedangkan langkah serius yang harus dilakukan adalah layanan kualitas + akuntabel, optimalkan fungsi pengawasan program kerja dan sinergitas kegiatan.
Pak Jean A.E Rombot (Kepala Kantor wilayah Provinsi Jawa Barat, Ditjen Perbendaharaan, Depkeu R.I) juga mengatakan: sesuai dengan SOP untuk pencairan SP2D cukup 1 jam saja jika persyaratannya sudah lengkap. Tidak seperti tahun lalu bisa sampai 1-2 hari. Ini adalah salah satu kemudahan pelayanan yang diberikan oleh Kanwil Anggaran tersebut.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
01.25
1 komentar
Label: Laporan