PUSLITBANG PENYELENGGARAAN POS & INFORMATIKA ( PUSLITBANG PPI )
BADAN LITBANG SDM, DI KOTA MEDAN, PROVINSI SUMATERA UTARA, 2-4 MeI 2011
OLEH : RAMON KABAN ( Kabid Evaluasi & Laporan Puslitbang PPI )
Sebelum melakukan tugas monitoring sehari sebelumnya yaitu hari Jumat, tanggal 29 April 2011 di ruang kerja Kapuslitbang Penyelenggaraan Pos & Informatika, Badan Litbang SDM ibu Dra. Siti Meiningsih, M.SC. dilaksanakan persentasi 4 (empat) buah judul penelitian mandiri atas nama : Anton Susanto ( Calon Peneliti ), Wahyuningsih ( Struktural ), Arum Maharani ( Calon Peneliti ) dan Atjih (Peneliti) dengan menghadirkan seorang Narasumber yang kompeten serta kredibel dibidangnya yakni seorang Peneliti Senior LIPI bapak Kusbiantono. Hadir pada pertemuan tersebut seluruh pejabat Struktural, para Peneliti serta sebagian besar staff yang ada pada Puslitbang PPI.
Setelah selesai persentasi penelitian mandiri perorangan dilanjutkan dengan tanya-jawab tentang item-item kuesioner yang telah dipersentasikan. Memang kali ini hanya membahas atau focus pada item-item kuesioner saja, menurut informasi dari salah seorang staf bahwa TOR atau proposal sudah dibahas sebelumnya termasuk wilayah penelitian serta komposisi personilnya. Anehnya pak Kusbiantono karena baru pertama sekali hadir harus memperkenalkan diri, termasuk saya sendiri yang baru mula pertama juga bertugas langsung dikasih kepercayaan memimpin rapat sebab bu Mei tugas ke Semarang dan pak Sudji ada tugas lain dari pimpinan yang sedang diembannya.
Ada pun jumlah kuesioner keseluruhan berjumlah 60 buah yang setiap penelitian mandiri perorangan ada sebanyak 20 buah kuesioner. Ketiga (3) buah judul penelitian tersebut adalah :
1. Pemanfaatan Internet Sehat. 2. Kajian Tentang Pemanfaatan Layanan Transaksi Keuangan Pada PT Pos Indonesia Oleh Masyarakat. 3. Analisis Penerimaan Masyarakat Lokal terhadap Layanan Internet Pada Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK).
Kebetulan saya mendapat tugas monitoring ke kota Medan dengan didampingi oleh seorang peneliti senior bapak Drs. Paraden Sidauruk, M.Si dan bapak Jhon Sinaga salah seorang staf pada Puslitbang PPI sebagai tenaga pengumpul data. Ini merupakan sebuah penghargaan buat pak Jhon Sinaga yang katanya bulan depan sudah memasuki usia pensiun, juga buat saya serta pak Paraden Sidauruk yang bisa pulang ke kampung halaman tercinta.. yah… hitung-hitung sambil menjenguk orang tua yang sedang sakit di Medan.
Karena sekarang telah diterapkannya anggaran berbasis kinerja dan telah at cost maka kami bertiga naik pesawat Garuda, setiba di bandara Polonia, Medan kami langsung meluncur ke BBPPKI Medan (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi & Informatika Medan) dalam rangka berkoordinasi serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada bapak Drs. Waladdin Siagian selaku pimpinan serta para struktural yang hadir.
Kehadiran kami bertiga dari Puslitbang PPI direspon sangatlah positif oleh temen-temen UPT di daerah walau mereka juga sedang persiapan rapat panitia BImtek yang segera akan diadakan. Ketika pimpinan sudah merestui dan memberi dukungan, para pengumpul data berkumpul di ruang Kabag Tata Usaha bapak Zulfa Basir Lubis.
Hari pertama para pengumpul data dari Jakarta didampingi tiga orang personil Balai Besar Medan yaitu : 1. Sdr. Yusrizal, S. Kom ( Calon Peneliti ) 2. Sdr. Mutaqien, S. ST ( Calon Peneliti ) dan Sdr. Pontas Simbolon ( Litkayasa ) , pak Zulfa dan saya sendiri yang memantau jalannya coaching yang dilakukan oleh pak Paraden Sidauruk dan pak Jhon Sinaga semuanya sudah sesuai dengan SOP atau standar Operasional Prosedure yang ada.
Saya melihat dan mendengar sendiri bahwa item kuesioner tidak begitu mengganggu temen-temen yang mau terjun ke lapangan, yang krusial cuma penentuan lokasi pengedaran kuesioner dan siapa-siapa yang bertugas kelak. Karena dari perbincangan yang hangat/actual adalah pada topic penelitian mandiri perorangan yang berjudul Kajian Tentang Pemanfaatan Layanan Transaksi Keuangan pada PT. Pos Indonesia Oleh Masyarakat yang menyita cukup banyak waktu.
Sulitnya mencari responden merupakan factor dominan sehingga para personil yang akan terjun mulai sore hari mengadakan rapat lagi bagaimana menyiasati agar kuesioner tidak ada yang tidak diisi oleh responden, sudah barang tentu melalui pengarahan para pengumpul data pada saat coaching berlangsung. Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah 2 (dua) penelitian menggunakan skala Likert dengan alternative jawaban ganjil, namun ketiga judul penelitian semuanya menggunakan metodologi Kuantitatif.
Hari kedua tugas monitoring adalah mengecek laporan dari para pengumpul data, sementara para petugas lapangan selalu dipantau keberadaannya oleh pak Paraden dan pak Jhon Sinaga manakala ada kesulitan di lokasi penelitian. Tugas yang dilakukan pak Jhon Sinaga dan pak Paraden Sidauruk menjadikan tugas saya pula untuk memonitor segala aktivitas yang dijalankan oleh mereka apakah sudah sesuai dengan prosedure. Para personil BBPPKI Medan kelihatannya sudah cukup profesional dalam menjalankan tugasnya karena tidak ada keluhan atau pertanyaan atau pernyataan terkait dengan kuesioner tersebut.
Hari ketiga saya selaku petugas monitoring siap-siap akan pulang ke Jakarta, artinya sebelumnya melakukan pengecekan terakhir kepada pengumpul data apakah semua kuesioner sudah terisi semua dengan baik, apakah built hotel sudah didapat, apakah SPPD sudah ditanda tangani dan di stempel, apakah airport tax sudah diperoleh serta mengecek kondisi terakhir kesehatan tim. Memang intinya waktu monitoring katanya hanya paling lama 3 hari, sementara tim ( petugas pengumpul data ) boleh sampai 5 hari.
Demikianlah laporan singkat kegiatan petugas monitoring ini telah dibuat dan disusun sedemikian rupa untuk pertanggung-jawaban secara akademis atau ilmiah serta administrative kepada pimpinan yang menugaskan, sekaligus buat bahan bagi para peneliti manakala dibutuhkan oleh mereka sebagai data sekunder mau pun data tertier. Sehingga diharapkan nanti agar hasil penelitian ini semakin berkualitas serta dapat dimanfaatkan oleh para stakeholder ( user ) yang ada relevansinya dengan tugas, pokok serta fungsi instansi masing-masing.
Selasa, 10 Mei 2011
LAPORAN TUGAS MONITORING PENELITIAN MANDIRI PERORANGAN
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
21.08
0
komentar
Label: Laporan
Minggu, 17 April 2011
MASA JABATAN KEPALA BPPKI BANDUNG 24 DESEMBER 2008 s/d 15 APRIL 2011
I. Yang sedang S3
1. Drs. Ramon Kaban M. Si : di Pascasarjana UNPAD Bandung (Swadana 2006-2011)
II. Yang sudah selesai S2:
1. Suprapti Dwi Takariani : di Pascasarjana Tahun 2009 UNPAD Bandung (Beasiswa)
2. Kastawa : di Pascasarjana Tahun 2010 UNPAD Bandung (Beasiswa)
3. Noneng Sumiaty : di Pascasarjana Tahun 2010 UNPAD Bandung (Beasiswa)
4. Didit Praditya : di Pascasarjana Tahun 2011 ITB Bandung (Beasiswa)
III. Yang belum selesai S2:
1. Vita Putri Utami : di Pascasarjana UNPAD (Belum selesai)
IV. Yang sudah selesai S1:
1. Riguna Afazar : di FMIPA UNPAD Bandung (swadana)
V. Yang sedang proses S1:
1. Widhi Budhiarta : di UNIKOM Bandung (swadana).
2. Dani Wahyudi : di UNIKOM Bandung (swadana).
3. Ricki Wayuardiyono : di UNIKOM Bandung (swadana).
VI. Prestasi Orang:
1. Badar Agung Nugroho Juara III Temu Ilmiah Peneliti I di Jakarta 2010
2. Badar Agung Nugroho Juara III Temu Ilmiah Peneliti II di Bandung 2010
3. Dida Dirgahayu Juara II Kompetensi Peneliti Maret 2011; Puslitbang Aptika dan IKP di Bogor tahun 2011.
VII. Prestasi Lembaga:
1. Jurnal Observasi Status Akreditasi nilai C oleh LIPI Tahun 2010
VIII. Tahun 2010-2011 dapat dua Proyek Penelitian dari Kementerian RISTEK dengan judul:
1. PENGEMBANGAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIC CENTER (KIP CENTER) DI PROVINSI LAMPUNG DAN BANTEN.
2. PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM ORGANISASI STUDI KASUS DI INSTANSI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN DAN BANTEN.
IX. Perpustakaan BPPKI Bandung sedang dalam proses digitalisasi dengan sistem Software Senayan.
X. Pengusulan pegawai:
• Pengusulan Tenaga Honorer jadi CPNS:
1. One Indraretnani, S. Sos.
2. Agung Satrio, SH.
3. Ian Wahdian
4. Adang Rahayu
• Sedang diusulkan jadi CPNS 1 Orang:
1. Asep Sukmana
XI. KP.T.A. 2009:
1. Reguler : 1 (Drs. Maman Nurzaman)
2. Fungsional : 7 orang
1) Drs. Ramon M. Si
2) Drs Mulyono Yalia
3) Dra. Risa Sunarsi
4) Drs. Syarif Budi Rianto
5) Noneng, SH.,
6) Suprapti, SH., M. Si
7) Theresia Nenny B
3. Pengangkatan
Jabfung : 1 orang (Syaidah, S. Sos)
XII. T.A. 2010:
1. Reguler : 3 orang
1) Widhi B
2) Dani Wahyudi
3) Drs. Karsita (BUP)
2. Fungsional : 1 orang (Nety S., SH)
3. Satyalancana Karya Satya
X Tahun : 1 Orang
XX Tahun : 15 Orang
XIII. T.A. 2011
TMT 1 April 2011 :
1. Dida Dirgahayu, S. Sos
2. Lambertus
3. Johnson. P. SH. HK
Kesan dan pesan:
• Kepentingan keduniawian secara pribadi/personal saya tidak punya masalah dengan siapa pun di Kantor BPPKI Bandung.
• Jabatan boleh berganti tapi persahabatan mesti jalan terus dimana saja dan kapan saja.
• Kenapa saya minta maaf secara khusus karena kita sering berkomunikasi, bersentuhan dan bertutur kata yang telah menyinggung hati nurani bapak-bapak/ibu-ibu dalam konteks kedinasan atau non kedinasan.
• Marilah bapak-bapak dan ibu-ibu semua kita tingkatkan profesionalisme dan prestasi masing-masing, kita bukan mengabdi kepada orang tetapi kepada lembaga/organisasi.
Orang Bandung sedang sembahyang
Hari Jum’at di tengah hari
Pergilah kasih pergilah sayang
Jauh dimata tapi dekat dihati
Batu cincin batu mulia
Batu diletak diatas meja
Tambah tahun tambah usia
Hendaklah tambah kreatifitas kerja
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
18.35
0
komentar
Label: Laporan
Minggu, 20 Februari 2011
SEMINAR PROPOSAL "PROSPEK PEMANFAATAN MEDIA BARU (INTERNET) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN KEPADA PUBLIK"
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA RI
BALAI PENGKAJIAN DAN PEGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN
INFORMATIKA BANDUNG
Kamis, 17 Februari 2011, Bandung, Hotel Topas Bandung
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
18.54
0
komentar
Label: Laporan
Minggu, 13 Februari 2011
ARAHAN KA BADAN LITBANG SDM KAMIS, 13 JANUARI 2011 JAKARTA
- Dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan Eselon III di Litbang SDM Kominfo.
- Penyerapan DIPA agak kecil, Balitbang bagus tinggi sekali penyerapannya.
- Program harus mencapai sasaran KIB II Visi dan Misi ada di buku biru pak Menteri.
- Apa yang disusun tahun 2011, sudah sama tidak dengan Visinya pak Menteri.
- Eselon II akan menekan FAKTA INTEGRITAS, LOYALITAS, DEDIKASI dan PERFORMA yang bagus.
- Serapan tinggi 6 bulan pertama 55% terserap, jika tidak terserap silahkan pergi.
- PNBP khusus buat CIKARANG dan MMTC.
- Anggaran selalu koordinasi dengan pusat, Diklat IT diserahkan kepada Jababeka Cikarang dan disesuaikan dengan Core Bisnisnya UIN misalnya tentang sertifikasi profesi.
- Galeri Internet : dimanfaatkan dan ada standard profesinya.
- OPPORTUNITY COURSE : kalau kita tidak ambil akan diambil oleh orang lain. Contohnya: Beasiswa.
- Penelitian pengembangan Ilmu sangat jarang dan kebijakan internal juga.
- Cara menulis populer pakai nara sumber (buat di UPT-UPT).
- Bikin modul yang jelas berdasar SKKaT.
- Bandwith PC sesuaikan dengan kebutuhan.
- Dokumentasi pak Menteri kirim ke Litbang dan Humas.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
23.28
0
komentar
Label: Laporan
Kamis, 20 Januari 2011
Sambutan Kepala BPPKI Bandung RAT (Rapat Anggota Tahunan) Koperasi BPPKI Bandung Rabu, 12 Januari 2011
Bismillahirrihmannirohim
Assalamualaikum wr.wb.
yang saya hormati Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindag, Kota Bandung yang dalam hal ini diwakili oleh Ibu H. Elis Karmani, SE. dan Pak Sony
yang saya hormati Ketua PKPRI Kota Bandung, Bp Drs. H. Zaenal Abidin, MM. M. Sc.
yang saya hormati Pengawas dan pengurus Koperasi Satu Oktober BP3U Bandung, dan
bapak ibu anggota koperasi Satu Oktober BP3U Bandung yang saya hormati pula.
Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, dan alhamdulillah kita bersyukur masih dapat menghadiri Rapat Anggota Tahunan Kopso BP3U Bandung tahun buku 2010. Selaku pembina saya ucapkan selamat kepada pengurus Kopso BP3U Bandung tepat waktu dalam mengadakan RAT. Sejak saya menjabat 2 tahun lebih di BPPKI Bandung saya sudah 2 X diadakan RAT yakni tahun 2009 dan 2010.
Pada hari ini, kita semua sebagai anggota Kopso BP3U Bandung akan bersama-sama menyimak penyampaian pertanggungjawaban pengurus Kopso BP3U Bandung selama tahun buku 2010, dan sebagai anggota kita semua mempunyai wewenang untuk mengevaluasi dan menilai laporan pertanggungjawan tersebut. Namun sebagai pembina saya melihat bahwa Kopso BP3U Bandung tersebut mengalami kemajuan jika dilihat dari sisi permodalan atau asetnya,sebagai contoh kekayaan Kopso BP3U mengalami kenaikan jika pada tahun buku 2009 kekayaan modal koperasi Rp210.839.404, pada tahun buku 2010 menjadi Rp286.124.807. Kopso BP3U Bandung dalam memberikan pelayanan kepada anggota mengandalkan dari modal sendiri tanpa meminjam dari pihak luar. Selain itu Sisa Hasil Usaha juga mengalami kenaikan yang cukup besar dari SHU Rp15.581.182 (thn 2009) menjadi Rp22.817.235 (thn 2010). Selain kerjakeras dari pengurus dan pengawas, keberhasilan tersebut juga bekat partisipasi anggota Kopso BP3U Bandung yang selalu tepat waktu dalam memenuhi kewajibannya sebagai anggota. Ke tiga unsur tersebut seperti pengurus, pengawas, dan anggota jika selalu kompak dan berdisiplin, menaati ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama dalam RAT maka koperasi dijamin akan berjalan dengan lancar dan aman.
Sebagai pembina saya menyarankan agar kepengurusan Kopso BP3U Bandung terus meningkatkan kinerja maupun kualitas pengurusnya dan juga perlu pula pengkaderan untuk anggota Kopso BP3U agar ke depan Kopso BP3U Bandung tetap eksis dan bertambah maju.
Demikian yang bisa saya sampaikan pada RAT tahun buku 2010, mudah-mudahan pertemuan ini akan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Bilahitaufikwalhidayah wassalamualaikum wr.wb
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
23.44
0
komentar
Label: Laporan
Kamis, 18 November 2010
JADWAL DAN SUSUNAN ACARA TEMU ILMIAH PENELITI
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
01.00
0
komentar
Label: Laporan
Rabu, 20 Oktober 2010
Notulensi Inspeksi Umum INSPEKTUR JENDERAL KEMKOMINFO R.I DI BPPKI Bandung 19 Oktober 2010, di aula Serba Guna Jl. Padjadjaran No. 88 Bandung
Irjen Kemkominfo RI Bapak Agung Widjajadi S. melakukan inspeksi umum ke BPPKI Bandung beserta rombongan antara lain: Bapak Agus Rachman, Bapak Yusuf, Ibu Henrika, Bapak Warmin di Aula Serba Guna BPPKI Bandung
Sebelum memberikan santiaji Pak Irjen berkesempatan meninjau ruang TU, ruang Peneliti, ruang perpustakaan dan demo presentasi elektrik.
Acara diawali dengan sambutan selamat datang Kepala BPPKI Bandung Bapak Drs. Ramon Kaban, M. Si dengan memperkenalkan BPPKI Bandung kepada Bapak Irjen Agung Widjayadi mulai dari visi misi, wilayah kerja, jumlah SDM yang dimiliki sampai dengan kegiatan siswa/siswi yang melakukan magang di BPPKI Bandung. Selanjutnya perkenalan juga disampaikan oleh Bapak Irjen Agung Widjayadi kepada para pegawai BPPKI Bandung yang hadir.
Selanjutnya, Bapak Irjen memberikan santiaji kepada pegawai BPPKI Bandung tentang beberapa hal seperti nasionalisme yang perlu ditingkatkan, rasa jiwa corsa dan kesetiakawanan sosial di lingkungan PNS sebagai abdi negara dan serta abdi masyarakat disiplin dan profesionalisme terhadap SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika khususnya BPPKI Bandung. Hal ini juga diharapkan bisa menjadi persiapan untuk diberlakukan reformasi birokrasi kelembagaan akan tetapi juga SDM yang mampu menjalankan perannya dan fungsinya.
Selain itu diakhir penyampaian pengarahan Bapak Irjen juga tidak lupa memberikan masukan berupa gambaran permasalahan-permasalahan lokal agar dikaji dan juga saran kepada para peneliti BPPKI Bandung untuk meningkatkan kualitas penelitian dari yang sudah pernah dilakukan selama ini.
Sekaligus juga penyerahan hasil pertemuan Kadis Kominfo Kab/Ko Se-Jabar November 2009 yang baru lalu.
Diakhiri dengan photo bersama antara Bapak Irjen dengan pegawai BPPKI Bandung.
Arahan dan Bimbingan Pak Irjen Kominfo R.I:
1. BPPKI melakukan kajian tentang pembentukan Karakter SDM Kominfo dikaitkan dengan budaya dan etos kerja sebagai abdi negara.
2. Melaksanakan penelitian tentang Peranan Balmon/Loka dalam program USO di wilayah kerja.
3. Penelitian tentang Implementasi Desa Pinter, Internet Sehat dan Aman serta data base yang lengkap potensi Kominfo yang ada di wilayah kerja.
4. Data e-library perpustakaan BPPKI Bandung masukkan ke galery internet agar diketahui dan bisa diakses publik.
5. Kajian tetang maraknya situs porno dan kontribusi Kominfo dalam mengantisipasinya.
6. Data Basis mengenai jumlah BTS di wilayah kerja: Sumsel, Lampung, Jabar, Banten.
7. Diseminasi informasi publik di daerah.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
01.15
0
komentar
Label: Laporan
Senin, 09 Agustus 2010
CATATAN DARI ARAHAN SERTA BIMBINGAN KA. BALITBANG SDM KEMKOMINFO R.I, TEMU ILMIAH PENELITIAN Di HOTEL REDTOP, JAKARTA 22-24 JULI 2010
Tanggal 25 Agustus 2010 yad,tepat 1 (satu) tahun saya memimpin Badan Litbang SDM.
Kinerja 2010 adalah sebagai penentuan untuk tahun 2011, harus dipacu dengan akselerasi seluruh proses pelaksanaan program tahun 2010.
Ada ide/gagasan baru Pak CA tentang CARRIER PATH seorang peneliti/struktural, tidak hanya di Badan Litbang SDM namun bisa ke satker lain di kominfo. Contoh: Pak Udi Rusadi, Bu Gati Gayatri. Oleh sebab itu perlu refleksi spontanitas yang mampu mengisi kekosongan ilmiah.
Pak Udi Rusadi menurut pak CA adalah contoh peneliti gaul. Dalam TIP (Temu Ilmiah Peneliti) harus dijadikan sebuah pemodelan ke depannya.
Abad 21: adalah gelombang peradaban konseptual, interent kita harus bicara innovation & creativity.
Teritory : bukan batas negara saja, tapi peta bumi sudah dikavling dengan email adress. Contoh : .id : new nave, memanfaatkan maksimal.
Persentase CARRIER PATH Pak CA out linenya.
Ada 4 :
a. NEW WAVE (peradaban baru).
b. R & D based on innovation.
c. RECOMENDATIONS.
d. RECOMMEN DATIONS.
TIP (Temu Ilmiah Peneliti) tidak dalam bentuk uang atau barang. TIP yang ke II dijadwalkan bulan november 2011, oleh sebab itu Update yang terbaru.
TRIPLE HELIX:
a. Akademia (libang SDM harus gandeng).
b. Bussiness (litbang SDM harus gandeng).
c. Government (litbang SDM harus gandeng).
Mengapa rating media yang terkenal Cuma AC NIELSEN saja.
Contoh: BPPKI Bandung pelototi Bandung TV, STV dan Parahyangan TV lalu buat rating medianya kan bisa.
Semua mesti didahulukan oleh research; tampilkan keunggulan industri kreatif BPPKI Bandung.
Ciri-ciri Peneliti Balitbang SDM:
a. Semangat.
b. Membaca.
c. Internet dan networking.
d. Knowledege.
e. Lupa mencatat, Bapak kecepatan ngomong sih.
Tahun 2010 harus ada profesor Riset Balitbang SDM.
PLAYING FIELD :
a) 4 X Workshop dalam negeri (peneliti).
b) 1 X Workshop luar negeri (peneliti).
Peneliti Gaul versi Pak CA:
G : Manajemen kontak.
A : Promosi diri.
U : Pribadi Gaul.
L : Aral keahlian dan kualitas.
Contoh :
Otak kiri latih fungsi aritmetika.
Otah kanan latih fungsi kreatifitas.
Ekosistem Industri Kreatif:
Proses Inovasi Bruce D MARRIFIELD
TRANSLASI
INVENTION ----------------------------- KOMERSIALISASI
Cari di wikipedia.
Cari di youtube.
Saya merecall memory anda saja, fenomena kepadatan lalu lintas bisa dijadikan paper.
TIK sebagai enabler & sektor industri kreatif.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
18.19
0
komentar
Label: Laporan
Kamis, 01 Juli 2010
LAPORAN PENYERAHAN SERTIFIKASI JURNAL DAN AKREDITAS JURNAL BPPKI BANDUNG DI PDII LIPI JAKARTA, SELASA 22 JUNI 2010
• Format e-jurnal
HTML
PDF
• http://journal.pdii.go.id
cek serah simpan jurnal di PDII LIPI.
• Dalam i_library tidak ada lagi jurnal sangkuriang.
• Directory of open.
Access journals gratis tidak berbayar.
Arahan Ketua LIPI yang baru Prof. DR. LUKMAN HAKIM
• Peneliti modalnya kepercayaan.
Ada 3 komponen penting :
- Standard.
- Akreditasi.
- Kredibilitas.
• Dahulu kita adalah zaman kekurangan data, sekarang masuk pada zaman kelebihan data intinya PEER REVIEW.
• Standard : sistem on line mata lebih banyak.
Akreditasi : suatu cara mencapai tingkat tertentu bukan tujuan.
Kredibilitas : membangun profesi peneliti menjadi terhormat.
• Profesi peneliti haris ada
Check and balance (kejujuran).
• Plagiarism makin banyak, jangan lakukan itu, dapat menghilangkan dan merenggut kepercayaan.
• Hanya merugikan orang-orang yang tidak jujur, bukan semua orang.
• Standard di dunia ilmu sangat universal (ENTERPRISE OF THE TRUTH).
• SUPER POWER: selaras antara ekonomi dan iptek.
• Ada 7 instansi (lembaga pemerintah) yang punya TP2I berhak menilai angka kredit dari peneliti pertama hingga peneliti muda.
1. Kementerian ESDM.
2. LAPAN.
3. BATAN.
4. Kementerian Kelautan dan Perikanan.
5. Kementerian Pertanian.
6. Kementerian Kehutanan.
7. LIPI.
ARAHAN SESTAMA LIPI PROF. DR. ROCHADI, MA. APU
• Jurnal tidak sekedar untuk angka kredit.
• Artikel yang berkualitas.
• Semua catatan-catatan Dewan Penyunting disimpan dan diperhatikan.
• Akreditasi C : 1 tahun tidak serta-merta disebut.
• Perlu belajar kebaikan.
• PNS: Profesional, netral dan sejahtera.
• Perubahan paradigma tahun 2011.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
18.28
0
komentar
Label: Laporan
Rabu, 30 Juni 2010
HASIL PENYUSUNAN RKA-KL DAN RENJA 2011 DI HOTEL TREVA, MENTENG, JAKARTA PUSAT
1. ARAHAN KA. BADAN LITBANG SDM:
• Ada 6 (enam) surat yang wajib di upload di website Badan Litbang SDM serta milis pejabat Balitbang SDM Kemkominfo R.I:
1. Upload berita terbaru.
2. Upload jurnal di website.
3. Upload video kegiatan dan foto.
4. Info SDM Peneliti dan Litkayasa.
5. Ceramah, Kegiatan dan ada Tanya jawab.
6. KA. Badan In Waiting melalui milis dan Website.
• Perlunya forum khusus dalam konteks penyusunan program 2011 ada 2 peran penting:
1. Sebagai Research Institusion: didalamnya ada komponen komunikasi dan ICT.
2. Sebagai Teaching Institusion: didalamnya ada Galeri Internet, MMTC, Balai Pelatihan TIK dan NICT (Pusat TIK Nasional).
3. Ada sekitar 40000 orang ahli-ahli perbankan syariah (SYARIAH IS A CONCEPT), dalam hal ini yang penting kesetaraan/bagi hasil.
4. Peran di UPT semakin menonjol, pengalaman pusat di daerah atau sebaliknya.
5. Struktur organisasi Kominfo yang baru ada 4 dirjen + 1 Badan + 1 Irjen + 1 Sekjen.
6. Tools : milis dan website tolong diaktifkan.
7. Belong to you and belong to us (rasakan dan nikmati). Artinya jangan bertepuk sebelah tangan kan tidak mungkin bunyi.
8. 20-21 juli 2010 55 tahun yang lalu KAA di Bandung; ASEM ON ICT yang dihadiri 43 negara dan ada rekaman lengkap.
9. 22-23 juli 2010 ada kegiatan world etnic performance art di Bandung.
10. Gimana membangun jejaring? Ada 417 Kab/Kota se Indonesia, tolong dipikirkan!!
11. Sertifikasi karena kompetensi bukan attendend.
12. Dalam mewujudkan Success Story perlu ada aksioma dalam bahasa latinnya: VERBA, VOLLEN, SCRIPTA dan MANNEN yang artinya kurang lebih segala sesuatu harus diucapkan (VERBA) biar tidak hilang/punah (VOLLEN) dan sebaiknya tertulis (SCRIPTA) agar sifatnya jadi abadi (MANNEN) biar bisa jadi kenangan.
2. Prof. Syarif Wijaya.(KA. Biro Perencanaan Kemkominfo R.I)
• Dasar hukum pembentukan organisasi Kominfo yang baru adalah PERPRES No. 24 Tahun 2010.
Nama Tetap : Balitbang SDM.
Program : Penelitian dan Pengembangan tanpa SDM.
• Sekarang wajib IN LINE artinya Organisasi A tapi kegiatannya B menjadi tidak boleh.
• Terjadi perubahan paradigma tahun 2011 tidak untuk belanja, yang dibiayai layanan kepada masyarakat.
• Janji Menkominfo adalah membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera, kata kuncinya adalah apa yang anda berikan untuk rakyat sefatnya transaksional.
• Rakyat tidak butuh buku atau hasil penelitian namun butuh makan.
• Pekerjaan Ses. Badan adalah: dia ikut mendorong, tapi tidak ikut bergerak biar sesuai dengan tupoksinya.
• Tahun 2010 anggaran Balitbang SDM : 150 M.
Tahun 2011 anggaran balitbang SDM : 159 M.
• Untuk S2 dan S3 yang dikelola Balitbang SDM, Penelitian wajib ada instansi Pembinanya dari Balitbang sendiri atau UPT yang ada di daerah.
Makna Research ada 3 yang utama:
1. Penelitian baru, temuan masyarakat : disebarkan.
2. Pembuatan kebijakan
Contoh: dalam Nomenklatur baru Kominfo ada Puslitbang Sumber Daya didekatkan aja dengan Dirjen Sumber Daya. Dan dijadikan 1 hanya nasional.
Publikasi: ISSN, ISBN.
3. S2 dan S3 yang disekolahkan baik dalam atau luar negeri, akan menjadi tenaga kita jejaring dengan BPPKI perlu dibangun dengan intensif.
Contoh:
BPPKI Bandung : Inggeris.
BPPKI Surabaya : Australia.
BPPKI Banjarmasin : Amerika.
BBPPKI Medan : Korea/Jepang.
4. Kedepan akan ada gelombang perpindahan, gelombang diskusi dll.
5. PNBP : ada kata-kata penelitian dan pengembangan, artinya penelitian bisa masuk PNBP.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
01.28
0
komentar
Label: Laporan
Rabu, 23 Juni 2010
Seminar Sehari Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Melalui Internet
Narasumber:
Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit. (Chairman ID-SIRTII)
Drs. Ramon Kaban, M. Si. (KA. BPPKI Bandung)
Minggu, 13 Juni 2010
Auditorium Rumah Sakit Santo Boromeus
Jl. Ir. H. Djuanda No. 100 Bandung
Sesi 1
Pemaparan Richardus Eko Indrajit:
Terjadi fenomena perubahan lingkungan belajar pada 4 generasi:
Generasi I (Veteran) <1964: Belajar dilakukan di rumah.
Generasi II (Baby Boomers) 1946-64: Belajar dilakukan di rumah dan sekolah.
Generasi III (Xers) 1964-80: Belajar dilakukan di rumah, sekolah dan tempat umum.
Genereasi IV (Millenials) >1980: Belajar dilakukan rumah, sekolah, tempat umum dan internet.
Generasi Millennia adalah generasi yang sudah banyak mengenal tentang teknologi dan menganggap teknologi bisa menyelesaikan masalah (technology savvy). Selain itu, living domain dari generasi millennia ini tidak hanya di rumah, sekolah, tempat umum tetapi juga di internet.
Dengan semakin banyaknya orang mengenal internet, mengikuti jejaring social seperti di Twitter atau Facebook maka semakin banyak pula informasi yang masuk. Ambil contoh pada Twitter, dengan semakin banyak mem-follow orang, hal yang berbahaya adalah ketika anak-anak tersebut mengikuti tokoh yang keliru (ekstrim). Itulah alasan mengapa mau tidak mau, suka tidak suka, penyebar sabda mengerti internet.
Kondisi internet dunia:
USA: 93% remaja usia 12-17 tahun sudah online. Dan 63% diantaranya online setiap hari.
China: 44% remaja berinteraksi dengan orang asing ketika online.
Perancis: 72% remaja online sendiri tanpa pendamping.
Korea Selatan: 30% remaja online, minimal dua jam sehari.
Kondisi internet Indonesia:
Pengguna internet 25 juta orang (10,5% dari populasi)
Pengguna paling dominan: Remaja (15-19 tahun) 64%.
Pengguna Facebook (11,7 juta orang).
Blogger 700 ribu orang.
Layanan yang paling sering digunakan: email (59%), IM (59%), social networking (58%), search engine (56%), berita online (47%), blog (36%), online game (35%).
Selain itu, dijelaskan juga tentang alasan mengapa banyak orang mengikuti situs jejaring social (social networking site):
78% to meet people
47% find entertainment
38% learn something new
23% influence others
Generasi web sampai saat ini yang sudah dan akan berkembang:
Generasi 1: satu arah / web (connects information)
Generasi 2: dua arah /social softwre (connects people)
Generasi 3: semantic web (connects knowledge)
Generasi 4: metaweb (connects intelligent)
Sesi Tanya jawab:
(1)Pertanyaan: Perkembangan teknologi di Internet dibandingkan media konvensional (bulletin, majalah) kecepatan beritanya menjadi andalan. Bagaimana sikap dalam mengelola media konvensional? Dan Bagaimana memfilter konten negatif kepada anak?
Jawaban Prof Eko:
Sustainable: digital saja tidak, konvensional saja juga tidak. Model yang baik adalah seperti di Kompas (mengawinkan konvensional dengan digital). Jangan menaruh semua di digital. Strategi yang baik: konvensional tetap ada, tetapi juga menjaring yang konvensional perlu dengan media yang lebih cepat (simple) yaitu digital.
Semakin banyak kata tidak boleh semakin banyak yg ingin dicoba.
Bagaimana cara memfilter pornografi kepada anak: menanamkan self censorship. Caranya: pendidikan seks sedini mungkin. Pendampingan ketika anak-anak mengakses internet. Dan memanfaatkan para psikolog untuk berkonsultasi tentang pendidikan seks.
(2)Pertanyaan: Bagaimana mensosialisasikan website kepada masyarakat yang saat ini masih sulit untuk memanfaatkan dan pengembangan web tersebut?
Jawaban Prof Eko: Karakteristik orang yang sulit menerima teknologi: kalau dengan cara sosialisasi (himbauan) saja maka tujuan sosialisasi akan sulit terlaksana. Ada dua cara yang bisa dilakukan:
Dengan cara lain sehingga keinginan / kesadaran sendiri untuk membuka website. Contohnya: undangan (pengumuman) disebarkan melalui web atas keinginan pemimpinnya.
Cara pelan-pelan: adalah bagaimana cara agar orang mau mengakases website. Pendekatan dilakukan dengan bertahap agar orang mau mengakses website. Di suatu kampung nelayan pendekatan melalui cara bertahap dalam mencari ikan: melalui sinyal rumah kepala desa, lalu kepala desa mengirim pemberitahuan melalui sms, sampai para nelayan mau mengakses website nelayan itu sendiri.
Sosialisasi membutuhkan helpdesk sehingga perlu memberi informasi kontak (contact person) kepada orang yang membutuhkan. Sehingga, diperlukan kreatifitas agar dalam sosialisasi agar tujuannya dapat tercapai.
(3)Saran dari peserta: Disampaikan pengalamannya dalam suatu pertemuan yang batal dilakukan karena miskomunikasi. Saran yang disampaikan adalah: Mengundang para pemimpin komunitas agama melalui email / website sehingga ada esensi khusus unit-unit komunitas agama untuk membiasakan diri membuka email, hal ini berkaitan dengan lingkungan sehingga mengurangi sampah kertas.
Sesi 2
Pemaparan Ramon Kaban:
Pernyataan Menkominfo Tifatul: Perilaku Video Seks Harus Dihukum Berat. Tifatul meminta politisi tak ragu-ragu memanggil ketiganya. Kasus ini tak perlu delik aduan. (Laporan: Peni Widarti Bali). www.vivanews.com, dipublikasikan: Rabu, 9 Juni 2010, 12.55 WIB
Pasal 27 ayat 1 UU ITE ini bisa dilihat dengan cukup jelas bahwa ketika seseorang memberikan, menyebarkan, bahkan membuat tentang konten-konten yang mengandung unsur asusila (termasuk pornografi) melalui informasi/media elektronik seperti internet, televisi, video, file gambar elektronik, penyebaran alamat situs Web yang berhubungan pornografi, atau media digital lainnya maka akan dapat dikenai sangsi berdasarkan pasal ini.
Penjelasan tentang posisi strategis informasi dalam kehidupan manusia, termasuk mengapa kita dewasa ini berbicara tentang “Keterbukaan Informasi Publik”:
Pengertian Badan Publik, Pejabat Publik, Pengelola Informasi dan Pemohon Informasi Publik.
Kategori sifat-sifat Informasi, termasuk hak dan kewajiban Pengguna Informasi serta Badan Publik.
Kriteria Pembentukan Komisi Informasi di Pusat dan Daerah, termasuk tata cara penyelesaian silang sengketa.
Sanksi pidana bagi Pengguna Informasi Publik dan Badan Publik, termasuk didalamnya persiapan yang segera dilakukan oleh Badan Publik.
Sesi Tanya jawab:
(1)Pertanyaan (Bapak Toto / Dirut R.S Borromeus Bandung): Apakah Rumah Sakit Borromeus termasuk dalam Badan Publik seperti amanat UU KIP tersebut?
Jawaban Bapak Ramon Kaban: Masalah R.S Borromeus masuk Badan Publik atau tidak, saya belum bisa jawab yang tau pihak R.S Borromeus itu sendiri. Tapi jika mendapatkan dana dari sumbangan masyarakat, dan/atau sumber luar negeri termasuk Badan Publik non-pemerintah saya nanti akan tanya pihak yang berkompetensi di Kementerian Kominfo.
(2)Pertanyaan (Ibu Marina): Masyarakat sekarang tidak faham tentang regulasi, lagi pula media internet sedemikian marak apa tips atau saran bapak sebagai pihak pemerintah?
Jawaban Bapak Ramon Kaban: Makanya pemerintah terus menerus melakukan desiminasi informasi publik bagi elemen masyarakat. Keberadaan internet tidak bisa di bendung oleh sebab itu pendidikan moral sejak dini perlu di tanamkan. Orang tua selalu melakukan pendamping pada anaknya.
(3)Pertanyaan (Bapak Tyas / Melania): sejauh mana kita bisa membendungnya, serta pagar mana yang tidak boleh?
Jawaban Bapak Ramon Kaban: Memang harus diakui bahwa regulasi kurang mengikuti kecepatan tehnologi yang ada sekarang, oleh sebab itu perlu diperhatikan dua hal: etika berinternet (netiket), yang kedua tidak mengandung SARA. Artinya sebelum sesuatu itu dipublikasi baik kata, gambar dsbnya perlu ada tim kerja kecil yang kompeten dibidangnya.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
20.06
0
komentar
Label: Laporan
Minggu, 23 Mei 2010
Kuliah Umum Sosiologi dan Politik “Demokrasi dan Kepemimpinan Perempuan“ Pembicara : Dr. Marissa Haque, S.H., M.H. dan Tetty Kadi, S.Ip.
Universitas Widyatama Bandung,
Bagian Perkuliahan Dasar Umum (BPDU),
22 mei 2010
Hasil dari rangkuman tersebut diatas sama sekali berdasarkan catatan peneliti semata-mata, yang tidak dituangkan atau tidak terdapat dalam makalah bu Tetty serta bu Marissa. Audience adalah mahasiswa fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi, Universitas Widyatama, Bandung lebih kurang yang hadir 600 orang.
Dari kedua narasumber dapat dipetik beberapa resume atau intisari bu Tetty matang serta dewasa dengan pengalaman politiknya yang sudah lama baik di lembaga legislatif Jawa Barat selama 12 tahun mau pun di organisasi kemasyarakatan lainnya. Sekarang dipercaya menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 di Komisi VIII.
Sedangkan bu Marissa wanita kelahiran 1962 yang blesteran ini bersuamikan Ikang Fawzi seorang artis juga memperoleh jenjang pendidikan formal hingga strata 3, memperoleh S2 sampai tiga kali mulai dari S2 Linguistic, S2 Ekonomi, S2 Hukum dan S1 juga basic Hukum. Dia banyak menceritakan tentang sepak terjangnya di dunia politik, bapaknya orang Golkar, mertuanya intel di Deplu orang tuanya keturunan Belanda. Pernah juga sebagai anggota DPR RI tahun 1994 dari PDIP kemudian hijrah ke PPP.
Selanjutnya ikuti Pilkada Banten tetapi kalah. Banyak juga bercerita tentang kekalahannya lalu katanya Gubernur yang sekarang berijazah palsu, pernah juga menyeret seorang Menteri ke penjara karena menilep uang haji dan sebagainya.
Bu Marissa tidak mau dijadikan key informan dengan segala cara ia mengatakan setelah selesai kuliah umum, dihadapan bu Tetty juga beliau mengatakan apa buku metodologi anda? Kalau saya pakarnya studi kualitatif karangan Robert ....... ada hak bahasa Indonesianya. Tapi peneliti pikir y bu Marissa mana mungkin dia dijadikan key informan orang beliau bukan politisi artis yang ada di DPR RI periode 2009-2014.
POINTERS ATAU STATEMENT BELIAU BERDUA DALAM KULIAH UMUM:
- Tetty Kadi minta bio data lengkap kirim via email saja sama mas Kanishka (asisten pribadi merangkap anak nomor 4).
- Baca buku Gabriel Almond tentang politik.
- Polibriti atau politisi selebriti istilah Marissa Haque.
- Lagu bu Tetty tahun 60 an yang terkenal dulu antara lain adalah Sepanjang Jalan Kenangan, katanya lagi makanya saya kuliah S1 di Unjani Bandung karena saran temannya di parpol Golkar kalau mau jadi anggota DPR RI salah satu syaratnya mesti pendidikan formal SI.
- Adek-adek mahasiswa dan mahasiswi kenal tidak dgn group band Numata itu adalah anak saya, saya mau ajak kesini tapi kebetulan ada show di Makassar, Kata bi Tetty.
- Ada Kaukus Artis di DPR RI khususnya Komisi X jumlahnya 18 orang, cantik-cantik & smart, jadi kalau ada acara orang sibuk minta foto bareng (Bu tetty).
- Kepemimpinan perempuan tidak harus dikontroversialkan.
- Kata Marissa tidak selamanya fb harus itu dihujat, sebagai contoh saya bisa berdiri disini karena kenal dengan isteri moderator pak Ade sesama facebookers.
- Lanjutnya kenalkan kalian dengan Trio Libels, yg salah satunya Edwin Manangsang walau penyanyi tetapi jagoan akuntasi juga lho.
- Artis : input______>proses________>output. Kaitannya dengan politisi.
- Saya pengajar anak tunarungu berbahasa Inggeris.
- ROY – EVA = ISTILAH AKUNTANSI.
- ROY MARTEN – EVA ARNAZ = ISTILAH ARTIS.
- Demokrasi di Indonesia adalah cangkokan.
- Islami adalah egaliter & fraternite sementara kapitalis tambah satu lagi yaitu liberte.
- Homo Economicus dan Homo Homoni Lupus.
- Borjuis---------kelas orang kaya.
- Komunis----------sama rata, sama rasa.
- Proletar--------kelas orang miskin.
- Bedakan antara demokrasi Pancasila dengan Pancasila yang demokratis.
- Lihat faham Nichollo Machiavelli tentang E Prinsipe akan selalu terjadi pengulangan sejarah seperti yang terjadi di Iran.
- S3 itu adalah semacam kontemplasi artinya mencari kebeningan hukum Tuhan, artinya kumahak engke bukan engke kumahak.
- Politik = ilmu kemungkinan, Hukum = ilmu aturan, Ekonomi = ilmu hitungan dan seterusnya.
- Dari sejak zaman Soekarno hingga sekarang yg paling ditakuti dalam bidang ekonomi cuma tiga institusi dunia : WTO, IMF, World Bank.
- Pertanyaan buat bu Tetty apa yang mendorong ibu terjun ke dunia politik?. Yang pertama harus ada keinginan saya sejak tahun 65 an sdh jadi artis, kemudian mau bagaimana tau situasi daerah karena didorong oleh keluarga pertama sekali masuk kelompok seni budaya. Popularitas serta kemampuan harus sejalan.
- Saran kepada calon-calon selebriti baru, yang penting aku tampil atau benar-benar berkualitas.
- Marissa mengatakan sok tahu hitam putihnya, Dewan Kehormatan = macan ompong, dalam berpolitik apa pun boleh.
- Lihat aja Roy Suryo anggota DPR RI dari Demokrat sewaktu sidang paripurna berteriak uh...uh....uh..... berkali-kali memalukan padahal kandidat doktor dari UGM.
- Karena saya S2 linguistic setiap kata mempunyai makna.
- Apa kata Lord Acton : Power attendt to corrupct maksudnya adalah regulasi dipegang, operator juga dipegang oleh institusi yang sama, jadi terjadi diskresi = Tuhan-Tuhan yang kecil.
- Public Figure yang terjun ke politik ingin menggunakan popularitasnya, saya ini bintang film juga.
- Politisi bukan artis membeli dengan uangnya, artis yang jadi poltisi tidak akan korupsi.
- Kalau sudah masuk DPR nggak usah lagi rekaman atau jadi presenter, karena artis sudah mempunyai modal kapital.
- Ditambahkan oleh Tetty Kadi artis sudah punya modal popularitas, tetapi tidak cukup mesti memperjuangkan aspirasi rakyat dengan belajar. Oleh sebab itu sebelum rapat bahan-bahan sudah dipersiapkan terlebih dahulu.
- Sementara politisi yang bukan artis masih sibuk dengan kampanye melalui media cetak atau media elektronik untuk pencitraan dirinya serta untuk meraih popularitas.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
19.41
3
komentar
Label: Laporan
Minggu, 09 Mei 2010
NARASUMBER TALKSHOW BKKBN
Dalam rangka menyongsong Harkitnas 20 mei 2010, BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) menyelenggarakan Talkshow dengan thema: “TEKNOLOGI VS PORNOGRAFI” di Bandung TV, hari Senin, 3 Mei 2010, Pukul: 13.45-14.45 WIB.
Program Talkshow BKKBN tersebut dilakukan sebanyak 20 X (20 episode), sampai berita ini di buat sedang berlangsung episode selanjutnya dengan narasumber yang profesional sesuai kompetensinya masing-masing.
Kebetulan pada dialog tanggal 3 Mei 2010 minggu yang lalu ada 3 narasumber yaitu:
1.Bapak H. US TIARSA,
(Ketua Koalisi Kependudukan Jawa Barat).
2.Teh Rosa,
(Penyanyi Pop Sunda).
3.Ramon Kaban,
(Peneliti Komunikasi Politik BPPKI Bandung, Badan Litbang SDM Kemkominfo).
Audience yang hadir para pelajar SMAN 23 Bandung serta ada group musik yang mengiringi yaitu: Talenta Band. Juga ada tanya jawab antara narasumber dengan pelajar, sudah barang tentu dengan presenter handal Sdr. INDRA serta ada juga PUBER istilah kerennya, yang juga masuk kategori ABG diminta pendapatnya tentang aktivitas remaja. Pokoknya seru deh...!!!
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
19.36
0
komentar
Label: Laporan
Rabu, 17 Februari 2010
TEROBOSAN ANGGOTA SIKIB (SOLIDARITAS ISTRI KABINET INDONESIA BERSATU) di Gambung Ciwidey, Bandung, 15 Februari 2010
Tindak lanjut kegiatan-kegiatan yang sudah dirintis sebelumnya oleh ibu SIKIB (periode 2004-2009).
Thema: OVOP: Masuk kategori Indonesia pintar.
SIKIB: Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu.
Tujuan: Pengolahan Industri Skala Mikro agar bernilai jual global dan ramah lingkungan.
Turut hadir:
1.Bu Menko Perekonomian (Ketua I).
2.Deputy Menko Perekonomian.
3.BU Menristek.
4.Bu Menkominfo (Humas).
5.BU Menakertrans.
6.BU Wakil Menteri Perdagangan.
7.Bu Wakil Menteri Hukum dan Ham.
8.Bu Kepala BPPT.
9.Sekjen SIKIB. (Bu Anton Priantomo).
10.Sekertaris Ibu Any Yudhoyono.
11.Bupati Bandung. (H Obar Sobarna).
12.Unsur Muspida Kabupaten Bandung.
Sikib terdiri dari 5 pilar:
1.Indonesia Pintar.
2.Indonesia Hijau.
3.Indonesia Sehat.
4.Indonesia Peduli.
5.Indonesia Kreatif.
RILIS BERITA
PELATIHAN ONE VILLAGE ONE PRODUCT(OVOP)
untuk PENGEMBANGAN KOMUNITAS TERINTEGRASI:
“MEMBANGKITKAN USAHA MIKRO BERDAYASAING GLOBAL & BERDAYATAHAN TINGGI”
1.SIKIB sebagai sebuah perkumpulan para penggiat pemberdayaan masyarakat memiliki visi “Mewujudkan tatanan kehidupan dan penghidupan masyarakat yang cerdas, sehat dan sejahtera”. Dengan lima pilar programnya, ialah indonesia pintar; Indonesia hijau; Indonesia Sehat; Indonesia peduli dan Indonesia Kreatif, SIKIB juga berupaya mendorong dan turut berpartisipasi aktif-bersama berbagai elemen/penggiat pemberdayaan masyarakat di berbagai penjuru tanah air-agar pencapaian target MDG's di Indonesia optimal, sehingga dapat lebih meningkatkan harumnya nama bangsa dan negara dalam pencaturan global.
2.Sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat, SIKIB-di bawah koordinator ketua 1, Ibu Okke Hatta Rajasa-mendorong digunakannya metode OVOP(one village one product) dalam mengembangkan kapasitas komunitas secara terintegrasi, menimbang bahwa metode tersebut terbukti efektif di berbagai daerah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Beberapa prinsip OVOP antara lain:
a)Local yet global
Mengembangkan produk yang memiliki daya saing dan diterima di pasar global, dimana produk tersebut mencerminkan kebanggaan pada budaya lokal.
b)Self reliance & creativity
Merealisasikan produk melalui upaya mandiri dalam mengoptimalisasi potensi-SDM & SDA-di daerah masing-masing.
c)Human resource development
Mendorong masyarakat untuk bangkit dengan cara menstimulasi kreatifitas.
Prinsip-prinsip tersebut dipandang SIKIB sebagai konsep yang tepat untuk dapat melahirkan produk yang kompetitif dan industri skala mikro yang memiliki daya tahan serta endurance tinggi karena mengakar di masyarakat. Di samping itu, SIKIB juga menghasung agar produk-produk yang dihasilkan berbasis pada proses produksi yang ramah lingkungan(zero waste).
3.Sebagai rintisan implementasi metode di atas, SIKIB memilih 3 titik Rumah Pintar(Rumpin)-Rumpin Papakmanggu-Gambung; Bandung, Rumpin Pacitan, Rumpin Cikeas-dengan fokus pada pengembangan tahap lanjut dari Sentra Kriya di setiap Rumah Pintar tersebut.
Di Rumpin Papakmanggu-Gambung dikembangkan usaha mikro dari produk berbasis agroindustri, Rumpin Cikeas mengembangkan usaha jamur dan Rumpin Pacitan mengembangkan usaha mikro batik yang menggunakan pewarna alam dan proses produksi yang ramah lingkungan.
4.Peserta pelatihan ini sebanyak 30 orang yang merupakan perwakilan dari setiap Rumpin di atas, masing-masing sebanyak 10 orang.
5.Pelatihan ini di terselenggara dengan kerjasama antara SIKIB, APO dan Satoe Indonesia sebagai event organizer.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
01.57
0
komentar
Label: Laporan
Senin, 11 Januari 2010
Penyerahan DOKUMEN DIPA APBN di Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2010, Bandung, 7 Januari 2010
Menurut informasi lisan dari Kasubbag Tata Usaha BPPKI Bandung Dra, Betty Djuliati baru kali ini dilakukan penyerahan DIPA dari APBN secara kolektif dilakukan di Aula Barat kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat oleh Bapak Ahmad Heryawan Gubernyr Jawa Barat. Ada sekitar 1166 DIPA APBN se Jawa Barat dengan nilai 25 triliun 485 milyard 375 juta sementara untuk DIPA se Jawa Barat ada 902 dokumen DIPA sebelum DIPA cukup diberikan di Kanwil Anggaran, dan itu pun yang ambil DIPAnya cukup bendaharawan saja.
Secara simbolik tapi berurutan Gubernur Provinsi Jawa Barat menyerahkan Dokumen DIPA APBN kepada : Kodam III Siliwangi, Polda Jawa Barat, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, ITB, UNPAD, Kanwil Depag, Kanwil Pajak, Kadis Pendidikan, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan, Kadis Kesehatan, Sekertaris Badan Geologi dan Kepala BPMTD. Untuk pemberian ringkasan DIPA dari APBN untuk Kabupaten/Kota Se Jawa Barat, diberikan kepada 26 Bupati/Walikota Se Jawa Barat. Yaitu: Walikota Bogor, Walikota Depok, Bupati Bogor, Bupati Cianjur, Walikota Bekasi, Bupati Bekasi, Wakil Bupati Kerawang, Wakil Wali Kota Cirebon, Wakil Bupati Kuningan, Bupati Majalengka, Wakil Walikota Bandung, Wakil Walikota Cimahi, Bupati Bandung, Bupati Bandung Barat, Bupati Garut, Bupati Ciamis dan Wakil Bupati Tasikmalaya.
Gubernur Jawa Barat dalam kata sambutannya mengatakan agar DIPA segera diserahkan kepada yang berhak menerimanya. Pada awal tahun anggaran 2010 dengan mengacu kepada output, outcome, impact, transparant, akuntabel, bonafit, orientasi hasil dan prestasi kerja.
Karena anggaran APBN Tahun 2010 naik 1,5 Trilliun dari Tahun 2009, maka perlu peningkatan di bidang:
1.20% untuk pendidikan.
2.Infrastruktur.
3.Kesehatan.
4.Lingkungan Hidup, Ekonomi.
5.TPP atau sejenisnya.
6.Effisiensi Perjalanan Dinas.
Sementara upaya-upaya yang harus dilakukan adalah:
1.Mengamankan APBN dari kebocoran.
2. Pelaksanaan awal tahun anggaran 2010.
3.Revisi jika benar-benar diperlukan.
4.KPA menunjuk pejabat pengelola Keuangan Anggaran (kompetensi, keahlian).
5.Perjalanan dinas yang urgen saja.
6.Anggaran berbasis kinerja.
Thema topik tahun 2010 adalah pemulihan keamanan nasional dan pemulihan kesejahteraan rakyat. Sedangkan langkah serius yang harus dilakukan adalah layanan kualitas + akuntabel, optimalkan fungsi pengawasan program kerja dan sinergitas kegiatan.
Pak Jean A.E Rombot (Kepala Kantor wilayah Provinsi Jawa Barat, Ditjen Perbendaharaan, Depkeu R.I) juga mengatakan: sesuai dengan SOP untuk pencairan SP2D cukup 1 jam saja jika persyaratannya sudah lengkap. Tidak seperti tahun lalu bisa sampai 1-2 hari. Ini adalah salah satu kemudahan pelayanan yang diberikan oleh Kanwil Anggaran tersebut.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
01.25
1 komentar
Label: Laporan
Kamis, 07 Januari 2010
Laporan Peresmian Pemancar ITTS di Tiga Wilayah dan Penghargaan Bidang Seni, Budaya dan Pariwisata Jawa Barat Tahun 2009
Peresmian Pemancar ITTS (Improvement On Television Transmitting Station) di tiga wilayah yaitu untuk : TVRI satuan Transmisi Panyandakan Bandung, TVRI Satuan Transmisi Pathuk Yogyakarta, dan TVRI Satuan Trasmisi Makasar yang dilakukan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika R.I. Bapak Drs. Tifatul Sembiring di Gedung Merdeka Jl. Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat pada hari kamis tanggal 31 Desember 2009 pukul 20.15 Wib sampai dengan selesai.
Turut hadir pada acara malam pergantian tahun tersebut Gubernur Jawa Barat Ahmad Hermawan, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, Pejabat Eselon I dan II Depkominfo, unsur Muspida Jawa Barat, tokoh seni dan budaya serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya Menkominfo R.I. Mengatakan bahwa ingin agar TVRI sebagai LPP (Lembaga Penyiaran Publik) dapat bermutu, mendidik memberikan informasi yang untuk kepada masyarakat serta dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Oleh sebab itu Peresmian ITTS (Improvement On Television Transmitting Station) untuk ketiga wilayah TVRI yakni : Bandung, Yogyakarta dan Makasar segera dilaksanakan. Proyek ITTS ini merupakan proyek visi Depkominfo agar terwujud masyarakat indonesia yang informatif serta komunikasi lancar. Untuk 8 (delapan) ITTS akan dapat diselesaikan tahun 2010 mendatang. Maksud dan Tujuan peresmian ini agar TVRI dapat menerima siaran yang sama dengan televisi swasta yang berada di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan bahwa kemajuan IT suatu negara bisa menjadi indikator kemajuan suatu negara, dengan semakin lancarnya informasi dan komunikasi akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan memperhatikan informasi masyarakat bisa merencanakan, dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Selain itu, Menkominfo juga mengharapkan selesainya ITTS di tiga daerah tersebut dan juga delapan daerah perbatasan bisa membuat masyarakat lebih banyak mendapatkan informasi, dan menjadikan peran televisi sebagai agen informasi bisa berjalan dengan baik.
Dalam bagian lain kata sambutannya Menkominfo mengatakan di Indonesia kesenjangan digital (Digital divide) sangat tinggi, pengguna HP lebih dari 160 juta orang lebih besar dari Negara Eropa, dan 10 dari 75 tayangan televisi merupakan perwujudan dari Character National Building, termasuk content seni Indonesia jangan sampai dilahap orang luar negeri.
Perubahan frekuensi untuk:
TVRI Bandung menjadi 20 KW-UHV
TVRI Yogyakarta menjadi 20 KW-UHV
TVRI Makasar menjadi 30 KW-UHV
Acara selanjutnya adalah pemberian penghargaan bidang seni, Budaya dan Pariwisata Jawa Barat pada tahun 2009 yang diserahkan oleh gubernur Jabar, Wagub Jabar, Unsur Muspida, serta para tokoh seni dan budaya serta Pariwisata Jawa Barat.
Penghargaan diberikan berdasarkan prestasi tertentu di bidang entertainment seni dan budaya, kemudian acara diakhiri dengan persiapan menuju detik-detik pergantian tahun 2009-2010, ditandai dengan pemukulan bedug, dilanjutkan ucapan selamat Tahun Baru 2010 oleh Gubernur Jawa Barat diiringi instrumentalia Angklung.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
18.54
0
komentar
Label: Laporan
Minggu, 22 November 2009
Seminar Antar Bangsa THE RECENT DEVELOPMENT OF THE SOUTH THAILAND : A POLITICAL COMMUNICATION PERSPECTIVE. Fikom UNPAD, Jatinangor, 18 Juni 2009.
Moderator : Dra.Siti Karlinah, M.Si ( Dosen Fikom Unpad, Bandung ).
Pembicara I : Prof. Mr. Hasanuddin Daud ( Universitas Malaysia ).
Topik : Hubungan Islam, Sejarah, Politik dan konflik di Thailand Selatan.
Latar belakang sejarah masyarakat miskin.
Kerajaan Patani dan Islam.
Pembicara II : DR. Hikmad ( UIAB=universitas Islam Antar Bangsa ).
Topik : Bahasa Patani Thailand.
Ulama >< Perjuangan Kemerdekaan di Selatan Thailand.
Memaparkan tentang sifat perjuangan kemerdekaan, sementara itu ulama tidak sependapat dengan jihad yang berlaku di Patani.
Risalah Kecil Kerajaan Thailand.
Disana tidak ada seorang pun yang berani mengungkapkan identitas, kalau A ngaku B berarti musuh resiko ditembak. Jika dicari tidak akan ketemu siapa yang menjadi pejuang kemerdekaan, gak ada yang mengaku. Tapi Ulama yang saya maksud Ulama yang baik serta saleh, yang dengan rela hati dating ke Pesantren serta dihormati orang termasuk juga kata-katanya.
Jihad adalah sebuah konsep yang luas, bukan hasil pengertian sendiri-sendiri, Sangat beda Jihad dengan Teroris.
Ada dua (2) jenis Ulama yaitu :
1.Ulama yang tidak terlibat secara langsung,
2.Ulama yang menjalin kerjasama dengan kerajaan2 Thailand.
Sedangkan ciri-ciri Ulama :
1.Berdasarkan Ajaran AL’Quran.
2.Ulama yang di Patani jadi Jihad dan dipecah jadi 3 golongan.
Pembicara III : Prof.DR. Datuk Bin Anwar ( Dosen UKM ).
Bidang : Sejarah Politik Antar Bangsa,
Judul : Pergolakan di Patani : Mungkinkah Ada Jalan penyelesaian ?
dan semua yang dibicarakan adalah merupakan Hasil Penelitian.
Pembicara IV : Lili Yuliani ( Mhs S3 universitas Malaysia ).
Topik : Islam dan hubungan Internasional.
Dampak Konflik di Thailand Selatan.
Hubungan 2 hal Indonesia-Malaysia.
Judul : “ Dampak Sosial Dari Konflik terhadap Masyarakat Muslim Di Thailand “.
Focusnya masalah social saja yaitu masalah nation state bukan masalah Jihad atau Islam.
Seperti Indonesia sudah tau tapi nggak bisa Bantu, Malaysia tau dan bantuin ( doa serta moral ), sementara Kamboja tidak tau ( hanya moral ), Brunei menyatakan tidak tau ( Nation State ). Ini semua adalah masalah Persepsi antar negara ASEAN atau “ This is Internal Problem “.
Dia sedang melakukan penelitian tentang Konflik Agama di Thailand Selatan, belum bisa ungkapkan data karena kuesioner belum masuk semua.. Termasuk kuesioner yang diedarkan di Indonesia belum kembali semuanya, yang isinya minta pendapat orang Indonesia yang mayoritas agama Islam seputar konflik yang sedang terjadi di Thailand Selatan.
Pertanyaan-Pertanyaan :
1.Antar Venus ( Fikom Unpad ) : Rekonstruksi Identitas di Thailand Selatan perlu segera, karena kalah dengan isu Gaza di Palestina. Yang diangkat pembicara soal Islam atau Melayu ?.
2.Asep ( UIN Bandung ) : Saya tidak pernah ke Thailand Selatan, hanya tau dari Media Massa. Cohesivitas Ideology harus dibangun, untuk mengatasi problem internal. Tentang Defenisi Jihad tidak akan pernah selesai apalagi lawan Kerajaan Thailand.
3.Dr.Pandji ( Fisipol UNLA ) : Sayangkan komitmen thema seminar, acara ini bagus tapi belum dikemas dengan baik.
4.Gun-Gun Hariyanto ( Mhs.S3 Kom.Unpad ) : Yang kita bicarakan ini perspektif penguasa atau siapa ? Konflik di Aceh dilakukan dengan perspektif militer, sebaiknya menggunakan komunikasi politik dengan teknik negosiasi, bagaimana dengan di Thailand Selatan ?. Seperti kita ketahui pendekatan militer tidak bisa menyelesaikan masalah.
Jawaban Narasumber :
Malaysia terdiri dari 5 negara bagian komponen Patani, yang ada sekarang Provinsi Pattani, jadi identity nya jelas.
PM Malaysia I dibesarkan di Istana Thailand., ini terjadi karena Political Interest Pemerintah.
Yang aman adalah Ambalat karena perbatasan laut.
Di Malaysia Ambalat, Manohara dan TKI nggak ribut, yang masalah malingsial atau Indosial.
Constructive Theory nya nggak ada, Satu Keluarga Dua Negara ( One Family Two Nations ).
Ideology Nasionalis---------------- isu menghilangkan Ideology Islam.
Adanya kepentingan-kepentingan politik yang sifatnya bukan horizontal tapi vertical. Nggak mungkin ada dialog jika selalu satu pihak tidak pernah mengakui pihak lain.
Yang terjadi di Thailand Selatan operation atau Assasination, mereka tahu tapi mereka tidak mau tidak tahu-menahu dibungkam soal domestic……………ada communication gap.
Thailand : Kuncinya di Raja, Negara dan Agama.
Artinya yang muncul sudah tua intinya benci saja. Personal attack, bom-bom yang sangat mudah diracik diajarkan, dengan kata lain aman-aman tidak aman juga.
Tombat Sambal : yang salah langsung minta maaf, tapi biasanya diulang lagi.
Ada perbedaan antara konflik di Aceh dengan Thailand Selatan, kalau masalah Aceh nuansa Empiric & Sosial Ekonomi yang kental, kalau di Thailand nuansa Political & Agama.
Berdasarakan falsafah masyarakat Budhis _________> langkah-langkah yang diambil Pemerintah Pusat.
Masyarakat Miskin_______> Pondok Pesantren 90 % tidak suka sama pemerintah.
Jika diklasifikasi ada 3 komponen yakni :
Hijau = Pro pemerintah.
Merah = Pro rakyat.
Kuning = 50 %-50 %.
Masyarakat Budhis di Thailand Selatan sekarang ada 70.000 orang dari 200.000 orang secara keseluruhan. Hal ini luput dari miskin lain di dunia. Hampir setiap jam terjadi pembunuhan disana, boleh dibuktikan ada di Thailand Selatan serta tidak ada istilah Otonomi.
Setiap ada persidangan tentang Islam negara yang tergabung dalam OKI, kontingen Thailand paling ramai dibicarakan, cara yang dilakukan kerajaan Thailand ialah pembendungan dari dalam sendiri. Faksi-faksi yang terlibat, kumpulan banyak tahun 70 an sangat menonjol tapi ada plus minusnya.
Generasi yang muncul tahun 2004 adalah generasi baru yang ingin merobah paradigma istilah bahasa Malaysianya ( Kebangkitan Rakyat ).
Pernah terjadi suatu peristiwa pada 60 tempat pasti ada yang mengorganisir yang effektif, apa ada hubungan-hubungan yng telah diatur dengan baik.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
17.30
0
komentar
Label: Laporan
Minggu, 25 Oktober 2009
CATATAN DARI TEMU ILMIAH PENELITI, di MMTC, Jogjakarta Tanggal 5-7 Oktober Tahun 2009
Memang tepat jika ajang Temu Ilmiah Peneliti tahun 2009, dijadikan sebagai arena dalam rangka memotivasi peneliti dan calon peneliti untuk lebih berprestasi lagi ke depannya, Sekaligus juga sebagai MEDIUM PEMBELAJARAN bagi semua pihak agar lebih meningkatkan kualitas dan kinerjanya.
Peserta terbanyak kali ini adalah dari UPT BP2KI Bandung yang berjumlah 10 orang tambah 1 orang konsultan Penelitian DR. Suwandi Sumartias, Drs, M. Si. Tiga orang lulus sebagai penyaji yaitu Dra. Hildawati, Dra. Risa Sunarsi dan Drs. Syarif Budhirianto. Semuanya Peneliti Senior yang dimiliki, kalau pak Drs. Syarif adalah Koordinator peneliti. Thema Temu Ilmiah kali ini adalah:
“PENINGKATAN KUALITAS PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DALAM PENYIAPAN KEBIJAKAN DAN SDM KOMINFO UNTUK MENDUKUNG
PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF”
Peserta yang lolos seleksi dari BP2KI Bandung:
1.Drs. Syarif Budhirianto dengan judul: “Kesiapan Masyarakat Pedesaan Menyongsong Aksesibilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi di Provinsi Jawa Barat”.
2.Dra. Hildawati dengan judul: “Studi Implementasi Permen Kominfo No. 25 Tahun 2007 tentang Penggunaan Sumber Daya Dalam Negeri untuk Produk Iklan yang Disiarkan Melalui Lembaga Penyiaran”.
3.Dra. Risa Sunarsi dengan Judul: “Studi Eksistensi Lembaga Penyiaran Televisi Lokal dengan Diberlakukannya Undang-undang No.32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran”.
Sedangkan untuk naskah yang dipersentasikan oleh Peneliti dan dinilai Tim Penilai The Best four (4 harapan terbaik) dengan komposisi sebagai berikut:
Harapan I dengan nilai 61,9 diraih oleh Avianto dan Inasari dari BP2KI Jogjakarta dengan judul: “Pola Pencarian dan Diseminasi Informasi Masyarakat Daerah Rawan Bencana Tsunami Menggunakan Kanal Komunikasi dan Informatika Di Pulau Sarangan Bali”.
Harapan II dengan nilai 60,8 diraih oleh Drs. Abdul Razak dari BP2KI Banjarmasin dengan judul: “Literasi Masyarakat Rural Terhadap Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Kalimantan Selatan”.
Harapan III dengan nilai 60,8 diraih oleh R.M Agung Harimurti dari BP2KI Jogjakarta dengan judul: “e-Government sebagai Media Transportasi Pemerintahan Dalam Perspektif Keterbukaan Informasi Publik”.
Harapan IV dengan nilai 59 diraih oleh Ahmad Budi Setiawan dari Puslitbang Aptel dan SKDI dengan judul: “Implementasi Kripto sistem Algoritma Asimetri Untuk Pembuatan Tanda Tangan Digital Dalam Algoritma RSA”.
Sebagai Juri/Tim Penilai sudah ditentukan sebagai berikut:
1.Prof. DR. Ibnu Hamad, Drs, M.Si (Pakar Komunikasi UI).
2.Prof. Ris. Rusdi Mukhtar, M.A (LIPI).
3.DR. Gati Gayatri, MA (DEPKOMINFO).
4.Ari Santoso (ITS-Pakar Informatika).
Arahan KA. Badan Litbang SDM:




(sebagian kutipan dari makalah “Penelitian dan Pengembangan SDM Pada Era Industri Kreatif” Oleh: Cahyana Ahmadjayadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Depkominfo Temu Ilmiah Peneliti, MMTC Jogjakarta 5 Oktober 2009).
I.KOMUNITAS ILMIAH Berarti berfikir dan bekerja ilmiah.
II.KEKUATAN LOGIKA bukan Logika kekuatan.
III.MENGADU GAGASAN atau Kompetisi Kerja.
IV.SUSUN AGENDA yang mampu respon kebutuhan masyarakat.
V.NETWORKING: Tingkatkan kualitas penelitian.





(sebagian kutipan dari makalah “Pengasuhan Digital-creativepreneur dan Penguatan Ekosistem Berkelanjutan: menumbuhkan Industri Kreatif TIK” Oleh: Indra Utoyo Ketua Umum MIKTI, Temu Ilmiah Peneliti Balitbang SDM Kominfo Jogjakarta 5 Oktober 2009).
Agenda yang dimaksud pak CAHYANA adalah:
a.Core Bussiness Badan Litbang SDM.
b.Fokus Penelitian dan Pengembangan.
c.Litbang untuk Industri Kreatif.
Prospek ke depan gagasan pak Cahyana inginkan 2 hal pokok yaitu:
RISTIK NET (Jejaring sesama Peneliti TIK nasional/internasional).
Kompetensi, Sertifikasi, Profisiansi.
Contoh: 502015 artinya diprediksikan 50% pada tahun 2015 bisa akses internet, jika anda bisa menggeser jadi Tahun 2012 atau Tahun 2013 saya kasih BINTANG.
ONE VILLAGE ONE PRODUCT.
Bagaimana potensi di bussiness on line kan?
Tik Related
Contoh: Ekonomi bisa jadi ekonomi informasi; Hukum bisa jadi hukum telematika; Komunikasi bisa jadi Komunikasi IT dan seterusnya.
Artinya Semakin NON-IT Semakin kita kuatkan ITnya.
Indonesia ada 11 Operator, USA Cuma ada 7 Operator
DR, UDI RUSADI, MA
Core Penelitian adalah MENELITI.
Kinerja substantif ukurannya dikerjakan apa tidak?
Kinerja Individu naik terus pangkatnya.
Mana pak Reward and Punishmentnya ya??????
DR. IR. Lukito Edi Nugroho, M. Sc (UGM).
Produk TIK sebenarnya diawali dengan Riset langkah selanjutnya diproduksi secara maskal baru kemudian menjadi industri. Produk itu bisa berupa: Services, hand ware, Soft ware, jaringan dll.
Drs, Haris Setiadi (Kabag Kepegawaian Badan Litbang SDM)
Kita harus mengerti dulu cikal-bakal adanya Badan Litbang SDM menurut saya fungsi Litbang dan fungsi pengembangan harus dipisah.
Menuju kemandirian SDM IKTI: Budaya Digital (Bagian makalah dari INDRA UTOYO; Ketua umum MIKTI).
Dignty dan Discipline : keteguhan, ketekunan, dan konsistensi karya.
Innovative : Inovasi tiada henti.
Good Govermance : Proses kerja yang kredibel, kinerja lebih baik.
Integral : Holistik interdependent, sinergi, Co-evolution.
Transparent : Keterbukaan dan Sharing Culture.
Appreciative : Saling manghargai karya interaksi.
Legal : Kepatuhan, be legal!!!!
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
22.51
0
komentar
Label: Laporan
Senin, 31 Agustus 2009
Hasil Pertemuan Hotel Luxton Bandung – Senin, 24 Agustus 2009.
I. Rangkuman Intisari Pertemuan:
I.1. Budaya Indonesia sangat kaya ada 8 UPT dan MMTC di daerah yang menjadi Unit Pelaksana teknis Badan Litbang SDM, dapat mencari budaya yang menjadi ciri khas wilayah kerja masing-masing. Contoh tari Pendet sudah dimasukkan dalam wikipedia.com yang sebenarnya milik Indonesia. Solusinya agar jangan diambil bangsa lain mesti di patenkan, sekaligus dilakukan digitalisasi sehingga bisa diterima di dunia. Ada dua kategorinya yaitu Content Simple & Sifatnya gambar.
I.2. Di Indonesia ada lebih dari 300 etnik itu sama dengan 300 negara. Era konten sekarang mendominasi kehidupan dan saatnya maju, sehingga butuh platform yang nanti jadi mascot ( champions ).
I.3. Era digitalisasi ada yang dinamakan 3C yakni : Community, Communication, Commerce, ternyata value change yang lengkap dewasa ini dimiliki Telkom.
I.4. Badan Litbang SDM serta BP2KI di daerah tahun 2010 harus melaksanakan PENGEMBANGAN KONTEN, dengan melakukan Studi Content Provider, kalau masalah Culture Heritage Digitalization ( CHD ) dikemukakan oleh Prof.Choi darI Korea Selatan, lengkapnya dapat dilihat dalam notulensi Badar.
I.5. Perlu juga penelitian tentang digitalisasi Warisan-warisan Budaya di 4 Provinsi wilayah kerja BP2KI Bandung. Moment ini bisa dipakai menjadi Riset Unggulan Nasional ( RUSNAS ).
I.6. Perlu digagas pertemuan content sedunia, untuk semua operator telepon seluler, tolong dijajaki oleh BP2KI Bandung.
I.7. Perlu diwujudkan champion Flexi, masalah rivalitas Flexi dengan Telkom sebenarnya tidak ada. Daya tempurnya ya CDMA main diatas, jika GSM main di bawah. Oleh sebab itu pentingnya Research & Development.
I.8. Puluhan lagu Bimbo diminta oleh Malaysia secara resmi, CD kaset bajakan banyak beredar di Malaysia. Sam Bimbo mengatakan : “ Soalnya ada lagu Bimbo dibajak untuk nada dering ( ring tone HP ) , tapi kami tidak dikasih royalty dan tidak disebutkan label lagu Bimbonya”.
I.9. Untuk Flexi Muslim Bimbo bisa masuk ke ring tone HP, tapi bukan untuk telepon atau sms. Lewat Arbitri bisa lepas. Masuknya Bimbo setelah Idul Fitri aja, ada event besar tanggal 5 untuk Ungu dan Bimbo untuk Ring Tone.
I.10. MOU ITB dan Balitbang SDM yang berisi antara lain akan sumbang Warmasif ke ITB, juga Seni Beluk dalam Bahasa Sunda serta seni daerah lain sehingga interdependensi. Antara ITB dengan Balitbang SDM punya kontribusi masing-masing.
II. Culture Heritage Digitalization (CHD)
II.1. Dilatarbelakangi akan terlupakannya budaya nasional dan mulai maraknya kehilangan budaya nasional, beberapa pihak seperti Telkom (Flexi), ITB, Content Provider dan Depkominfo mengadakan pertemuan yang membahas tentang penyelenggaraan program Culture Heritage Digitalization (Digitalisasi Warisan Budaya Indonesia). Program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya-budaya Indonesia melalui proses digatalisasi dan memperkenalkan sekaligus mempromosikan ragam budaya asli Indonesia yang sangat banyak kepada khalayak dunia informasi (internet) sehingga baik dari warga negara Indonesia maupun warga negara lain akan mengenal budaya-budaya asli Indonesia.
II.2. Salah satu bentuk teknologi yang diharapkan dapat mendukung CHD ini adalah dengan pembuatan Indotube, sebagai alternatif dari teknologi yang sudah ada yaitu Youtube. Indotube akan menjadi pusat data khususnya data video sebagai sumber informasi gambar bergerak dan suara yang berkaitan dengan CHD, video yang menceritakan budaya seperti tari-tarian daerah ataupun budaya yang lain diharapkan akan mudah didapatkan di Indotube. Indotube nantinya direncanakan berada di server lokal dan menjadi konten lokal yang dirasakan bisa menghemat penggunaan traffic jaringan yang saat ini masih banyak keluar menuju keluar negeri.
II.3. Depkominfo khususnya Badan Penelitian dan Pengembangan SDM diharapkan bisa menjadi bagian dalam CHD ini. Dengan tersebarnya Balai (Besar) Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika di beberapa propinsi di Indonesia, dirasakan bisa mempercepat terwujudnya CHD dengan proses penyediaan data masing-masing Balai terhadap kesenian budaya daerah yang ada dalam ruang lingkupnya.
III. BPPKI Bandung
III.1. Sumber daya manusia dari BPPKI Bandung juga diharapkan bisa turut serta dengan tim Research and Development dari ITB untuk ikut serta dalam pengembangan CHD ini nantinya.
III.2. BPPKI Bandung sebagai UPT yang bergerak di bawah Balitbang SDM diharapkan bisa menjalin kerjasama dengan semua Perguruan Tinggi yang berada di bawah ruang lingkup wilayah kerja BPPKI Bandung, khususnya perguruan tinggi yang memiliki bidang keprofesian ICT di dalamnya.
Denah Kerjasama ITB – Depkominfo – Telkom – Flexi
Sumber: Gambar diolah dari penjelasan DR. YOSEP.
Program Rancangan Aplikasi Seni Browser Flexi
Kode: Bandung Musik Oi
Notasi Sunda Syair Indonesia
E U Y !
*) Catatan: Besarnya cost yang harus dikeluarkan untuk mempromosikan produk baru kepada masyarakat seperti promosi angka 3891 (EUY!) menjadi pertimbangan lain dari pihak Flexi untuk menggunakan angka 3891 sebagai aplikasi browsernya.
*) Dimodifikasi dari gambar dan penjelasan cahyana Ahmadjayadi.
*) Dengan 1x klik dapat memilih musiknya.
Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
18.15
0
komentar
Label: Laporan
Senin, 24 Agustus 2009
Catatan Ringkas Sosialisasi Produk-Produk DiT STANDARISASI dan AUDIT APTEL DITJEN APTEL DEPKOMINFO R.I
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh Direktorat Standarisasi dan Audit Aptel Ditjen Aptel, pada tanggal 18 Agustus 2009 di Hotel Grand Serella Bandung.
Materi yang di bahas adalah :
1. Peran Standarisasi Dalam Meningkatkan Kualitas Bangsa, oleh T.A.R Hanafiah; Kapus Perumusan Standar BSN.
2. SNI Manajemen Layanan TI salah satu Pilar Dalam Mewujudkan Masyarakat Informasi Indonesia, oleh; M. NEIL. EL. HIMAM; Kasubdit Transaksi Elektronik Dit Standarisasi Aptel.
3. SNI Manajemen Layanan Teknologi Informasi Dalam Perspektif Konsumen, oleh ARMY SBQ.
Sedangkan yang bertindak sebagai moderator adalah Kenny B. Lubis, M. Kom. Departement IT Universitas Paramadina, Jakarta.
Peserta yang diundang +/- 100 orang terdiri dari masyarakat Industri Perguruan Tinggi, Komunikasi IT, Pemerintah Provinsi Jabar, Pemerintah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Antara lain: PT Inti, PT LEN, PT Indonesia Tower, PT Telkom NIT, Fikom UNPAD, FMIPA UNPAD, Komunitas Linux, Komunitas Blog Bandung, Provider Centrin, Provider Red Net, Melsa, Diskominfo Jabar, Bakominfo Kota Bandung (Bidang PDE), Bakominfo Kab. Bandung (Bidang PDE) dan Balmon Bandung.
Tujuan dari sosialisasi ini adalah menyusun tim sosialisasi untuk melaksanakan sosialisasi produk-produk dari unit kerja Direktorat Standarisasi dan Audit. Yang kedua mencari masukan dari masyarakat telematika tentang standard yang dibutuhkan.
Sementara yang menjadi sasaran sosialisasi yaitu dalam rangka penyebaran informasi tentang produk-produk Direktorat (SNI PERMEN tentang standarisasi/SNI di Bidang Aplikasi Telematika) pada masyarakat yang telah disebutkan diatas.
Sejalan dengan perkembangan kemampuan nasional di Bidang Standarisasi dan dalam mengantisipasi era globalisasi perdagangan dunia AFTA (2003) dan APEC (2010/2020), Kegiatan Standardisasi yang meliputi Standard dan penilaian kesesuaian (CONFORMITY ASSESMENT) secara terpadu perlu dikembangkan secara berkelanjutan penyediaan Standard menjadi salah satu hal esensial yang harus dipenuhi untuk jaminan adanya koneksitas aktifitas tingkat nasional.
Kegiatan ini dapat terselenggara berkat kerjasama antara Dit, Standardisasi dan Audit Aptel dengan BP2KI Bandung Hadir dalam kesempatan ini Dirjen Aptel Pak Cahyana Ahmadjayadi, Direktur Standarisasi dan Audit Aptel Ibu Woro Indah Widiastuti, Kapus Perumusan Standard BSN, Bpk T.A.R Hanafiah, Kepala BP2KI Bandung, Kepala Balmon Bandung, Para Narasumber dan Moderator.
Kutipan Kata-kata Dirjen Aptel Depkominfo RI
Pak CAHYANA AHMADJAYADI
• Batas Negara tidak menjadi masalah dalam era globalisasi, oleh sebab itu informasi bisa mengalir kemana saja dan untuk siapa saja. Lazimnya dipakai istilah BORDERLESS atau tanpa batas. Oleh sebab itu diperlukan standard-standard umum yang telah dibakukan untuk menjadi acuan secara aplikatif.
• Ciri utama GLOBALISASI.
1. FREE FLOW OF INFOEMATION.
Yaitu aliran yang sangat leluasa tentang informasi yang masuk ke berbagai negara.
2. FREE FLOW OF FUND.
Yaitu aliran dana yang leluasa bisa menembus antar Negara.
3. FREE FLOW GOOD AND SERVICES.
Yaitu masalah pelayanan barang dan jasa.
• Standard adalah merupakan suatu keharusan dan kebutuhan.
KUTIPAN DARI MAKALAH NARASUMBER:
I.




II.




III.

Diposting oleh
Dr. Ramon Kaban
di
20.19
0
komentar
Label: Laporan

