Sebelum memulai pengarahan kamis, 27 Januari 2011 pukul 14.00 Wib Kepala Badan Litbang SDM, Bapak Aizirman Djusan M. Sc, E. Con berseloroh dengan mengatakan di Litbang SDM ini jika mau jadi pejabat Eselon II inisial nama mesti kuadrat sama huruf pertama dengan huruf kedua seperti contoh:
1. B.B. : Baringin Batubara.
2. S.S. : Salamatta Sembiring.
3. H.H. : Hanif Husein.
4. G.G. : Gati Gayatri.
Dalam hati saya bagaimana dengan 3 orang lagi yaitu:
1. W.S. : Waladdin Siagian.
2. T.S. : Tulus Subardjono.
3. S.O. : Sunarno.
Kalau pak Tulus namanya selalu membawa berkah, saya tambahkan lagi pak yang penting ketiga nama diatas ada unsur kata “S” aja ya pak he...he...he.......
Senin, 31 Januari 2011
joke
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
01.20
0
komentar
Label: Joke
Kamis, 09 Desember 2010
DJALALUDDIN RAKHMAT
1. Ilmu Penerangan hanya bersambungan dengan Deppen, sambungan yang merisaukan katanya.
Komentar: apakah pula makna eksplisit maupun implisit dari pakar komunikasi Fikom UNPAD yang satu ini.
2. Ciri-ciri orang gila dengan orang genius adalah: orang gila dia loncat-loncat tapi nggak balik lagi, kalau orang genius loncat-loncat tapi balik lagi.
Komentar: setuju sekali pak!!!
Sebab lanjutnya lagi orang gila telah terjadi kerusakan otak (BRAIN DAMAGE) benar jiwa lingkungan serta peluang sosial untuk bunuh diri (SUICIDE).
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
17.23
0
komentar
Label: Joke
Senin, 22 November 2010
Joke Saat Pemaparan Nara Sumber Saat Temu Ilmiah Peneliti II tanggal 12 November 2010 Hotel Djayakarta Bandung
1. Prof. Suhono ITB
S3 katanya setiap sabtu sisa-sisanya.
Komentar: setahu saya S3 itu sudah sangat sepuh atau sekolah sambil selingkuh prof.
• Ini seminar 2.0 jadi nggak perlu moderator, biar interaktif nanti honornya kita bagi dua pak Udi.
Komentar: Apa pula maksud Prof. IT yang satu ini, emang bener sih namun kan belum jadi tradisi pak!!!...
2. Pak CA
• BBM: Black Berry Murah.
• UKKM: Usaha Kecil-kecil Menengah.
Komentar: kalau UKM saya tahu kepanjangannya pak, maksud pak bos ini barang kali agar peneliti jadi technoerat enter preneur.
• Wedus Gembel istilah awan panas merapi pak CA bilang kok tidak jadi Wedus Bonju aja??...kritis benar pak bos ini ha...ha...ha....
• Top: Tua, Ompong, Peot.
• Kopdar: Kopi Darat.
Komentar: lupa istilah siapa?? He....he...he....
3. Pak Kenda
• Mau bilang 1.0 atau one to point o dia bilang satu kosong.
Komentar: ini kura-kura dalam perahu atau memang benar-benar tidak tahu.
4. Prof Engkus
• Istilah Prof. Engkus Kuswarno Budaya ntar diganti dengan budaya enter.
Komentar: Migrasi analog ke digital ya Prof!! He...he....he....
5. Prof Ibnu Hamad
• Penzaliman penelitian, mari tegakkan keadilan dimulai dari ruangan ini.
Komentar: maksud Prof ibnu adalah jangan menyamaratakan hanya ilmiah, permodelan, riset artikel gitu lho!!
• Lebih buat saya, kurang buat anda kata Prof. Ibnu Hamad.
6. DR. Prabowo
• Teknologi TIK seperti roket, tapi jalannya seperti oplet.
Komentar: mohon penjelasan pak, apa makna eksplisitnya??
• DR. Prabowo: semua nara sumber dari tadi bicara nggak ada benang merah, kalau saya jenang merah saja.
Komentar: Ternyata bapak punya sense of humor juga ya!!!
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
00.02
0
komentar
Label: Joke
Jumat, 06 Agustus 2010
joke
• Versi Pak CA.
1. PNS jadul : PNS zaman (jaman) dulu.
2. Tip menjadi Tips.
• Versi DR. Adiseno (staf khusus Menkominfo).
1. Saya tulis paper, saya jadikan buku masuk jurnal saya edit sendiri, dicetak dan saya yang membaca sendiri, saya yang akan ketawa, saya nikmati sendiri dan seterusnya.
2. Menpen dulu sanggup membuat orang menonton TV, seharusnya sekarang bagaimana Menkominfo sanggup melakukan fungsi edukasi untuk masyarakat.
3. Kalau kita hanya tahu tentang penelitian saja, tanpa tahu yang lain atau CAGR; pasti kita akan tertindas oleh zaman.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
02.11
0
komentar
Label: Joke
Rabu, 30 Juni 2010
joke
• Setelah rehat, Kepala Badan Litbang SDM Kemkominfo di sela-sela arahannya mengatakan: “Tentang 6 (enam) surat yang mesti di upload oleh WALISONGO”.
• Kami peserta rapat pada bengong dan tidak tahu apa maksudnya bapak berkata begitu e....e....e.... ternyata maksud beliau adalah 8 UPT + 1 MMTC jumlahnya kan 9; yang bermakna bahwa UPT Badan Litbang SDM punya 8 buah balai. “o......ala......ala ternyata Bapak CA punya sense humor yang tinggi juga.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
20.41
0
komentar
Label: Joke
Senin, 08 Maret 2010
IRJEN KEMENTERIAN KOMINFO (23-25 Februari Denpasar Bali)
1. Demoralisasi di lingkungan Kementerian Kominfo kata Pak Irjen Kementerian Kominfo.
• Maksudnya apa sih pak? Yang pasti belum saatnya mengukur tingkat kedisiplinan PNS dengan TNI lho Pak, tetapi memang harus dimulai sejak sekarang.
2. Hanya gara-gara Protokoler semua bisa jadi Contra Produktif.
• Pak Agung kasih contoh pada saat akan ada Penyematan Bintang Pak Ali Sadikin nggak dapat tempat duduk dia marah dan langsung pulang padahal bintangnya ya beliau. Waduh......repot juga ya.......
3. Istilah 102 Lingkungan Kementerian Kominfo sudah membudaya, Pak Agung menyetir kata-kata Pak Tifatul. Artinya adalah masuk jam 10 pulang jam 2, maknanya pagi karena macet pulang karena ngejar bis rombongan (jemputan).
• he...he...he...ternyata Pak Tifatul memperhatikan kehadiran karyawan kominfo lho...
4. Tahun 2011 terjadi REMUNERISASI Reformasi Birokrasi. Para Struktural yang punya anak buah mesti jadi teladan.
• Kalo di militer ada istilahnya yaitu Sutejo alias susu, telor dan kacang ijo.
5. DISIPLIN KEBANGGAAN
KERJA KERAS
KERJA CERDAS
KA BADAN LITBANG SDM
1. Dewan Suro adalah dewan suka rokok, identik dengan ahli hisab ya pak!....
• He...he..he...sama saja dong pak....
2. Marilah kita tonjolkan kekuatan logika bukannya logika kekuatan.
• Yang pasti jelas beda atuh...makanya jangan hanya menangkap makna eksplisit saja ya !!!
3. Jadi nomor satu “Peneliti Teladan” BEING RECOGNIZED, tidak cukup hanya memiliki PAK yang tinggi.
• Artinya tunjukkan kualitas peneliti, bukan hanya menuntut hak saja.
3 Aspek untuk percaya diri:
1. Behaviour (Kepribadian)
2. Brain (daya oleh pikir)
3. Beauty (citra visual)
You’ll never get a second chance to take the first impression.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
18.30
0
komentar
Label: Joke
Selasa, 12 Januari 2010
BUNGA-BUNGA LAPORAN DARI AULA BARAT
Lihat bu Betty biasanya yang jalan ke depan sambil memasukkan jari tangannya ke saku (kantong) celana minimal pejabat eselon II ? Kata saya dengan memperhatikan orang yang jalan ke depan dengan seksama.
Bu Betty diam terkesima nggak berani jawab, tapi mungkin dari bahasa tubuhnya nggak setuju kalau pun ibu tanya saya pasti akan jawab makanya perlu penelitian, Bu Betty dan Bu Harti Tertawa terkekeh-kekeh masak peneliti miskin ide sih ha....ha...ha.....
Lihat Bu Betty yang di depan kita kok cowok-cowoknya banyak yang Botak-Botak ada 4 feet, ada 8 feet dan seterusnya.
Bu Betty tersenyum simpul dan merasa geli sambil mengatakan: “Bapak ini bisa saja”.
Ada Pejabat yang duduk di belakang kami mungkin kerja di Pengadilan atau sejenisnya cerita soal pengadilan atau sejenisnya cerita soal pak Habibie, Mafia Hukum, dan uang ratusan juta, P2I dan sebagainya.
Saya membisikkan sesuatu sama Bu Betty dan Bu Harti saya berkata: “waktu saya di Medan dulu ada beberapa teman datang saat Tahun Baru. Ceritanya tinggi sekali, minta rokok langsung habis, minum bir minta tambah terus, objek ratusan juta, giliran mau pulang minta ongkos sama saya”. Langsung Bu Betty dan Bu Harti tertawa terkekeh-kekeh. Awalnya kita berfikir dan merasa bahwa teman tersebut orang terpandang (koceknya tebal), tapi ternyata bokek alias kanker. Kalau sedah begitu namanya kan tidak sesuai perkataan dengan kenyataan he..he...he...he.....
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
16.50
1 komentar
Label: Joke
Senin, 26 Oktober 2009
KATA-KATA MUTIARA
1.Menurut Bapak MARIO TEGUH GOLDEN WAYS dalam sebuah acara yang selalu ditayangkan setiap minggu oleh METRO TV. Ada 3 jenis PROFESI/PEKERJAAN yang perlu jadi perhatian:
a.Profesi/Pekerjaan yang tidak bisa digantikan oleh orang lain.
b.Profesi/Pekerjaan yang bisa dilakukan oleh orang yang selevel/sederajat dengan kita.
c.Profesi/Pekerjaan yang bisa dilakukan oleh orang yang lebih bodoh dari kita.
Yang menjadi persoalan adalah kalau jabatan fungsional PENELITI masuk Profesi/Pekerjaan, yang manakah? Pertanyaan ini tidak perlu dijawab, marilah kita masing –masing bertanya pada hati nurani masing-masing apakah masuk teori a,b atau c.
Makanya sadar-sadar tingkatkan terus kualitas.
1.Marialah kita berjuang sesuai dengan keahlian atau kepakaran masing-masing. Kalau back ground ICT sebaiknya S1,S2,S3 tetap sama sampai pada Profesor. Sebab kalau tidak linear nanti, tidak dapat tunjangan Profesor yang katanya Rp. 14 Juta rupiah per bulan.
Prof. Ibnu Ini baru BADNEWS is GOD NEWS he...he...he......
2.Bu gati mengatakan bahwa untuk temu ilmiah Peneliti Tahun 2009, tidak ada istilah juara 1,2,3 dan 4. Dari 29 naskah yang masuk hanya 9 naskah yang lolos seleksi. Bu Gati meminjam istilah medis/kesehatan ada 4 klasifikasi naskah hasil penelitian peneliti yang ada:
a.Masuk Kamar Jenazah (20 naskah yang tidak lolos seleksi).
b.Masuk Ruang ICU-UGD (9 naskah yang lolos seleksi).
c.Masih Status Rawat Inap (Tidak ada).
d.Dalam Status Rawat Jalan (Tidah ada).
Jadi bagi anda yang dapat klasifikasi harapan 1,2,3 dan 4 jangan jadi GR artinya kalau tidak diperbaiki naskah tetap tidak bisa masuk jurnal. Hal tersebut juga dialami oleh Prof. DR. IBNU HAMAD, M.Si (UI), DR. UDI RUSADI, MA (kominfo), Prof. Ris Rusdi Muhtar, MA. Dan Bapak ARY SANTOSO (ITS).
Tinggi benar ya Standard Bu Gati, sehingga kayaknya Peneliti Badan Litbang SDM nggak sanggup mengikuti jejak ibu. Atau gimana saya sudah kehabisan peluru he...he...he...
3.Peneliti tanpa ide bukan Peneliti namanya tapi peneliti terlalu banyak ide juga jika nggak bisa dikerjakan ya sama saja. Kata Pakar Komunikasi UI. Prof. DR. IBNU HAMAD, M.Si
Yang penting pak jangan jadikan profesi Peneliti sebagai sebuah pekerjaan KETERPAKSAAN lho.
4.Selama 5 tahun ini lakukan META Analisis apa saja Thema Research DEPKOMINFO jika ingin leading dalam ide ICT kata bapak IBNU yang masih muda energic, Potensial, Cerdas, dan humoris gitu lho.
5.Peneliti sebagai ujung tombak harus bisa berdiri di DEPAN, TENGAH atau BELAKANG. Kalau dilapangan tentu posisinya evaluatif. Jangan hanya lihat evakuatif, proses tetapi input juga ya kan?
Betul itu pak Ibnu, tapi pak dari tahun ke tahun kok nggak ada perubahannya ya!!!!
6.Teknologi tidak usah dicari, tetapi dipake saja yang dikembangkannya Cuma PLAT FORMnya. FACEBOOK, GOOGLE itu bukan teknologi tapi Platform makanya kita perlu MAPPING selanjutnya selanjutnya bisa dijadikan IKON. Kreatif yang Produktif bukan Kreatif yang asyik sendiri itu kata pak INDRA UTOYO (Ketua MIKTI).
Temu Ilmiah Peneliti Tahun 2009 kata Bu Gati lebih cocok namanya Forum silaturahmi Peneliti.
7.Kata mas Ahmad Budi Setiawan, kandidat Peneliti di Puslitbang Aptel dan SKDI bahwa Internet adalah barang yang tidak aman ia mengatakan hal tersebut di sela-sela Persentase Ilmiahnya dengan judul:
“Implementasi Kripto sistem Algoritma Asimetri untuk Pembuatan Tanda Tangan Digital Dalam Algoritma RSA”.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
18.34
0
komentar
Label: Joke
Minggu, 21 Juni 2009
Catatan dari acara DEWAN PERS Selasa, 9 JUNI 2009 di Bandung tentang “JURNALISME WARGA”. Leo Batubara, Priyambodo, Boediono, Garin Nugroho.
Bisnis media : Bisnis Dinosaurus.
- Apa pulalah maksud Pak leo ini, emangnya sulit apa sih ngurusin Pers ya ?????.
Mencoba mau mengalahkan koran Kompas bisa mati sendiri.
- Kalau nggak percaya coba asaja dulu, benar tidak kata pak Leo kan perlu pembuktian di lapangan ha....ha.......he.....he...
Orang Bandung Fanatik terhadap 3 hal : Persib, UNPAD, dan Pikiran Rakyat.
- Mungkin artinya harga boleh naik, TKI boleh bermasalah, orang berkonflik, orang berdemo asalkan jangan diganggu ketiga hal diatas.......itu kata saya lho belum tentu benar jugasih.
Kesalahan Kata-kata di selesaikan dengan kata-kata. Persoalannya sudah lama ingatnya baru sekarang sehingga jadi sulit untuk menjeratnya. Makanya perlu bukti yang sah.
Masa depan kita nanti jadi masa Jurnalisme Warga.
- Ini baru ilmu yang berarti ke depannya setiap warga diminta kontribusinya sebagai pelapor tidak hanya wartawannya saja, yang sudah barang tentu hemat dana dan hemat tenaga alias pahe atau paket hemat.
Jurnalisme Warga Hubungannya dengan : Sosial, Politik, Budaya, Seni, Ekonomi dll. Artinya kembali kepada pribadi warganya masing-masing dalam menyikapinya.
- Mungkin maknanya warga dituntut partisipasinya sebagai pelapor, serta boleh melaporkan apa saja yang diketahuinya, yang edit tentu pemimpin redaksi koran yang bersangkutan.
Orang yang GAPTEK malah bisa jadi nekad lho (Boediono).
- Sinyal ini memberikan arti orang IT tidak boleh arogan atau kita mesti belajar lagi. Yang mana yang paling dominan ya ???
Orang kaya dan sehat yang nggak bisa di tangkap oleh polisi (Priyambodo).
- Memang maksudnya adalah soal penegakan hukum yang diskriminatif, dan tidak mengerti arah kebijakan pemerintah sekarang, mungkinkah begitu !!???
REVOLUSI DIGITAL ditandai dengan : Global culture ada 3 indikator kemunculan trendnya yaitu : adanya Web, Celana Jeans dan minuman ringan coca- cola.
Penemu WEB : BERNERS LEE Prof. MASSA CHUSSETS.
- Jadi tahu saya sekarang siapa faundhing fathers nya.
Kalau Bangkainya habis, Orangnya akan digigit habis juga.
- Bingung gue memaknai kata-kata orang pers !!!!!
Proximity : cerita lucu tentang penggunaan Handpone yang merupakan bagian dari gaya hidup. Anak saya sendiri yang diceritakan biar nggak dosa, dia duduk berdampingan sambil ber sms ria lantas sang adek bertanya sama sang kakak, “ udah masuk belum sms saya “. Kan kebangetan wong bisa langsung bicara karena dekat jaraknya kok mesti melalui HP.
- Kalau ini barangkali tujuannya adalah dunia IT bukan segala-galanya, walau pun sekarang semua serba canggih, lagian kan terjadi pemborosan dana.
Wartawan facebook, berarti you Web yang berarti pengangguran alias tidak punya pekerjaan tetap.
- Kalau opini saya berarti sudah tambah satu pekerjaan lagi atau tambah satu profesi dalam dunia IT.
Facebook : Web 2.0 Geogle: Tidak punya content selain itu gabungan blog juga.
- Kata anak-anak sekarang kalo gak pake facebook berarti nggak gaul, benarkah ???
Ruang Publik dan ruang Pribadi sangat dominan (Garin Nugroho).
- Itulah dunia maya atau cyber world sangat privaci sekali sifatnya.
Ada beda Indonesia dengan Amerika? Salah satunya adalah kalau di Indonesia dari Lagu muncul isu, gosip, rumor dll. Di Amerika Serikat dari buku-buku muncul film-film (Garin Nugroho).
Tradisi pendek : Baca.
Tradisi lisan : TV.
Warung Tradisi adalah kultur kita.
- Boleh membahas apa saja nggak bakal ditangkap, tapi kuping bisa merah dibuatnya tapi bisa jadi benar, namun banyak salahnya.
Bloger tidak bisa dihindari : di Geogle semua bisa dicari, kecuali dompet hilang (Priyambodo).
- Kata-kata mas Pram bersayap, tidak jelas apa maksudnya.
Fakta dan Opini tidak boleh dicampur aduk.
- Betul pak sama persis seperti statemen pak Sugeng Wijaya mantan Ketua Umum PWI Pusat, ya.. kan!!!!
Di Indonesia aneh sekali orang bisa saja kadang-kadang jadi pengamat bola, di lain kesempatan jadi politisi, di saat lain kembali jadi kiyai .......... dan seterusnya.
- Semua itu pak kan tergantung orderan, kepentingan atau kebutuhan, bukankah begitu ???????.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
04.19
0
komentar
Label: Joke
Rabu, 01 April 2009
MENKOMINFO : M. NUH
Joke : Dalam Politik alasan bisa seribu tapi alasan yang bener Cuma satu.
Joke : Dalam politik kita ini bahagia kalau orang lain sedih, sedih kalau orang lain bahagia.
Joke : Namanya sja yang BALMON, masak gk ikut monitoring. Nyindir ni ye pak.....???
Joke : Yang baik itu jumlahnya lebih besar. Kalau itu yang dilaporkan banyak. yang perlu Spesifical Case.
Kadis Kominfo Jabar : HERLY SUHERLY
Joke : Perlu ada ketegasan gubernur untuk meningkatkan Willingness. Contoh : himbauan keras, VCD belum Optimal.
Joke : Masyarakat masih ada keberpihakan pada golput.
Joke : Wawar : menampilkan himbauan gubernur di pusat – pusat keramaian di kota bandung.
KA BIP : SUPRAWOTO
Joke : UPT di daerah di undang memang enak diucapkan, sulit dilakukan.
Joke : BLT tahap III sudah di luncurkan terimalah dengan senang hati.
Joke : Dinas Kominfo di Provinsi apapun namanya di daerah yang penting kita rajut kembali hubungan yang telah pernah terputus.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
01.15
0
komentar
Label: Joke
Selasa, 18 November 2008
Joke – joke / Informasi yang terekam oleh penulis pada tanggal 30 s/d 31 Oktober 2008 saat Temu Ilmiah peneliti ke X di Bogor :
Deskriptif bukan masalah yang paling bawah dalam penelitian.
Yang saya hormati para moderator dan seorang penyaji.
* Kan yang sebenarnya terbalik kan ?
Etika adalah proses Ilmiah menjadi benar dan baik serta non-diskriminasi. ( DR. AMRU NAZIF- LIPI ).
* Betul itu pak……………gak boleh fanatik terhadap satu aspek saja. Misalnya maniak kwantitatif, mengagungkan semiotika sosial atau CDA, maniak kwalitatif dst.
Nulis wajib bagi seorang peneliti tapi harus mempunyai etika ciri – cirinya antara lain :
1. Menghasilkan pengetahuan .
2. Mengikis ketidaktahuan dan kemasa bodohan masyarakat terhadap sekitarnya.
3. Mencari dan menemukan jalan keluar dan pemecahan yang di hadapi masyarakat luas.
Ignorent : Rasa – rasanya tahu tapi tidak tahu (ketidaktahuan dan kemasa bodohan).
* Sambil pegang-pegang jenggot ……..ya jawabannya kira-kira aja………….
Berkomunikasi adalah mendesiminasikan ilmu pengetahuan untuk Norma – Norma penelitian kalau hanya KTI (Karya Tulis Ilmiah yang diandalkan ; kapan anda mau menjadi APU) ? makanya hasil seminar, diskusi, debat terbuka yang sesuai dengan kepakaran dimasukkan sebagai komponen utama angka kredit.
* Lantas kalau begitu menjadi tugas siapa dong ? sudah barang tentu LIPI dong ya kan………!
* Apa nggak salah alamat pak, wong LIPI yang punya hak menentukan masuk komponen utama atau penunjang kok malah bertanya pada audience ha………ha…ha………ha…
LIPI : Lembaga Ilmu Politik Indonesia.
4 Jenis Ilmuwan :
1. Ilmuwan nganggur, Contoh : Prof. angkat – angkat tas, ngajar sana – sini tapi honornya kecil, dsb.
2. Ilmuwan tidur : Ignorent.
3. Ilmuwan Peneliti : Melakukan Pengkajian dan Penelitian.
4. Ilmuwan Pendidik : dosen, guru, pengajar.
Ilmuwan Peneliti Belajar masalah etika :
• Dari teorinya.
• Dari teladan seniornya.
• Ilmuwan Peneliti modern : memerlukan pembekalan kiat mengatasi godaan dalam berbagai bentuk.
Perlunya penjabaran management Stress
FGD hendaknya di kelompok – kelompokkan sebagai masukan agar masuk DIPA : biar para peneliti selamat.
* Untuk kejar jam tayang coi, understand !.
LKMD : Lebih Kurang Mohon Dimaafkan.
Kata – kata sejauh mana : ya tarik saja benangnya.
• Maksudnya dalam Perumusan Masalah jangan pakai kata-kata sejauh mana, ujar Prof.DR.Ibnu Hamad,M.Si kalo lanjutnya lagi tidak tahu ngukurnya seperti apa, seberapa kuatkah atau seberapa besarkah, serta bukan pertanyaan di pasar dan seterusnya.
• Yang ini Profesor beneran lho yang bicara !!! jadi nggak boleh main-main.
Etika peneliti perlu ditegakkan untuk menjawab keraguan publik. Lesson leran yang kurang lebih maknanya peneliti mesti memainkan peran sebagai ilmuwan.(DR. Gati Gayatri, MA. ) .
• Saya sangat tahu apa maksudnya ini antara lain adalah untuk menghindari plagiat atau copy paste atau sebagai upaya meningkatkan kualitas peneliti, ha ……ha …..ha …….ha ……ha ……
Peneliti dapat angka kredit tanpa langgar etika :
Iklim Kondusif.
Atasan yang cenderung menghambat.
Front Terdepan bidang ilmunya.
Kumpulan dari internet.
Buat proposal yang baik.
DR. Udi Rusadi, MS. : Bedakan pendekatan dengan teknik. Buat FGD kecil-kecilan untuk merumuskan masalah.Saya berempati karena dulu saya juga peneliti. Kok judul-judul penelitiannya dari dulu-dulu sama saja ya, kebanyakan kita ini adalah penikmat bukan pengamat ilmiah. Soal metodologi tidak ada yang korelatif atau regresi. Kecenderungannya semua Flat atau datar saja.
DR. Indra Budi, M.Kom : 1 atau satu tahun saja Indonesia bisa cetak 10.000 orang sarjana Informatika, itu baru yang PTN saja belum yang PTS
* Persoalannya pak, Para Sarjana Informatika yang ada sekarang gak diberi penghargaan jadi gak mau jauh dari kota besar itu kataku hi……hi….he….he….benar apa tidak ??/
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
02.25
0
komentar
Label: Joke
Rabu, 07 Mei 2008
SISI LAIN DARI SEMINAR “ UU ITE DALAM MENERTIBKAN SITUS PORNOGRAFI DAN KEJAHATAN DUNIA MAYA
PERAN APA YANG DAPAT DILAKUKAN PENELITI BIDANG APTEL DAN SKDI “
Bukan tanpa argumentasi diadakannya aktivitas acara seminar Peningkatan Kapasitas Peneliti Bidang Aptel dan SKDI dengan tema “ UU ITE Dalam Menertibkan Situs Pornografi Dan Kejahatan Dunia Maya “. Acara yang difasilitasi Puslitbang Aptel dan SKDI Badan Litbang SDM Departemen Komunikasi & Informatika RI.
Dipilihnya kota Yogyakarta sebagai tempat kegiatan dengan pertimbangan sebagai berikut :
1. Kota Yogyakarta disinyalir sebagai pengakses situs porno tertinggi di Indonesia.
2. Kota Yogyakarta mempunyai paling banyak hacker dan blogger di Indonesia.
3. Kota Budaya ( keraton ) dan wisata.
4. Lokasi strategis dari segenap penjuru tanah air.
Bertempat di Convention Hotel LPP II, jl. Adisucipto KM-6 Yogyakarta dari tanggal 22 s/d 23 April 2008 dengan penceramah / narasumber :
1. DR. Ir. Achmad Junaidi ( Kepala Badan Informasi Daerah DIY ) dengan judul “ Kejahatan Dunia Maya ( Cyber Crime ). Sejauh mana efektivitas UU ITE dalam mencegah dan menindak pelakunya ? “.
2. Ir. Eko Indarto ( Pimpinan Yogya Net ) dengan judul : “ Pengembangan Konten Informasi dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Masyarakat Berpengetahuan Terkait UU ITE “.
3. Dr. S. Bayu Wahyono, M. Si ( Akademisi ) dengan judul : “ Urgensi Penelitian Kualitatif Dalam Bidang Aplikasi Telematika, Sarana Komunikasi, dan Diseminasi Informasi “.
Peserta datang dari seluruh Indonesia yaitu mayoritas para peneliti dan Kepala BPPI dari 8 ( Delapan ) wilayah serta dari Puslitbang Aptel – SKDI Badan Litbang SDM Depkominfo RI itu sendiri yang berjumlah 40 orang dengan perincian sbb :
1. KA Balai dan Peneliti BPPI Wil I Medan.
2. KA Balai dan Peneliti BPPI Wil II Jakarta.
3. KA Balai dan Peneliti BPPI Wil III Bandung.
4. KA Balai dan Peneliti BPPI Wil IV Yogyakarta.
5. KA Balai dan Peneliti BPPI Wil V Surabaya.
6. KA Balai dan Peneliti BPPI Wil VI Banjarmasin.
7. KA Balai dan Peneliti BPPI Wil VII Makassar.
8. KA Balai dan Peneliti BPPI Wil VIII Manado.
9. Peneliti dari Puslitbang Aptel-SKDI.
10. LSM di Yogyakarta.
11. Fisipol Jurusan Komunikasi UGM.
12. Pemprov. Yogyakarta.
13. Badan Informasi Daerah (BID) Yogyakarta.
14. MMTC (Multi Media Trainning Centre) Yogyakarta.
Joke menurut Prof. Dr. Ir. Achmad Djunaedi yang juga adalah guru besar Fisipol UGM Yogyakarta ini mengistilahkan :
1. Porno itu identik dengan gambar – gambar anatomi manusia.
2. Kata – kata sex sudah diblog di internet, sehingga banyak narasumber atau penceramah kekurangan bahan presentasi atau makalah sajiannya.
3. Ada istilah e – banking, e – education, e – procurement, e – life dan ada juga e – pacaran.
4. Detik.com setiap detik bisa berubah isinya tapi kalau website pemerintah tidak pernah berubah paling tahunan itu pun kalau ada. Makanya website pemerintah buat aja jadi tahunan.com.
Komentar : Oke Pak, Saya setuju kalau yang berubah itu berita / opini / substansi pada Detik.com tapi website pemerintah masalah tupoksi dan struktur kan tidak bisa berubah tunggu perintah dari Pusat….begitu lho Pak. Kalau berita / opini / substansi bisa saja berubah tiap harinya. Persoalannya pemerintah kualitas SDMnya kurang atau pimpinannya enggan merubahnya ? kalau di instansi Bapak gimana ? yang penting jangan NATO Pak !!.
5. Ada hal menarik kalau kita piawai mengakses internet : sangat menantang, sangat menguntungkan, sangat menyenangkan dan dapat uang lagi.
6. Ada dua email yang dapat digunakan adalah :
achmaddjunaedi@jogjaprov.go.id atau
achmaddjunaedi@yahoo.com. Jika ingin kontak dengan saya dapat melalui Email saya diatas. Pasti akan dibalas walau mungkin terlambat.
Joke menurut Ir. Eko Indarto Pimpinan Yogya Net :
1. Sangat boomingnya dunia IT di Kabupaten bantul ada arisan note book untuk Ibu – Ibu didaerah pedesaan. Menariknya mereka minta Pak Eko jadi tutor rutin ( Pelatihan ) bidang internet. Komentar : Itu arisan Dharma Wanita dipedesaan saja sudah maju bagaimana dengan kita orang kominfo ?.
2. E – mail : eko_indarto@jmn.net.id silahkan buka jika ingin konsultasi.
3. SDM kominfo ini handal-handal, gak tahu apa maksudnya apakah Sumber Daya Manusia atau Selamatkan Diri Masing-masing ha…ha….ha….ha…..
Resep Drs. Akmam Amir ( Kapus Litbang Aptel – SKDI, Badan Litbang SDM ) :
1. Untuk mengasah kemampuan para peneliti perlu ada kombinasi antara Teori, Metode, Alat ( Instrumen ), Teknologi, empat komponen itu sudah barang tentu akan menghasilkan keahlian / kemampuan.
Joke Drs. Bayu Wahyono, M.Si ( Akademisi ) :
1. Perlu melakukan penelitian dengan judul “ SPJ Kualitatif “. Komentar : Coba tebak apa maksudnya ya ?.
2. Penelitian Kualitatif butuh pengalaman, jadi kalau ada orang yang melakukannya hanya beberapa hari atau minggu, diragukan keabsahannya baik validitas dan realibilitasnya ?.
3. Rezim sekarang lebih fasis dari ORBA. Komentar : nyindir siapa Pak ?.
4. Komentar : Setelah saya hitung – hitung dengan Bu Haryati ( PLT KA. BPPI Bandung ) dalam setiap pembicaraan s/d selesai ada 200 kali kata – kata ( e ) baik waktu presentase atau dalam tanya – jawab . Saya juga gak tahu apa ini sebuah kebiasaan atau menjaga ritme pembicaraan atau saking hati-hatinya berbicara tebak saja deh ////.
SUBSTANSI MATERI yang perlu diketahui :
Mengapa Cybercrime sulit diselidiki ?
Hal itu disebabkan tiga faktor utama :
• Peningkatan jumlah kejahatan dunia maya.
• Kurangnya sumber daya ( penyelidik yang terlatih, peralatan ).
• Sifat internet itu sendiri ( kecepatan cybercrime, dampak yang ditimbulkan : lintas negara, kerentanan buktinya ).
Tujuan UU ITE
Melindungi kepentingan perorangan, masyarakat, properti / bisnis dan pemerintah :
Pasal 4
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk :
a. Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia.
b. Mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka menigkatkan kesejahteraan masyarakat.
c. Menigkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik.
d. Membuka kesempatan seluas – luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pamikiran dan kemampuan dibidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi se optimal mungkin dan bertanggung jawab dan,
e. Memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi.
Terlarang di Cyber : Pornografi, Perjudian, Pencemaran Nama Baik, dan Pemerasan/Pengancaman
Pasal 27
(1) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
(2) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.
(3) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
(4) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.
Sejalan dengan pasal 27 diatas dalam KHUP juga ditegaskan secara tersurat yakni tertuang pada Ketentuan Pidana : Pasal 45 ayat 1 yang berbunyi : “ Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat 1, ayat 2, ayat 3, atau ayat 4 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 ( satu miliar rupiah).
Isu – isu TIK Dalam Penelitian Kualitatif
Dinamika sosial budaya yang mengikuti kehadiran TIK dalam suatu masyarakat merupakan seting utama dalam suatu penelitian kualitatif. Persepsi, sikap, tingkah laku warga masyarakat merupakan dalam suatu organisasi social adalah subyek penelitian menarik. Beberapa isu di seputar dinamika perkembangan TIK yang dapat menjadi agenda penelitian kualitatif, dapat di identifikasikan sebagai berikut :
1. Perilaku masyarakat pengguna dalam memanfaatkan media online.
2. Transformasi sosio-kultural aparat birokrasi dalam pelayanan publik kaitannya dengan UU KIP dan UU ITE.
3. Pola – pola perlaku masyarakat dalam menyongsong pemberlakuan UU KIP dan UU ITE.
4. Perilaku masyarakat dalam menggunakan mobile phone ( Hp ).
5. Perilaku masyarakat dalam menggunakan Internet.
6. Konsumen dalam transaksi melalui e – commerce.
7. Masyarakat desa dan Community Acces Point.
8. Masyarakat dalam dinamika pelayanan berbasis web.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
21.04
0
komentar
Label: Joke
Kamis, 01 November 2007
MENJAGA EKSISTENSI PENELITI PERLUKAH ???
Peneliti boleh salah boleh benar apakah maksudnya ? yah ……. tergantung bagaimana cara yang bersangkutan menganalisis objeknya tapi bukan berarti aku menjustifikasinya lho. Wong profesor saja bisa salah kok!!!, mungkin??? ada bermacam argumentasi diantaranya adalah :karena kurang datalah, kelupaanlah, atau keliru masukkan datalah, serta menerima informasi sepihaklah, salah mengolah data / informasilah atau pun yang lainnya.
Yang penting (urgen) adalah tidak boleh plagiat atau menjiplak kata maupun kalimat atau per alinea atau per bab atau secara utuh milik orang lain……………gitu kan!!! karena itu bisa dikatakan sebuah pelanggaran terhadap Undang-Undang Hak Kekayaan Intelektual ( UU HAKI ). Sebagai contoh data milik orang lain atau lembaga dibilang miliknya; mengutip sesuatu tetapi tidak mencantumkan sumbernya; data / informasi sebuah tapi ditulis dua buah bahkan bisa lebih dari itu,,!!! Udah dulu deh,, makin pusing nih..
Menurut aku tidak ada salahnya merekayasa tapi jangan jadi perekayasa, boleh menipu tapi jangan jadi penipu, boleh menghakimi tapi jangan jadi hakim, boleh menindak tapi jangan jadi penindak, boleh merayu tapi jangan jadi perayu, boleh berbohong tapi untuk kebaikan, dan yang lainnya. Artinya Peneliti harus jujur terhadap karyanya tidak boleh berbohong, hanya karena prestise saja. Bukankah …………begitu??
Ha,,,ha,,,ha,,, ini cuman becanda loh,, jadi jangan merasa tersinggung kalo emang nggak melakukannya… benar nggak???
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
20.01
2
komentar
Label: Joke
