SELAMAT DATANG...

Blog ini saya gunakan sebagai Media Komunikasi dan Informasi dan sekaligus menjadi wadah untuk menuangkan inspirasi-inspirasi yang ada.
Sebagai perkenalan pertama, yang perlu diketahui saya seorang Peneliti Komunikasi Politik pada

Puslitbang Penyelenggaraan Pos dan Informatika Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.
Jl. Medan Merdeka Barat No. 9 Jakarta Pusat 10110 Lt. 4 Gedung Belakang





Minggu, 23 Mei 2010

Kuliah Umum Sosiologi dan Politik “Demokrasi dan Kepemimpinan Perempuan“ Pembicara : Dr. Marissa Haque, S.H., M.H. dan Tetty Kadi, S.Ip.

Universitas Widyatama Bandung,
Bagian Perkuliahan Dasar Umum (BPDU),
22 mei 2010

Hasil dari rangkuman tersebut diatas sama sekali berdasarkan catatan peneliti semata-mata, yang tidak dituangkan atau tidak terdapat dalam makalah bu Tetty serta bu Marissa. Audience adalah mahasiswa fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi, Universitas Widyatama, Bandung lebih kurang yang hadir 600 orang.

Dari kedua narasumber dapat dipetik beberapa resume atau intisari bu Tetty matang serta dewasa dengan pengalaman politiknya yang sudah lama baik di lembaga legislatif Jawa Barat selama 12 tahun mau pun di organisasi kemasyarakatan lainnya. Sekarang dipercaya menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 di Komisi VIII.

Sedangkan bu Marissa wanita kelahiran 1962 yang blesteran ini bersuamikan Ikang Fawzi seorang artis juga memperoleh jenjang pendidikan formal hingga strata 3, memperoleh S2 sampai tiga kali mulai dari S2 Linguistic, S2 Ekonomi, S2 Hukum dan S1 juga basic Hukum. Dia banyak menceritakan tentang sepak terjangnya di dunia politik, bapaknya orang Golkar, mertuanya intel di Deplu orang tuanya keturunan Belanda. Pernah juga sebagai anggota DPR RI tahun 1994 dari PDIP kemudian hijrah ke PPP.

Selanjutnya ikuti Pilkada Banten tetapi kalah. Banyak juga bercerita tentang kekalahannya lalu katanya Gubernur yang sekarang berijazah palsu, pernah juga menyeret seorang Menteri ke penjara karena menilep uang haji dan sebagainya.

Bu Marissa tidak mau dijadikan key informan dengan segala cara ia mengatakan setelah selesai kuliah umum, dihadapan bu Tetty juga beliau mengatakan apa buku metodologi anda? Kalau saya pakarnya studi kualitatif karangan Robert ....... ada hak bahasa Indonesianya. Tapi peneliti pikir y bu Marissa mana mungkin dia dijadikan key informan orang beliau bukan politisi artis yang ada di DPR RI periode 2009-2014.




POINTERS ATAU STATEMENT BELIAU BERDUA DALAM KULIAH UMUM:

- Tetty Kadi minta bio data lengkap kirim via email saja sama mas Kanishka (asisten pribadi merangkap anak nomor 4).
- Baca buku Gabriel Almond tentang politik.
- Polibriti atau politisi selebriti istilah Marissa Haque.
- Lagu bu Tetty tahun 60 an yang terkenal dulu antara lain adalah Sepanjang Jalan Kenangan, katanya lagi makanya saya kuliah S1 di Unjani Bandung karena saran temannya di parpol Golkar kalau mau jadi anggota DPR RI salah satu syaratnya mesti pendidikan formal SI.
- Adek-adek mahasiswa dan mahasiswi kenal tidak dgn group band Numata itu adalah anak saya, saya mau ajak kesini tapi kebetulan ada show di Makassar, Kata bi Tetty.
- Ada Kaukus Artis di DPR RI khususnya Komisi X jumlahnya 18 orang, cantik-cantik & smart, jadi kalau ada acara orang sibuk minta foto bareng (Bu tetty).
- Kepemimpinan perempuan tidak harus dikontroversialkan.
- Kata Marissa tidak selamanya fb harus itu dihujat, sebagai contoh saya bisa berdiri disini karena kenal dengan isteri moderator pak Ade sesama facebookers.
- Lanjutnya kenalkan kalian dengan Trio Libels, yg salah satunya Edwin Manangsang walau penyanyi tetapi jagoan akuntasi juga lho.
- Artis : input______>proses________>output. Kaitannya dengan politisi.
- Saya pengajar anak tunarungu berbahasa Inggeris.
- ROY – EVA = ISTILAH AKUNTANSI.
- ROY MARTEN – EVA ARNAZ = ISTILAH ARTIS.
- Demokrasi di Indonesia adalah cangkokan.
- Islami adalah egaliter & fraternite sementara kapitalis tambah satu lagi yaitu liberte.
- Homo Economicus dan Homo Homoni Lupus.
- Borjuis---------kelas orang kaya.
- Komunis----------sama rata, sama rasa.
- Proletar--------kelas orang miskin.
- Bedakan antara demokrasi Pancasila dengan Pancasila yang demokratis.
- Lihat faham Nichollo Machiavelli tentang E Prinsipe akan selalu terjadi pengulangan sejarah seperti yang terjadi di Iran.
- S3 itu adalah semacam kontemplasi artinya mencari kebeningan hukum Tuhan, artinya kumahak engke bukan engke kumahak.
- Politik = ilmu kemungkinan, Hukum = ilmu aturan, Ekonomi = ilmu hitungan dan seterusnya.
- Dari sejak zaman Soekarno hingga sekarang yg paling ditakuti dalam bidang ekonomi cuma tiga institusi dunia : WTO, IMF, World Bank.
- Pertanyaan buat bu Tetty apa yang mendorong ibu terjun ke dunia politik?. Yang pertama harus ada keinginan saya sejak tahun 65 an sdh jadi artis, kemudian mau bagaimana tau situasi daerah karena didorong oleh keluarga pertama sekali masuk kelompok seni budaya. Popularitas serta kemampuan harus sejalan.
- Saran kepada calon-calon selebriti baru, yang penting aku tampil atau benar-benar berkualitas.
- Marissa mengatakan sok tahu hitam putihnya, Dewan Kehormatan = macan ompong, dalam berpolitik apa pun boleh.
- Lihat aja Roy Suryo anggota DPR RI dari Demokrat sewaktu sidang paripurna berteriak uh...uh....uh..... berkali-kali memalukan padahal kandidat doktor dari UGM.
- Karena saya S2 linguistic setiap kata mempunyai makna.
- Apa kata Lord Acton : Power attendt to corrupct maksudnya adalah regulasi dipegang, operator juga dipegang oleh institusi yang sama, jadi terjadi diskresi = Tuhan-Tuhan yang kecil.
- Public Figure yang terjun ke politik ingin menggunakan popularitasnya, saya ini bintang film juga.
- Politisi bukan artis membeli dengan uangnya, artis yang jadi poltisi tidak akan korupsi.
- Kalau sudah masuk DPR nggak usah lagi rekaman atau jadi presenter, karena artis sudah mempunyai modal kapital.
- Ditambahkan oleh Tetty Kadi artis sudah punya modal popularitas, tetapi tidak cukup mesti memperjuangkan aspirasi rakyat dengan belajar. Oleh sebab itu sebelum rapat bahan-bahan sudah dipersiapkan terlebih dahulu.
- Sementara politisi yang bukan artis masih sibuk dengan kampanye melalui media cetak atau media elektronik untuk pencitraan dirinya serta untuk meraih popularitas.

Baca selengkapnya...

Minggu, 09 Mei 2010

NARASUMBER TALKSHOW BKKBN

Dalam rangka menyongsong Harkitnas 20 mei 2010, BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) menyelenggarakan Talkshow dengan thema: “TEKNOLOGI VS PORNOGRAFI” di Bandung TV, hari Senin, 3 Mei 2010, Pukul: 13.45-14.45 WIB.
Program Talkshow BKKBN tersebut dilakukan sebanyak 20 X (20 episode), sampai berita ini di buat sedang berlangsung episode selanjutnya dengan narasumber yang profesional sesuai kompetensinya masing-masing.

Kebetulan pada dialog tanggal 3 Mei 2010 minggu yang lalu ada 3 narasumber yaitu:

1.Bapak H. US TIARSA,
(Ketua Koalisi Kependudukan Jawa Barat).
2.Teh Rosa,
(Penyanyi Pop Sunda).
3.Ramon Kaban,
(Peneliti Komunikasi Politik BPPKI Bandung, Badan Litbang SDM Kemkominfo).

Audience yang hadir para pelajar SMAN 23 Bandung serta ada group musik yang mengiringi yaitu: Talenta Band. Juga ada tanya jawab antara narasumber dengan pelajar, sudah barang tentu dengan presenter handal Sdr. INDRA serta ada juga PUBER istilah kerennya, yang juga masuk kategori ABG diminta pendapatnya tentang aktivitas remaja. Pokoknya seru deh...!!!

Baca selengkapnya...

Kamis, 22 April 2010

TESTIMONI SEORANG RESEARCHER Badan Litbang SDM Kemenkominfo

Harus diakui dengan sadar dan jujur bahwa testimoni (kesaksian) yang saya buat ini diilhami serta terinspirasi oleh inisiatif Bapak Kepala Badan Litbang SDM Kemenkominfo Bapak Ir. Cahyana Ahmadjayadi M.H., ketika penulis melaporkan tugas-tugas yang sedang dikerjakan dan yang akan dilakukan oleh BPPKI (BP2KI) Bandung pada tahun 2010.
Beliau menyarankan untuk memberi motivasi pada peneliti Bandung dengan membuat proposal penelitian mandiri lalu dipresentasikan selanjutnya didiskusikan secara bergiliran, sehingga bisa menggenjot mutu peneliti/kandidat peneliti itu sendiri.

Kemudian Pak CA panggilan akrabnya menambahkan masukkan dalam calender event tahun 2010 kegiatan penelitian tersebut oleh UPT BPPKI Bandung. Supaya kelihatan bahwa peneliti sebagai ujung tombak Badan Litbang SDM (disela-sela arahan KA. Badan Litbang SDM Kemenkominfo; Selasa 15 April 2010 jam 12:30-13:45 WIB di ruang rapat pimpinan).
Sungguh sebuah niat yang tulus ikhlas serta mulia apa yang sudah dipersembahkan oleh Bapak Drs. Sumarsono, M.Si seorang peneliti senior Puslitbang Profesi Balitbang SDM Kemenkominfo yang sudah membimbing, memberi motivasi dan spirit kepada juniornya seperti saya ini di BPPI (BP2I) Surabaya.
Pada akhirnya penulis (saya) sekarang sudah meraih predikat seorang peneliti Madya/Golongan IV-a dengan memperoleh angka kredit 475. Bidang kepakaran Komunikasi Politik yang ditetapkan oleh keputusan dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).
Selanjutnya juga bapak Somo Arifianto S.E,M.A peneliti senior Puslitbang Aptel SKDI ikut membentuk watak dan kepribadian saya yang selalu mengingatkan dengan mengatakan: ayo menulis, mana tulisannya dan sebagainya sehingga berkat jasa mereka berdualah ketika itu penulis semakin matang serta mantap melangkah menjadi seorang peneliti tanpa ragu-ragu.
Adanya pemilihan kepakaran Komunikasi Politik saya dapat memberikan argumentasi sebagai berikut :
1. Penulis ingin kepakaran sesuai dengan latar belakang pendidikan formal yang dimiliki.
2. Penulis bukan lagi sebagai pemula dalam ilmu Komunikasi sehingga mengharuskan mempunyai spesifikasi atau kekhususan.
3. Adanya pergeseran kekuatan jika zaman Orba eksekutif mendominasi kekuasaan sekarang legislatif dan judikatif pun menjadi primadona.
4. Karena bakat dan talenta saya adalah bidang politik, kemudian saya combine dengan Ilmu Komunikasi jadilah kepakaran KOMUNIKASI POLITIK.
Bukan karena arogan atau angkuh sesungguhnya sejak dikader atau dibimbing oleh beliau sejak awal, dari seorang calon peneliti langsung bisa menjadi Asisten peneliti (dulu namanya) dengan golongan III-b tanpa melalui III-a, alias naik 2 (dua) tingkat, hal ini disebabkan perolehan angka kredit telah memnuhi persyaratan seperti apa yang tertuang dalam ketentuan LIPI.
Begitu juga selanjutnya dengan berbekal ketekunan serta keuletan penulis tidak pernah berhenti menulis, pada akhirnya membuahkan hasil naik kembali 2 (dua) tingkat menjadi Ajun Peneliti Muda (dulu namanya) golongan III-d. Sudah barang tentu golongan III-c dapat dilalui juga.
Sejak tahun 2005 aktivitas sebagai fungsional peneliti agak tersendat sedikit tapi tetap membuahkan hasil, namun hanya bisa naik 1 (satu) tingkat saja menjadi Peneliti Madya, golongan IV-a pada tahun 2008.
Kronologis peroleh PAK Penulis:
1. Ketika bertugas di BP3U Medan (dulu namanya) tahun 1999 hingga Desember 2001 sudah punya niat jadi peneliti serta selalu berkonsultasi dengan Pak Drs. Ali Murtadho dan Drs. Parulian Sitompul M.A yang sudah jadi fungsional peneliti, yang memunculkan beberapa tulisan.
2. Ketika bertugas di BPPI Surabaya (dulu namanya) Januari 2001 hingga tahun 2003 sudah semakin aktif menulis di bawah bimbingan bapak Sumarsono dan bapak Somo Arifianto.
3. Asisten peneliti (peneliti/pertama), golongan III-b dengan angka kredit 196, TMT 1-1-2003.
4. Ajun Peneliti Madya (Peneliti Muda), golongan III-d dengan angka kredit 402, TMT 01-09-2005.
5. Peneliti Madya, golongan IV-a dengan angka kredit 475, TMT 01-12-2008 ketika bertugas di BPPI Manado.
Saya sudah di bimbing oleh bapak Sumarsono dan pak Arif ketika masih bertugas di BPPI Surabaya oleh sebab itu sudah menjadi kewajiban penulis pula untuk membimbing peneliti junior lainnya yang ada di Badan Litbang SDM atau pada di delapan (8) UPT di seluruh Indonesia. Puncak dari hasil bimbingan mereka berdua penulis bisa mencapai sukses, dengan meriah juara I Temu Ilmiah Tingkat Nasional Lembaga Informasi Nasional (LIN) pada tahun 2005 dengan judul : “MOTIVASI POLITIK ARTIS MENJADI CALON ANGGOTA LEGISLATIF DI DAERAH PEMILIHAN JAWA TIMUR DALAM PEMILHAN UMUM 2004”.
Berikut ini hasil penelitian yang sudah dipublikasikan dalam Jurnal Akreditasi antara lain:
1. Tinjauan terhadap pemberitaan kasus 27 juli 1996 (Analisis isi Harian Kompas) tahun 2003.
2. Kontribusi Credibility Communicator Ditunjau dari Aspek Charismatic Power And Positional Power, Dalam Konteks Pembangunan Di Indonesia. (tahun 2004).
3. Motivasi Politik Artis Menjadi Calon Anggota legislatif di Daerah Pemilihan Jawa Timur Dalam Pemilihan Umum 2004. (tahun 2005).
4. Studi Kesiapan Infrastruktur Komunikasi Informasi Menyongsong Manado Kota Pariwisata Dunia (MKPD) 2010. (tahun 2007).
5. Tingkat Pemanfaatan Komputer Pada Masyarakat Kota Gorontalo. (tahun 2008).
6. Sebagai editor Buku Profesionalisme DPRD Kabupaten/Kota Di Jawa Timur Dalam Menyerap Aspirasi Masyarakat. (tahun 2003).
Hasil Penelitian yang belum diterbitkan/sedang di percetakan/tidak diterbitkan:
1. Studi Kesiapan Desa Dalam Menyongsong Masyarakat Informasi di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. (tahun 2007).
2. Effektifitas Komunikasi Politik Kandidat Cabup Kabupaten Kediri Provinsi jawa Timur. (tahun 2006 tapi berkas dan datanya hilang).
3. Optimalisasi Pemanfaatan IT pada Komunitas Pelajar di Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. (tahun 2009 tapi belum selesai).
Berikut nama-nama yang pernah penulis bimbing adalah:
1. Sdri. Juditha Christiany, S.Sos.
Peneliti Pertama pada BBPPKI Makassar/gol. III-b (Peneliti pertama langsung) yang akan mengajukan usulan PAK ke peneliti muda. Gol III-d pada tahun 2010 ini juga. Perlu juga diketahui sdri Juditha adalah PNS angkatan 2006 ini pernah sebagai juara II tingkat nasional barsama sdr. Agung Harimurti ketika di langsungkan temu ilmiah tingkat nasional tahun 2007 Cisarua Bogor.
2. Sdri. Syamsiah Amali S. Sos
Peneliti Pertama pada BPPKI Manado/gol. III-a, yang akan mengajukan usulan peneliti pertama, golongan III-b tahun 2010.
3. Sdr. Doddy Hanggi, S.H.
Pejabat Struktural BPPKI Manado akan mengusulkan angka kredit ke peneliti pertama, III-b pada tahun 2010.
4. Sdr. Drs. Marten Rondonuwu.
Fungsional litkayasa yang sudah lulus diklat calon peneliti LIPI.
5. Sdr. Bahrawi, S.Kom .
Kandidat peneliti Informatika sudah lulus diklat calon peneliti LIPI tahun 2008.
6. Sdr. Arsyad, S.Kom.
Kandidat Peneliti Informatika sudah lulus Diklat Calon Peneliti LIPI tahun 2008.
7. Sdr. Didit Praditya S.St.
Kandidat Peneliti Informatika sudah lulus Diklat Calon Peneliti LIPI tahun 2008 dan sedang S2 CIO ITB Bandung. (BPPKI Bandung).
8. Sdr. Badar Agung Nugroho, S.St.
Kandidat Peneliti Informatika, Status CPNS tahun 2009. (BPPKI Bandung).
Berikut ini juga nama-nama senior Peneliti yang punya kontribusi langsung dan tidak langsung membantu penulis selama ini:
1. Bapak. Drs. Amir Sar Manihuruk, M.S (Kandidat Doktor PPS UNPAD bandung).
2. Bapak. Drs. Hanif Husein (Kepala BBPPKI Makasar).
3. Bapak. Drs. Paraden Sidauruk, M. Si (Peneliti Badan Litbang SDM).
4. Bapak. Drs. Djoko Waluyo (Peneliti Badan Litbang SDM)
Teman diskusi (sharing) yaitu para kakak kelas di UPT-UPT Badan Litbang SDM yang tak terlupakan antara lain:
1. Drs. Joko Martono (BPPKI Yogyakarta).
2. Drs. Topo Hudoyo (BPPKI Yogyakarta).
3. Drs. N. Kenda (BPPKI Manado).
4. Drs. Hasim Ali Imron (BPPKI Jakarta).
5. Drs. Sudji Siswanto (KA. BPPKI Yogyakarta).
6. Dra. Trisnani (BPPKI Surabaya).
7. Drs. Baso Saleh (BBPPKI Makassar).
8. Drs. Rukman Pala (BBPPKI Makassar).
Penulis juga sekarang sudah mempunyai tabungan (saving) tulisan sebanyak 3 buah yang sudah diterbitkan 1 buah menunggu diterbitkan di BPPKI Surabaya. Sekarang walaupun penulis merangkap jabatan struktural tapi tidak menjadi hambatan dalam menulis tinggal bagaimana kita mengatur waktu saja.
Apalagi sejak bertugas di BPPKI Bandung Desember 2008 penulis aktif kembali melanjutkan sekolah S3 bidang ilmu Komunikasi di UNPAD Bandung, meskipun swadana alias biaya sendiri tidak saya jadikan kendala.
Harapan saya kepada peneliti senior binalah, berilah contoh kepada para junior agar memiliki sense of bilonging yang tinggi terhadap corps peneliti, sebagai penutup menurut penulis ada beberapa indikator yang menyebabkan peneliti tidak berhasil:
1. Sang Peneliti kurang Latihan (Exercise).
2. Sang Peneliti kurang Bahan (Literature).
3. Sang Peneliti kurang Baca (Reading Habit).
4. Sang Peneliti nggak punya kelompok diskusi (Team Work).
5. Sang Peneliti nggak punya bakat/talenta peneliti.
6. Sang Peneliti nggak pernah keluar kandang.
7. Sang Peneliti hanya butuh duit penelitian.
Yang perlu diingat (remember) adalah motto seorang Pure Researcher yaitu Long Life Education tapi saya pikir yang merangkap struktural juga begitu; agar para peneliti yang saya sebut si sang jangan GR dulu tapi hanya untuk menghargai profesi saja.

VINI VIDI VISI..................BRAVO PENELITI.........BRAVO PENELITI...........

Baca selengkapnya...

Bagaimana penilaian Anda terhadap tulisan-tulisan saya ini ?

Terjemahkan tulisan ini dalam Bahasa Inggris (In English)