Bapak Aizirman Djusan mengatakan bahwa tanggal 27 januari 2011, hari Kamis jam 14.00 Wib ada pengarahan resmi setelah pelantikan pejabat Eselon 2 Kominfo di lantai II Ruang Ukir Kominfo. Hal ini diperkuat oleh SMS dari Kabag Kepegawaian Badan Litbang SDM Ibu Dra. Hariati serta sepengetahuan Bapak Sunarno Sekertaris Badan Litbang SDM.
Bapak Aizirman mengundang para Eselon II yang baru dilantik, para KA. UPT, Eselon III di Litbang SDM. Selanjutnya memperkenalkan kepada audience para Eselon II yang baru dilantik kecuali Eselon II Litbang SDM atas nama ibu siti Meringis.
Dalam Pengarahannya bapak Kepala Badan Litbang SDM kita semua pejabat Struktural mesti meningkatkan kualitas masing-masing menuju profesionalisme. Disamping akan dibuat nanti indikator karyawan berprestasi, pada akhir acara semua yang hadir lebih khusus lagi para Eselon III, dan Eselon IV disuruh mengisi formulir Self Assesment. Tentang kendala yang dihadapi dalam menjalankan tugas di tempat masing-masing.
Minggu, 13 Februari 2011
ARAHAN KA BADAN LITBANG SDM KAMIS, 27 JANUARI 2011
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
23.29
0
komentar
Label: Tangkapan Pena
Kamis, 09 Desember 2010
TANGKAPAN PENA
• Catatan ini dibuat ketika ada seminar Public Relation yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Humas, Fikom UNPAD Bandung, tanggal 18 Mei 2009 di belakang Gedung Sate Bandung. Catatan sempat hilang kemudian tanggal 2 Desember 2010 (Kamis) diketemukan kembali, akhirnya muncullah tulisan tersebut tanpa dibumbui oleh opini, analisis atau komentar asli atau murni tulisan pak Djalaluddin Rakhmat, M. Sc. Ph. D. Karena hasil ini adalah catatan penulis semata-mata ketika beliau menyampaikan materi atau substansi topik yang diangkat tentang perkembangan ilmu komunikasi, jika ada ketidak jelasan atau kata yang tidak nyambung bukan karena kesengajaan namun semata-mata kekurang cepatan penulis dalam mencatat.
• SPEAKS ACT THEORY
- Komunikasi transfer adalah paradigma lama
- Houston menyampaikan sesuatu tentang acting (tindakan untuk memerahkan sesuatu dengan melakukan tindakan. komponennya terdiri dari:
I. IDEA.
II. KNOWLEDGE.
III. CONTENT OF THE MESSAGGE.
IV. MEANING.
- Komunikasi sebetulnya permainan bahasa saja (SOMETHING TO OTHERS), kita melakukan suatu tindakan. Pengantar yang berbelit-belit hanya untuk memenangkan saya.
- Contoh:
SIMBOL
MAKNA DUNIA NYATA
Gambar diatas diverifikasi
- John Hopkins: Penyampaian makna tapi sebuah action.
- Tokoh politik: punya makna.
- Acceptabilitas: bisa diterima secara luas.
- THE SPIRITS OF HUMAN COMMUNICATION: posisi ilmu komunikasi dimana, PR itu berada?
- Dalam kualitatif PR a social science dengan metode-metode ilmiah. Gabungan ilmu-ilmu dari sub disiplin ilmu komunikasi.
- Apa betul PR bagian dari Social Science? Selama berabad-abad (1000 tahun lalu) menciptakan ilmu komunikasi dengan nama RETORIKA.
- Abad pertengahan ada 3 ilmu:
1) DRAMATIKA.
2) RETORIKA.
3) LOGIKA.
- Buku Retorika yang I saya yang ciptakan, ilmu komunikasi masuk dalam HUMANIORA.
- Speech Communication adalah cikal-bakal asosiasi ilmu komunikasi, sekarang sudah ada 36 Divisi komunikasi.
- Speech Communication: jadi Ilmu Penerangan: P4i yaitu proses penerimaan, pengolahan, penyampaian informasi dengan menggunakan media massa. Sekarang telah menjadi Prodi Komunikasi.
- Inti Komunikasi: suatu hari communication sebagai Humaniora dengan bergerak jadi science.
- Komunikasi hasil perkawinan antara dua ras, artinya bapak komunikasinya Amerika ibu komunikasinya Jerman lahirlah ILMU KOMUNIKASI.
- 1. EMILE DURKHEIM: Pindahkan Sosiologi dari Humaniora kepada Social Science.
Contoh: peristiwa bunuh diri.
Ciri ilmiah: pengukuran.
Data tentang bunuh diri nggak ada di Indonesia.
- 2. MAX WEBER: Melanjutkan tradisi Durkheim dengan 1. Teliti organisasi-organisasi sukarelawan. 2. Pengaruh berita dalam surat kabar terhadap masyarakat. Lahirlan PUBLIZISTIK.
- EMILE DOFIVAT: HANDBOOK OF PUBLISISTIK.
- M.O PALAPAH: pernyataan umum dan aktual.
- DOFIVAT: mewujudkan rencana Max Weber gesseilschaft, gemeinschaft, organisasi masyarakat.
- Ferdinand Tonnies: dampak surat kabar pembentukan opini publik.
- EMPATHY: bayi menangis, ikut merasakan tanpa mempersoalkan latar belakang.
- W. SCHRAMM: utang budi pada hitler pada ilmu komunikasi.
- THE FOUR FATHER COMMUNICATION SCIENCE:
1. PAUL LAZARSFELd, lahir di Wina Austria meneliti propaganda dan effek media massa dalam pemilu.
2. HAROLD.D.LASSWELL, analisis propaganda tahun 1938 tinggal di Chichago, Prof, Yellow School.
3. ITHIEL DE SOLLA POOL: pemegang nobel ekonomi Herbeth Simon.
4. CURT LEWIN: Seorang Psikolog penelitian psikologis pada ilmu komunikasi, dan komunikasi kelompok. Muridnya Leon Festinger yang mencetuskan teori Disonansi kognitif dan group (FGD).
- CARL I. HOVLAND: bapak ilmu komunikasi yang sekarang. Penelitian tentang kredibilitas, komunikasi, pesan yang effektif, andience dan partisipasi komunikasi.
- Murid Hovland komunikasi sebagai sebuah drama, acting tidak berarti tindakan tapi memainkan peranan tertentu Teori Acting boleh diambil.
- Kom. Transendental: PALAPAH:ATANG
Bukan sebagai communication Science bagian filsafat, teologi dan masuk psikologi TRANSFORMAL.
- Tema penulisan buku saya adalah PERSONALITY dan EMPOWERMENTAL.
- ACTRATIVINESS: Persepsi diri, data kualitas orang itu.
- ALTRIUM: sebuah kebenaran semua orang yang menyakinkannya.
- Kecerdasan: NATOUR: dibentuk, NERCER: Warisan.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
17.24
0
komentar
Label: Tangkapan Pena
Senin, 22 November 2010
TANGKAPAN PENA
SUBSTANSI
1. DR. IR CAHYANA AHMADJAYADI, MH
(KA. Balitbang SDM Kemkominfo R.I)
• Litbang terkait erat dengan peneliti Balitbang menuju 2.0.
• Tehnologi netral sifatnya, tergantung penggunaannya.
• Tugas UPT adalah mengamati fenomena mandiri tentang kondisi daerah; pantau desa pinter desa berdering di wilayah kerja.
• Content pemaparan:
a. Sistem inovasi nasional.
b. Internet as platform.
c. Balitbang SDM 2.0.
• Proses inovasi menurut Bruce D. Merrifield
a. Translasi.
b. Invensi.
c. Komersialisasi.
• Ciri-ciri Web 1.0
a. Tidak pernah di update contentnya.
b. Hanya me link saja.
c. Hanya hadir doank.
• Ciri-ciri Web 2.0
a. Partisipasi kom dua arah.
b. Bikin paper.
c. Standarisasi.
d. Konvergensi.
• Bakitbang 2.0
a. Ada partisipasi peneliti.
b. Kontribusi staf.
Ada 4 type researcher Balitbang Kominfo.
a. Researcher 1.0 : konservatif dan jadul.
b. Researcher 2.0 : dialog dan interaktif.
c. Researcher 3.0 : multi asking with knowledge management (KM).
d. Researcher X.0 : Next generation researcher.
2. DR. PRABOWO/ Penilai (juri)
(Pakar IT UNIV. Budi Luhur Jakarta)
• Dunia ilmu tidak hanya berdebat hanya di Indonesia saja.
• Implikasi penelitian secara lebih dalam contohnya:
a. Aspek Managerial.
b. Aspek Sistem.
c. Inspirasi bagi peneliti lain.
• Mengolah kata + narasi seperti uraian numerik.
• Ordinal tidak bisa dijumlah; korelasi tapi analisnya regresi.
• Penelitian internet paling canggih di TURKI.
• Materi riset lapangan tidak ada, hanya sebagai wawancara (Didit).
• Model KM banyak dari diamond model (Didit).
• Banyak yang gak pernah nyentuh Jurnal Penelitian Internasional.
3. Prof. DR. IBNU HAMAD, M. Si
(Pakar Komunikasi UI)
• Ide baru pakar komunikasi yang satu ini melontarkan untuk temu ilmiah peneliti mendatang penjurian dibagi 3 golongan penilaian:
a. Ada type riset artikel, artikel base on hasil riset.
b. Karya ilmiah.
c. Pemodelan.
• Riset dalam social science, data adalah hasil kuesioner dan wawancara mendalam.
• Setiap teori punya tesis, makanya kita nggak boleh gagal temukan dalil teori tersebut.
• Signifikansi penelitian, jangan ngarang untuk bikin proyek saja.
4. DR. JAKA SEMBIRING
(Pakar IT ITB)
• Jika menurut Prof. Ibnu perlu 3 type yang dikompetisikan, pak DR. Jaka tambah satu lagi yaitu Aplikatif Teory.
• Nggak usah diteliti sudah dapat jawabannya, lihat permen 41 buat pak ndanu.
5. DR. ENY MARYANI M. Si
(Pakar Komunikasi UNPAD)
• Permasalahan manusia tidak bisa disederhanakan dengan melihat satu aspek saja.
• Kualitatif : Subjektif adalah multi level analysis yaitu: Mikro, Meso dan Makro.
• Litbang Kominfo : perlu melakukan penelitian tentang CITRA PEMERINTAH.
• Penelitian Komunikasi sudah dipengaruhi oleh TIK, ekonomi politik dan marketing.
• Pada metodologi kualitatif teori-teori sifatnya spesifik di wilayah tersebut; tapi teori tersebut tidak bisa digeneralisir dengan teori lain.
• Subjektif teori tidak digunakan untuk mengarahkan hasil penelitian, tidak jadi guidance; selanjutnya dari hasil penelitian menjadi teori.
• Yang paling berkembang sekarang adalah teori-teori tentang media.
• Relasi komunikasi dengan budaya.
• Dominasi ideologi.
• Resistensi dalam kalangan masyarakat.
• Semiotika: adopsi teori linguistik, pemahaman dengan tanda-tanda.
• Fenomenologi: komunikasi sebagai pengalaman manusia terhadap info, interaksi dengan kelompok tersebut. Mengungkap pemahaman berbagai individu pada pengalaman, pemikiran tentang sesuatu hal.
• Teori kritis: mencoba membongkar rekayasa manipulasi dalam proses komunikasi.
Cont:sistem media terdistorsi secara sistemik.
• Citra yang dibentuk melalui strategi komunikasi.
• Komunikasi memahami keragaman makna.
• Realitas ada yang tidak terlihat, ada eksplisif dan implisif.
• Sekarang penelitian mengarah ke Mikro.
Contoh:
Bagaimana sebuah strategi?
Proses kreatif.
Proses relasi yang mempengaruhi konteks.
• Budaya yang dikonstruksi oleh media.
Contoh:
Distro berkembang di Bandung.
FB bukan media personal tapi media sosial.
• Kuasi eksperimen: tidak mengontrol dan lebih cair.
• Penelitian Kritis tidak ada yang kuantitatif.
• Fenomena sosial: bisa jadi MASALAH PENELITIAN.
6. Prof. DR. SUHONO HARSO SUPANGKAT, M. Eng
(Pakar IT ITB Bandung)
• Ada ide/gagasan Prof. Suhono tentang fungsi CLOUD COMPUTING yakni, untuk mempermudah pekerjaan serta meminimalisir penggunaan perangkat IT di Indonesia. Kedepan cukup misalnya: server di Sumatera, server di Jawa, server di Kalimantan dan seterusnya; jadi tidak usah sampe 400-an lebih server di seluruh prov, Kab,Ko Indonesia.
• Ide brilian memang akan ditawarkan kepada pemerintah, mau tanya Prof. Apa tidak bertentangan dengan Inpres no. 3 tahun 2003 tentang e-government dan program pemerintah bisa jadi malah jadi bumerang Prof. He..he...he....
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
00.08
0
komentar
Label: Tangkapan Pena